Pasien Diabetes Boleh Puasa, Tapi Perhatikan Batas Gula Darah Berikut!

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 19 April 2021 | 13:45 WIB
Pasien Diabetes Boleh Puasa, Tapi Perhatikan Batas Gula Darah Berikut!
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Pasien diabetes melitus (DM) dibolehkan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, asal memiliki kadar gula darah terkontrol dan dalam kondisi sehat.

Tetapi pada kondisi tertentu, pasien diabetes melitus harus membatalkan puasa saat kadar gula darah terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Dokter spesialis penyakit dalam dr. Marina Epriliawati, Sp.PD, menjelaskan ada target gula darah untuk pasien diabetes. yakni gula darah sebelum makan sebaiknya antara 80-130 . Sementara, gula darah setelah makan sebaiknya kurang dari 180.

"Itu yang ideal. Tetapi yang gak boleh, pasti pasien disuruh batalin puasa kalau pada saat berpuasa pasien dilakukan pemeriksaan gula darah dan hasilnya kurang dari 70, itu artinya gula darah rendah artinya hipoglikemia," kata dokter Marina dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (19/4/2021).

Hipogikemi pada pasien diabetes melitus saat sedang berpuasa bisa bahaya dan menimbulkan berbagai gejala. Gejala yang muncul mulai dari keringat dingin, lemas, pusing, terkadang penglihatan kabur, bahkan hingga pingsan dan kejang.

Gula darah yang terlalu tinggi ketika sedang berpuasa juga sama berbahayanya. Sehingga pasien DM harus membatalkan puasa.

"Biasanya di atas 300, karena gula darah yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kondisi kegawatan yang namanya ketoasidosis diabetik," jelasnya.

Pasiennya diabetes melitus dengan gula darah terlalu tinggi bisa menimbulkan serangkaian peristiwa yang menyebabkan darah di dalam tubuh terlalu asam.

Sehingga metabolisme sel tubuh terganggu dan menyebabkan kegawatan hingga kematian. Dokter Marina melanjutkan bahwa gula darah terlalu tinggi juga berakibat pasien jadi sering buang air kecil.

"Karena gula sifatnya menarik air, kalau gula itu dikeluarkan dalam urin dia akan menarik air di dalam tubuh, sehingga jadi sering berkemih. Kalau sering berkemih pada saat puasa, padahal kita enggak boleh minum, maka resiko yang terjadi adalah dehidrasi. Dan ini juga harus kita hindari pada saat berpuasa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puasa Ramadhan, Baca Agar Tahu Hukum Bersetubuh Pas Siang Hari

Puasa Ramadhan, Baca Agar Tahu Hukum Bersetubuh Pas Siang Hari

Bogor | Senin, 19 April 2021 | 13:01 WIB

Catat, 5 Waktu yang Terbaik untuk Cek Gula Darah Pasien Diabetes Saat Puasa

Catat, 5 Waktu yang Terbaik untuk Cek Gula Darah Pasien Diabetes Saat Puasa

Health | Senin, 19 April 2021 | 12:57 WIB

Jadwal Imsakiyah Jakarta Hari Ini 19 April 2021

Jadwal Imsakiyah Jakarta Hari Ini 19 April 2021

Jakarta | Senin, 19 April 2021 | 04:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB