Berhenti Melakukan Rutinitas Jalan Kaki? Ini yang Bakal Terjadi pada Tubuh

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Sabtu, 03 April 2021 | 12:35 WIB
Berhenti Melakukan Rutinitas Jalan Kaki? Ini yang Bakal Terjadi pada Tubuh
Ilustrasi jalan kaki. (Shutterstock)

Suara.com - Dengan segala kemudahan serta waktu yang terbatas, kini rutinitas jalan kaki mungkin mulai berkurang. Padahal, jalan kaki merupakan aktivitas fisik paling mudah serta murah untuk dilakukan.

Meski selama ini efek duduk sepanjang waktu disebut lebih berbahaya, jarang atau tidak pernah jalan kaki juga bisa memiliki efek buruk pada tubuh. Dilansir dari Livestrong beberapa efek samping tidak menguntungkan yang Anda dapat jika berhenti jalan kaki.

1. Tubuh kehilangan daya tahan

Ketika rutinitas berjalan harian Anda terhenti, Anda bisa kehilangan sedikit daya tahan, terutama jika Anda tidak menggantinya dengan bentuk olahraga lain, menurut ahli terapi fisik yang berbasis di New York Sam Becourtney, DPT, CSCS .

Jika sistem kardiovaskular Anda tidak mendapatkan stimulus harian yang sama, Anda mungkin mulai mengalami peningkatan kesulitan dalam melakukan tugas sehari-hari seperti memasak, membersihkan, atau menyimpan bahan makanan.

Ilustrasi Berjalan Kaki (Pexels/Yogendra)
Ilustrasi Berjalan Kaki (Pexels/Yogendra)

2. Nyeri pinggul

Berjalan adalah cara yang bagus untuk mengendurkan pinggul yang tegang. Tetapi berhenti jalan kaki, dikombinasikan dengan duduk dalam waktu lama dapat menyebabkan nyeri pinggul, menurut Franciscan Health. Terlebih jika Anda duduk 40 hingga 50 jam sehari.

Jika berjalan kaki bukanlah pilihan, melakukan beberapa peregangan fleksor pinggul (seperti memegang lutut dan rotator pinggul) sepanjang hari dapat membantu mengurangi rasa sesak dan nyeri.

3. Sakit punggung

Duduk sepanjang hari bukanlah hal baik untuk postur tubuh dan kesehatan punggung. Dan jika rutinitas berjalan kaki yang biasa terabaikan karena lebih banyak duduk, punggung bawah Anda mungkin mulai mengalami rasa sakit, kata Becourtney.

4. Nyeri pergelangan kaki

Setelah berhenti melakukan rutinitas jalan kaki, mendadak melanjutkannya lagi atau joging jarak jauh dapat menyebabkan sakit kaki atau pergelangan kaki. Meningkatkan tingkat aktivitas Anda terlalu cepat setelah tidak aktif adalah penyebab umum cedera akibat penggunaan berlebihan, menurut Mayo Clinic .

Itulah mengapa mondar-mandir saat berjalan dan kembali ke tingkat aktivitas sebelumnya secara perlahan setelah istirahat sangat penting.

"Jika seseorang berhenti jalan kaki setiap hari, maka berjalan atau berlari yang lebih lama ini menjadi lebih mengejutkan bagi tubuh dan dapat menyebabkan rasa sakit karena ketidakteraturan mereka," kata Becourtney.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Manfaat Bagi Kesehatan Jika Rutin Jalan Kaki

Ini Manfaat Bagi Kesehatan Jika Rutin Jalan Kaki

Kaltim | Rabu, 31 Maret 2021 | 05:00 WIB

Kurang Aktif Secara Fisik dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Demensia

Kurang Aktif Secara Fisik dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Demensia

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 20:56 WIB

Rutin Jalan Kaki Bisa Efektif Turunkan Berat Badan, Ini Tipsnya!

Rutin Jalan Kaki Bisa Efektif Turunkan Berat Badan, Ini Tipsnya!

Lifestyle | Selasa, 30 Maret 2021 | 13:22 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB