Wanita Harus Waspada Perut Kembung Terus-menerus, Bisa Jadi Kanker Ovarium!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 01 April 2021 | 10:18 WIB
Wanita Harus Waspada Perut Kembung Terus-menerus, Bisa Jadi Kanker Ovarium!
Ilustrasi sakit perut, perut kembung. (Shutterstock)

Suara.com - Studi Koalisi Kanker Ovarium Dunia, menemukan bahwa 9 dari 10 wanita mengalami beberapa gejala kanker ovarium sebelum didiagnosis. Salah satu gejala kanker ovarium adalah komplikasi makan, termasuk merasa kenyang dalam waktu cepat saat makan, rasa sakit di perut atau panggul.

Wanita juga harus mewaspadai perubahan frekuensi buang air kecilnya yang lebih sering dan perut kembung. Karena, kondisi itu juga bisa jadi gejala lain dari kanker ovarium.

Semua gejala utama kanker ovarium itu harus diperhatikan setiap wanita. Ada pula beberapa perubahan tubuh yang juga perlu diwaspadai sebagai tanda kanker ovarium.

  1. Perubahan kebiasaan buang air besar
  2. Pendarahan tidak normal
  3. Kelelahan ekstrim
  4. Penurunan berat badan tanpa sebab
Ilustrasi sakit perut, perut kembung, kram perut, maag. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit perut, perut kembung, kram perut, maag. (Shutterstock)

Perhatikan bahwa setiap perdarahan pasca menopasue harus selalu diperiksa oleh penyedia layanan kesehatan. Menopause artinya Anda 12 bulan berturut-turut tidak menstruasi, jadi perdarahan abnormal apapun mengacu pada perdarahan vagina setelah menopause.

Menurut Koalisi Kanker Ovarium Dunia dilansir dari Express, semua wanita berisiko terkena kanker ovarium. Tapi, penyakit ini lebih sering terjadi ketika wanita telah melampaui batas usia 50 tahun.

Wanita yang memiliki riwayat keluarga kanker ovarium, payudata, endometrium atau kolekteral bisa berisiko tinggi menderita kanker ovarium.

Faktor risiko lainnya termasuk, wanita yang belum melahirkan, wanita yang menjalani terapi hormon dan wanita yang memiliki riwayat endometriosis.

Menurut proyeksi Globocan tahun 2020, jumlah wanita di seluruh dunia yang didiagnosis dengan kanker ovarium akan meningkat hampir 42 persen pada 2040 mendatang.

Saat ini, kanker ovarium adalah kanker paling umum ketujuh di antara wanita di seluruh dunia. Bahkan skrining kanker serviks rutin belum bisa mendeteksi kanker ovarium.

Karena itu, semua wanita perlu mewaspadai gejalanya. Karena, diagnosis kanker ovarium yang cepat sebelum menyebar ke bagian tubuh lain lebih mudah ditangani medis.

Tes untuk kanker ovarium dapat mencakup pemeriksaan panggul, ultrasound, dan tes darah CA-125. Satu-satunya cara pasti untuk mengetahui wanita menderita kanker ovarium atau tidak adalah biopsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Temukan Minum Jus Jeruk Tingkatkan Risiko Kanker Kulit, Kok Bisa?

Peneliti Temukan Minum Jus Jeruk Tingkatkan Risiko Kanker Kulit, Kok Bisa?

Health | Rabu, 31 Maret 2021 | 14:33 WIB

Gadis Ini Ubah Lukisan Anak Penderita Kanker Jadi Merchandise Ikonik

Gadis Ini Ubah Lukisan Anak Penderita Kanker Jadi Merchandise Ikonik

Lifestyle | Selasa, 30 Maret 2021 | 19:03 WIB

Peneliti Temukan Gen yang Sebabkan Sakit Kanker Payudara Ganas

Peneliti Temukan Gen yang Sebabkan Sakit Kanker Payudara Ganas

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 16:26 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB