Pakar UI Sebut 50 Persen Penyakit Dipengaruhi Polusi Udara

Risna Halidi, Dinda Rachmawati

Selasa, 20 April 2021 | 13:54 WIB
Pakar UI Sebut 50 Persen Penyakit Dipengaruhi Polusi Udara
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Menjaga kualitas udara tetap baik menjadi tugas semua elemen masyarakat, pasalnya kualitas udara di suatu daerah merupakan salah satu indikator kesehatan lingkungan yang ada di kawasan tersebut. 

Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Budi Haryanto mengungkapkan polusi udara merupakan salah satu penyumbang penyakit terbesar di dunia dengan proporsi lebih dari 50 persen penyakit diakibatkan oleh polusi udara kota-kota besar di seluruh dunia.

"Proporsi penyakit yang terbanyak itu disebabkan oleh pencemaran udara. Kalau penyakit-penyakit yang disebabkan oleh makanan, minuman itu sekitar 15 persenan tapi kalau di pencemaran udara itu lebih dari 50 persen," ujar Budi Haryanto kepada Komunitas Bicara Udara melalui video di laman Instagram @bicaraudara, Jakarta, Minggu (18/04/2021) berdasarkan siaran pers yang Suara.com terima.

Ia menambahkan, manusia tidak bisa memilih udara yang akan dihirup dan semua hal yang berefek terhadap kesehatan melalui udara masuk ke dalam tubuh.

"Kalau kualitas udara itu tidak dibenahi, tidak dibersihkan maka semuanya akan masuk ke tubuh dan sudah jelas berbagai macam senyawa kimia, berbagai macam pencemaran udara yang lain, polutan masuk kedalam tubuh dan berefek kepada kesehatan," ungkapnya.

Budi juga telah melakukan penelitian sejak 2013 hingga 2017 dengan melakukan modeling prediksi yang menunjukan bahwa hingga 2050 tingkat polusi udara akan terus meningkat.

Dengan melihat data yang mengkhawatirkan tersebut dan terus meningkatnya sumber polusi udara seperti pertumbuhan kendaraan bermotor, dapat dipastikan jika tidak dikendalikan maka pada 2030 saja polusi udara akan meningkat hingga 60 persen dari kondisi saat ini.

"Hingga tahun 2050 itu kalau kita tidak melakukan sesuatu yang revolusioner untuk mengendalikan pencemaran udara, maka semua parameter pencemar udara itu trennya akan naik terus. Tahun 2030 itu bisa 50-60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan sekarang," terangnya.

Maka dari itu, kata dia untuk melihat kualitas udara, pemerintah harus memperbanyak alat pendeteksi udara. Menurutnya untuk saat ini tidak perlu lagi berpikir tentang harga alat yang semakin modern semakin terjangkau.

baca juga

"Karena sebenarnya teknologi semakin modern seperti sekarang ini, alat2 itu semakin canggih dan tidak lagi mahal, kalau dulunya kita beli sampai miliaran satu alat monitoring station dan hanya punya 5 Jakarta, Bandung 5, Surabaya 5, sekarang gak perlu harus semahal itu lagi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bioskop Kembali DIbuka, Ternyata Begini Hasil Kualitas Udara di Dalamnya

Bioskop Kembali DIbuka, Ternyata Begini Hasil Kualitas Udara di Dalamnya

Lifestyle | Selasa, 13 April 2021 | 13:20 WIB

Polusi Udara Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup

Polusi Udara Dapat Mengurangi Angka Harapan Hidup

Bisnis | Selasa, 13 April 2021 | 07:39 WIB

PSBB Tidak Membuat Kualitas Udara Membaik Secara Substansial

PSBB Tidak Membuat Kualitas Udara Membaik Secara Substansial

Bisnis | Rabu, 31 Maret 2021 | 09:00 WIB

Terkini

Rumah Subsidi Danantara Tersebar di Jawa hingga Luar Jawa, Ada di Bekasi dan Sumbawa

Rumah Subsidi Danantara Tersebar di Jawa hingga Luar Jawa, Ada di Bekasi dan Sumbawa

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO, BRI Group Raih Enam Penghargaan Global

Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO, BRI Group Raih Enam Penghargaan Global

Lampung | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Rekor MURI Esther Irawati: Profesor AI Perempuan Termuda RI yang Perangi Hoaks Lewat Mata Digital

Rekor MURI Esther Irawati: Profesor AI Perempuan Termuda RI yang Perangi Hoaks Lewat Mata Digital

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Karhutla Kalimantan Kian Parah, DPR Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Karhutla Kalimantan Kian Parah, DPR Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Saat KPK Usut Audit BPK Sumsel, Begini Rapor WTP Muara Enim, PALI dan Empat Lawang

Saat KPK Usut Audit BPK Sumsel, Begini Rapor WTP Muara Enim, PALI dan Empat Lawang

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:02 WIB

BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi

BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi

Kaltim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Hery Gunardi Raih Best CEO, BRI Group Bawa Pulang Enam Penghargaan Internasional

Hery Gunardi Raih Best CEO, BRI Group Bawa Pulang Enam Penghargaan Internasional

Bogor | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Review Toko Buku Abadi: Novel Unik dengan Alur Cerdas dan Banyak Perspektif

Review Toko Buku Abadi: Novel Unik dengan Alur Cerdas dan Banyak Perspektif

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Mengapa Daun Berwarna Hijau? Ini Alasan Ilmiahnya

Mengapa Daun Berwarna Hijau? Ini Alasan Ilmiahnya

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Belajar dari Kasus Hyundai Ioniq 5 Aa Juju, Parkir Paralel Bisa Bikin Aki Mobil Listrik Soak?

Belajar dari Kasus Hyundai Ioniq 5 Aa Juju, Parkir Paralel Bisa Bikin Aki Mobil Listrik Soak?

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:59 WIB

×