Dikenal Tak Sehat, Makanan Tinggi Glikemik Disebut Cegah Kanker Ovarium

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 01 April 2021 | 14:36 WIB
Dikenal Tak Sehat, Makanan Tinggi Glikemik Disebut Cegah Kanker Ovarium
Ilustrasi makan bersama di sebuah restoran. (Pixabay/Free Photos)

Suara.com - Makanan tinggi indeks glikemik (GI) umumnya dikenal tak sehat. Namun penelitian baru menunjukkan bahwa konsumsi makanan dengan GI yang lebih tinggi malah disebut bisa menurunkan risiko kanker ovarium.

Melansir dari MdLinx, penelitian ini diterbitkan pada dalam Journal of Nutrition. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa pola makan yang biasanya dikenal buruk malah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker ovarium.

"Kanker ovarium adalah penyebab paling umum kelima dari kematian akibat kanker di antara perempuan Amerika Serikat, namun hanya sedikit faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang telah ditetapkan," catat para peneliti.

"Pola makan tinggi GI dan GL (beban glikemik) telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker, tetapi studi epidemiologi kanker ovarium memberikan hasil yang berbeda," imbuhnya.

Dalam studi ini, para peneliti menggali data dari kelompok skrining kanker Prostat, Paru-paru, Kolorektal, dan Ovarium, dengan GI dan GL yang dihitung menggunakan kuesioner frekuensi makanan yang divalidasi (FFQ) pada wanita berusia 60 hingga 74 tahun tanpa riwayat kanker.

Pada peserta yang menyelesaikan kuesioner diet pada awal penelitian, para peneliti mengidentifikasi 181 kasus kanker ovarium di antara 24.633 wanita dengan durasi tindak lanjut rata-rata 12,1 tahun. Pada 42.410 wanita yang menyelesaikan kuesioner pola makan selama penelitian, 211 kasus kanker ovarium diidentifikasi dengan durasi tindak lanjut rata-rata 8,9 tahun.

Setelah mempertimbangkan faktor lain, tim peneliti menemukan risiko risiko kanker ovarium turun sebesar 43 persen pada oramh dengan GL tertinggi dan kuartil GI terendah. Pada mereka yang menyelesaikan kuesioner pola makan kemudian selama penelitian, risiko turun sebesar 38 persen pada kuartil GI dan vs kuartil GI terendah.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

"Mengingat bukti saat ini dan hubungan kompleks antara berbagai komponen diet, olahraga, dan komposisi tubuh GI dan GL dapat dianggap lebih sebagai komponen gaya hidup sehat daripada sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi," ujar para peneliti. 

Para penulis mencatat bahwa ada beberapa penelitian observasi yang berkaitan dengan GI atau GL dan risiko kanker ovarium. Studi internasional ini tidak selalu berfokus pada pola makan ala Barat, sehingga membuat temuan mereka kurang dapat digeneralisasikan.

baca juga

Penulis mencatat bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan hubungan antraa tingkat glikemik dan risiko kanker. Mereka juga merekomendasikan agar studi lebih lanjut fokus pada mekanisme antara keduanya. 

Studi masa depan ini harus mencakup asupan makanan yang lebih heterogen di antara peserta juga dan dapat memasukkan lebih banyak kasus untuk mengeksplorasi hubungan dalam sampel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Harus Waspada Perut Kembung Terus-menerus, Bisa Jadi Kanker Ovarium!

Wanita Harus Waspada Perut Kembung Terus-menerus, Bisa Jadi Kanker Ovarium!

Health | Kamis, 01 April 2021 | 10:18 WIB

Jaga Pola Makan dan Olahraga di Usia Paruh Baya Manfaatnya Sampai Lansia

Jaga Pola Makan dan Olahraga di Usia Paruh Baya Manfaatnya Sampai Lansia

Health | Rabu, 31 Maret 2021 | 19:50 WIB

5 Cara Menghilangkan Jerawat Membandel, Mudah dan Alami

5 Cara Menghilangkan Jerawat Membandel, Mudah dan Alami

Lifestyle | Senin, 29 Maret 2021 | 13:55 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×