Menahan Lapar untuk Menurunkan Berat Badan Adalah Ide Buruk, Ini Alasannya!

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Rabu, 17 Februari 2021 | 17:27 WIB
Menahan Lapar untuk Menurunkan Berat Badan Adalah Ide Buruk, Ini Alasannya!
Ilustrasi diet, manahan lapar. (Shutterstock)

Suara.com - Ketika mendengar istilah 'diet, kebanyakan dari kita membayangkan menahan lapar dan mengurangi asupan makanan untuk menurunkan berat badan. Tapi, apakah diet dengan cara itu bisa berhasil menurunkan berat badan?

Jawabannya adalah tidak! Memaksa tubuh kelaparan bisa mengganggu kesehatan. Dan tak hanya itu, ketika Anda membatasi makanan tertentu, pada dasarnya Anda juga akan membatasi konsumsi nutrisi, yang berakibat tubuh tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan.

Dilansir dari Healthshots, ini alasan mengapa diet dengan cara menahan lapar dan membatasi makanan tertentu tidak baik untuk tubuh Anda.

1. Bisa menyebabkan lemas
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menemukan bahwa diet rendah karbohidrat dapat membuat Anda merasa lemas. Setiap kali Anda melakukan diet rendah karbohidrat atau rendah lemak, Anda kehilangan dua nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi dan berfungsi normal.

2. Memicu gangguan makan
Menurut American National Eating Disorders Association, 35% dari pelaku diet normal cenderung menjadi pelaku diet patologis atau abnormal. Organisasi tersebut juga menyebut bahwa lebih dari 20% orang yang berdiet akhirnya mengalami gangguan makan. Diet mungkin bukan satu-satunya alasan mengapa seseorang pasti mengalami gangguan makan, tetapi itu bisa menjadi pemicunya.

3. Kekurangan nutrisi
Diet untuk menurunkan berat badan mungkin berbahaya bagi tubuh Anda, karena tidak hanya menciptakan defisit kalori, tetapi juga menyebabkan Anda kekurangan nutrisi seperti lemak. Perlu Anda ingat bahwa lemak adalah bahan bakar yang diperlukan tubuh, dan juga mendukung pertumbuhan sel.

4. Menyebabkan hilangnya otot
Diet berat dapat menyebabkan hilangnya otot, yang mengakibatkan hilangnya kekuatan dan daya tahan tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa pengurangan asupan kalori dapat menyebabkan penurunan massa otot serta penambahan berat badan. Tentu saja ini tidak sesuai dengan tujuan awal Anda berdiet, bukan?

5. Menyebabkan rambut rontok
Jika Anda menderita kerontokan rambut, bisa jadi penyebabnya adalah diet Anda. Kekurangan nutrisi dapat melemahkan folikel rambut dan juga menyebabkan rambut rontok, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Dermatology Practical and Conceptual

6. Berat badan malah semakin naik dalam jangka panjang
Diet tidak dapat membantu Anda menurunkan berat badan dalam jangka panjang, karena ketika Anda mulai makan dengan porsi normal lagi, berat badan Anda justru akan bertambah lebih cepat dari sebelumnya. Diet agresif mengurangi tingkat metabolisme Anda, yang juga mengurangi kecepatan pembakaran lemak di tubuh Anda.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Diet Terbaik Perempuan Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

5 Diet Terbaik Perempuan Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

Health | Selasa, 16 Februari 2021 | 16:50 WIB

Awas, Pangkas Asupan Karbohidrat Bisa Timbulkan 4 Kondisi Kesehatan Ini

Awas, Pangkas Asupan Karbohidrat Bisa Timbulkan 4 Kondisi Kesehatan Ini

Health | Selasa, 16 Februari 2021 | 13:09 WIB

Ingin Diet Tapi Lagi Asma? Begini Tipsnya

Ingin Diet Tapi Lagi Asma? Begini Tipsnya

Health | Senin, 15 Februari 2021 | 16:50 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×