Selain Dehidrasi, Ketahui Penyebab Bau Urine Tidak Sedap!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 23 Februari 2021 | 13:18 WIB
Selain Dehidrasi, Ketahui Penyebab Bau Urine Tidak Sedap!
Ilustrasi mencium bau urin (Shutterstock).

Suara.com - Pernakah Anda merasa urine sendiri berbau? Urine bisa berbau karena sejumlah alasan. Tetapi dalam beberapa kasus, bau urine yang tidak sedap dapat menandakan suatu kondisi kesehatan Anda.

Berdasarkan Health, berikut beberapa alasan mengapa urine bisa berbau:

1. Dehidrasi

Urogynecologist di NorthShore University HealthSystem, Illinois, Sonia Dutta, MD, mengatakan tidak cukup minum dapat membuat urine bau.

"Urine adalah kombinasi air dan produk limbah dari tubuh. Jadi ketika Anda mengalami dehidrasi, urine Anda memiliki lebih sedikit air dibanding produk limbahnya," jelasnya.

Anda dapat memeriksa warna urine untuk memastikan apakah Anda mengalami dehidrasi. Kuning atau oranye menandakan Anda dehirasi, dan bening atau kuning pucat tandanya Anda sudah minum dengan baik.

Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)
Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)

2. Makan makanan tertentu

Asparagus, kubis Brussel, bawang bombay, bawang putih, salmon, kari, dan alkohol, dapat membuat urine baru. Tetapi beberapa orang bisa juga tidak mengalaminya.

Menurut Dutta, ini terjadi karena setiap orang mencerna makanan secara berbeda.

baca juga

"Kemungkinan besar karena tubuh mereka tidak memiliki enzim yang dapat memecah makanan sepenuhnya. Tetapi jika memiliki enzim ini, tubuh mereka memproduksi metabolit sulfur, yang dapat membuat urine berbau sulfur atau amonia."

3. Minum kopi

Dutta mengatakan metabolit kopi, atau produk sampingan dari kopi, ketika dipecah dapat membuat urine bau. Namun, ini juga tidak terjadi pada semua orang.

Kopi juga bersifat diuretik, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Selain bau dari metabolit kopi, urine Anda juga dapat bau karena lebih pekat dari biasanya akibat dehidrasi.

Ilustrasi lelaki buang air kecil (Shutterstock)

4. Infeksi saluran kemih (ISK)

ISK terjadi ketika bakteri masuk ke sistem kemih Anda melalui uretra dan kemudian mulai berkembang biak di dalam kandung kemih. Bakteri tertentu dapat membuat baru urine tidak sedap.

Dutta mengatakan jika Anda menderita ISK, kemungkinan Anda akan mengalami lebih banyak gejala daripada hanya urine yang berbau.

5. Infeksi jamur

Secara alami jamur dapat hidup di berbagai bagian tubuh, termasuk di bagian organ intim. Tetapi ketika jamur tumbuh di luar kendali, mikroorganisme ini dapat memicu infeksi.

Seperti halnya ISK, infeksi jamur biasanya muncul dengan gejala lain, seperti gatal, kemerahan, pembengkakan pada vagina atau vulva, serta keluarnya cairan putih kental.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Pesan WA Kerabat, Wanita Ini Minum Air Kencing Guna Sembuhkan Corona

Gegara Pesan WA Kerabat, Wanita Ini Minum Air Kencing Guna Sembuhkan Corona

Banten | Rabu, 17 Februari 2021 | 09:04 WIB

Heboh! Pria Bercadar Tinggal di Kos Putri, Mengaku Kencing di Dalam Kamar

Heboh! Pria Bercadar Tinggal di Kos Putri, Mengaku Kencing di Dalam Kamar

Lampung | Kamis, 11 Februari 2021 | 19:18 WIB

3 Berita Menarik: Urine Bau Ikan Asin hingga Lelaki Mirip Reptil

3 Berita Menarik: Urine Bau Ikan Asin hingga Lelaki Mirip Reptil

Health | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 20:50 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×