Punya Kebiasaan Memainkan Rambut? Bisa Jadi Gejala Gangguan Kecemasan

Yasinta Rahmawati

Selasa, 16 Februari 2021 | 07:50 WIB
Punya Kebiasaan Memainkan Rambut? Bisa Jadi Gejala Gangguan Kecemasan

Suara.com - Sering kah Anda sedang melamun atau memikirkan sesuatu lalu tiba-tiba sadar sedang memainkan rambut? Memutar dan menarik rambut lalu melingkarkannya di sekitar jari mungkin merupakan kebiasaan yang nampak umum.

Namun dari sisi psikologis, kebiasaan ini rupanya dikategorikan dalam kelompok perilaku yang disebut gelisah. Mengutip dari Elite Daily, menurut psikolog klinis, Matthew Childs, Psy.D, memainkan rambut bisa menjadi pertanda adanya keresahan saat menghadapi situasi tertentu.

Kebiasaan memutar rambut pun bisa terlihat pada anak-anak dan orang dewasa. Namun, alasan di balik kebiasaan tersebut bisa bermacam-macam.

Mengutip Boldsky, kebiasaan memutar-mutar rambut pada orang dewasa kemungkinan terbawa sejak kecil. Bisa juga kondisi kesehatan lain yang mendasari, seperti:

1. Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD)

Pada beberapa individu, rambut berputar-putar bisa menjadi tanda gangguan obsesif-kompulsif. Jika seseorang memiliki gejala OCD lain, kebiasaan memutar rambut mungkin merupakan bagian dari kondisi itu. Namun, ering memilin rambut saja tidak cukup untuk diagnosis OCD.

2. Kecemasan

Pada beberapa orang, memainkan rambut mungkin dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja dan berkembang menjadi sesuatu yang Anda lakukan saat mereka merasa cemas.

Misalkan memutar-mutar rambut adalah sesuatu yang dilakukan seseorang untuk mengatasi pikiran yang mengganggu dan cemas. Dalam kasus tersebut, kebiasaan memainkan rambut mungkin merupakan gejala dari gangguan kecemasan.

baca juga

3. Perilaku repetitif yang berfokus pada tubuh

Dalam beberapa studi menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis perilaku ini dan ketidaksabaran, kebosanan, frustrasi, dan ketidakpuasan. Perilaku memainkan rambut ini dapat memiliki beberapa efek negatif mulai dari rambut kusut, bercabang, helai rambut yang lemah, hingga rambut rontok.

Penelitian tertentu telah menyebutkan bahwa kebiasaan memutar rambut dapat menyebabkan trikotilomania, gangguan kejiwaan yang menyebabkan individu dengan sengaja mencabut rambut mereka, terutama dari bulu mata, alis, dan kulit kepala.

Apabila ingin berhenti melakukan kebiasaan ini, Anda bisa pelajari teknik alternatif menghilangkan stres, seperti yoga atau meditasi. Tetapkan niat, seperti tidak memainkan rambut selama satu atau dua jam dan memberi hadiah pada diri sendiri untuk perilaku itu. Anda juga dapat tidur memakai topi, atau hoodie untuk menghindari memainkan rambut saat Anda tidur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Jadi Viral karena Menata Rambut Pakai Lem, Wanita Ini Endingnya Oplas

Usai Jadi Viral karena Menata Rambut Pakai Lem, Wanita Ini Endingnya Oplas

Lifestyle | Senin, 15 Februari 2021 | 20:24 WIB

Bikin Makin Cantik, Gaya Rambut Baru Nagita Slavina Disebut Bakal Jadi Tren

Bikin Makin Cantik, Gaya Rambut Baru Nagita Slavina Disebut Bakal Jadi Tren

Lifestyle | Senin, 15 Februari 2021 | 16:05 WIB

Tak Sesuai Harapan, Anjing Ini Buang Muka Lihat Penampilan Barunya di Kaca

Tak Sesuai Harapan, Anjing Ini Buang Muka Lihat Penampilan Barunya di Kaca

News | Sabtu, 13 Februari 2021 | 18:59 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×