Menkes Budi Ungkap Alasan Indonesia Gagal Target 1 Juta Vaksinasi Per Hari

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 14 Maret 2021 | 13:30 WIB
Menkes Budi Ungkap Alasan Indonesia Gagal Target 1 Juta Vaksinasi Per Hari
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin ungkap alasan mengapa Indonesia belum bisa memenuhi target vaksinasi Covid-19 satu juta orang per hari.

Hal ini, kata Menkes Budi, terjadi karena stok dan kedatangan vaksin tidak merata. Terlebih di awal Januari hingga Februari hanya ada tiga juta dosis vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia.

"Pada Januari Februari. Vaksin yang tersedia hanya tiga juta. Itu sebabnya kenapa kita hanya 100 ribu (per hari), karena kalau kita suntik 1 juta sehari, tiga hari habis nanti protes semua," ujar Menkes Budi dalam peluncuran Vaccine Grab Center, Sabtu (13/3/2021).

Menkes Budi mengaku khawatir jika stok vaksin habis begitu saja akan ada anggapan bahwa vaksin tidak disebarkan secara merata. Padahal jumlah penduduk Indonesia mencapai 265 juta jiwa.

"Karena vaksin kan buat suntik ke rakyat. Ini sebabnya kenapa kita atur di 100 ribuan dosis yang disuntik per hari," papar Menkes Budi.

Diketahui pada Maret hingga April ini akan ada stok 10 juta dosis vaksin Covid-19 yang masuk. Dengan dosis sebanyak itu, pemerintah akan menyesuaikan stok vaksin menjadi 300 vaksinasi per hari.

Berikutnya di Juni akan ada stok 20 juta dosis vaksin per bulan. Sehingga target vaksinasi dinaikkan 600 ribu hingga 700 ribu per hari.

"Sampai sekitar Juni, kita baru punya vaksin sekitar 70 sampai 80 juta dosis," papar Menkes Budi.

Diperkirakan pada semester kedua 2021, yang di mulai Juli hingga Desember stok vaksin baru akan membludak. Hal inilah yang perlu dipersiapkan agar 'hutang' vaksinasi di semester pertama 2021 bisa terbayar.

baca juga

Stok vaksin yang tidak merata inilah yang menyebabkan target 1 juta vaksinasi per hari sulit untuk tercapai.

"Jadi kita suntiknya bukan 1 juta orang. 1 juta itu rata-rata," imbuh Menkes Budi.

Rata-rata 1 juta ini, diambil dari target 181,5 juta orang Indonesia yang divaksinasi. Karena satu orang butuh 2 dosis vaksin, maka Indonesia membutuhkan 363 juta dosis.

Sedangkan 363 juta dosis vaksin itu dibagi 365 hari dalam setahun, dan didapatkan angka 1 juta penyuntikan dosis vaksin per hari.

"Kalau ini vaksinnya tidak rata tersedianya, tersedianya di semester kedua itu yang banyak (tersedia dosis vaksin)," tutur Menkes Budi.

Sehingga diprediksi Menkes Budi, sejak Juli 2021 mendatang target vaksinasi akan bertambah menjadi 1,5 juta dosis vaksin yang disuntik per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan di Lampung Sudah 100 Persen

Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan di Lampung Sudah 100 Persen

Lampung | Minggu, 14 Maret 2021 | 12:21 WIB

Keberhasilan Vaksinasi Jadi Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi

Keberhasilan Vaksinasi Jadi Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi

Video | Minggu, 14 Maret 2021 | 11:05 WIB

Minta Ojol Tak Abai Prokes Usai Divaksin, Zaki: Jangan Merasa Kayak Dewa

Minta Ojol Tak Abai Prokes Usai Divaksin, Zaki: Jangan Merasa Kayak Dewa

Jakarta | Minggu, 14 Maret 2021 | 11:05 WIB

Terkini

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Tipis yang Mengubah AI Menjadi Teman Bisnis

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Tipis yang Mengubah AI Menjadi Teman Bisnis

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30 WIB

3 Shio yang Menarik Kekayaan Mulai 17 Agustus 2026, Banjir Keberuntungan Selama Sepekan

3 Shio yang Menarik Kekayaan Mulai 17 Agustus 2026, Banjir Keberuntungan Selama Sepekan

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Daftar Harga HP Vivo Agustus 2026, Lengkap dengan Seri iQOO

Daftar Harga HP Vivo Agustus 2026, Lengkap dengan Seri iQOO

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI

Warga Makassar Bersihkan Masjid dan Gereja Sambut HUT RI

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:04 WIB

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:36 WIB

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis   Otoritas Jasa Keu

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB

×