Awas, Memukul Anak sebagai Bentuk Hukuman Punya Dampak Jangka Panjang

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 26 April 2021 | 15:00 WIB
Awas, Memukul Anak sebagai Bentuk Hukuman Punya Dampak Jangka Panjang
Ilustrasi memukul anak (Shutterstock)

Suara.com - Tidak sedikit orangtua yang akan memukul anak-anak, biasanya di bokong, sebagai bentuk hukuman. Tapi, sains telah membuktikan bahwa perilaku seperti ini justru memiliki dampak jangka panjang.

Sebuah studi yang terbit dalam Canadian Journal of Psychiatry menunjukkan remaja yang pernah dipukul atau ditampar saat masih anak-anak punya risiko besar untuk mengalami masalah kesehatan mental, fisik, dan perilaku menentang.

"Ada banyak bukti menunjukkan memukul pantat itu berbahaya. Tidak ada penelitian yang menunjukkan manfaat bagi anak-anak. Meskipun demikian, beberapa orangtua terus menggunakan pukulan untuk mendisiplinkan anak," kata penulis studi Tracie O. Afifi, pofesor dan Canada Research Chair in Childhood Adversity and Resilience, University of Manitoba.

Dalam studi ini, dilansir Psychology Post, 18% dari 1.883 sampel remaja melaporkan pernah menerima pukulan atau tamparan tiga kali atau lebih selama masa kanak-kanak.

Ilustrasi memukul pantat anak. (Shutterstock)
Ilustrasi memukul pantat anak. (Shutterstock)

Analisis data mengungkapkan remaja tersebut secara signifikan lebih berisiko mempunyai gangguan kesehatan mental atau masalah kesehatan fisik dibanding remaja yang mendapat pukulan atau tamparan dua kali atau kurang.

Remaja yang sering dipukul juga cenderung menunjukkan perilaku menyimpang, seperti mengutil atau menyakiti orang lain secara fisik.

"Semua bentuk hukuman fisik, bahkan jika dianggap ringan dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan hasil buruk bagi remaja, termasuk masalah kesehatan fisik, gangguan mental, dan perilaku menentang," sambung Afifi.

"Bersama dengan penelitian lain, penelitian saat ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa memukul/menampar tidak boleh dilakukan pada anak-anak dan remaja," pungkas Afifi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Kebiasaan Memukul dan Membentak saat Marah? Ini Cara Mengontrolnya

Punya Kebiasaan Memukul dan Membentak saat Marah? Ini Cara Mengontrolnya

Lifestyle | Sabtu, 27 Maret 2021 | 19:32 WIB

Sejarah Serangan Umum 1 Maret, Upaya Yogyakarta Memukul Mundur Belanda

Sejarah Serangan Umum 1 Maret, Upaya Yogyakarta Memukul Mundur Belanda

News | Minggu, 28 Februari 2021 | 15:04 WIB

Jangan Anggap Sepele, Memukul Anak Bisa Memicunya Bunuh Diri

Jangan Anggap Sepele, Memukul Anak Bisa Memicunya Bunuh Diri

Health | Selasa, 06 November 2018 | 19:41 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB