alexametrics

Tidak Semua Benjolan di Vagina Berbahaya, Ketahui Dulu Penyebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Tidak Semua Benjolan di Vagina Berbahaya, Ketahui Dulu Penyebabnya
Ilustrasi benjolan di vagina (Shutterstock)

Dari kista hingga skin tag, berikut jenis benjolan yang biasa muncul di atau sekitar vagina.

Suara.com - Munculnya benjolan di tubuh biasanya membuat kita sangat khawatir, tetapi para ahli mengatakan tidak perlu berasumsi buruk dahulu karena tidak semua benjolan berbahaya. Sama halnya dengan benjolan atau bintil yang muncul di dekat vagina.

Dokter kulit di Yale Medicine, Alicia Little, MD, PhD, mengatakan pertumbuhan kulit seperti keratorsis seboroik, atau benjolan akibat pertumbuhan rambut, serta kista, umumnya tidak memerlukan pengobatan, kecuali menyebabkan iritasi atau terinfeksi.

Kemungkinan besar, wanita menemukan benjolan atau bintil di labia majora atau lipatan luar vulva, serta di gundukan kemaluan.

Agar lebih jelas, berikut beberapa penyebab umum benjolan di atau sekitar vagina, dilansir Insider:

Baca Juga: Jangan Diabaikan, 6 Kondisi Vagina Ini Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan

1. Fordyce spots

Fordyce spost atau bintik-bintik kecil berwarna putih yang umumnya terdapat di sekitar labia merupakan kelenjar minyak yang membesar di kulit. Bintik ini tidak berbahaya dan terjadi pada 70 hingga 80 persen orang dewasa.

Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina.
Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina. (Shutterstock)

2. Kista vagina atau vulva

Benjolan kecil dan keras yang disebut kista dapat terbentuk di vulva atau dinding vagina. Ini dapat terjadi ketika udara, nanah, atau cairan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan.

Kista vagina (seperti kista inklusi atau kista Gartner) dan kista vulva (seperti kista sebaceous atau kista epidermoid) biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat hilang tanpa pengobatan, tetapi jika terinfeksi, perlu diperiksakan segera.

Baca Juga: Tidak Hanya Infeksi, Menstruasi & Air Mani Juga Dapat Mengubah Bau Vagina

3. Rambut tumbuh ke dalam

Mencabut, waxing, dan mencukur rambut kemaluan dapat menyebabkan rambuh tumbuh ke dalam kulit, bukan ke permukaan. Hal ini akan menimbulkan benjolan kecil yang gatal, nyeri, gelap, atau berisi nanah.

Biasanya benjolan kecil ini dapat hilang dengan sendirinya, tetapi ini dapat diobati dengan mengoleskan salep atau kopres hangat beberapa kali sehari.

4. Skin tag

Skin tag merupakan daging tumbuh di permukaan kulit, berukuran kecil dan tidak berbahaya. Penyebabnya belum diketahui tetapi para ahli menduga skin tag diakibatkan oleh gesekan kulit.

5. Kutil kelamin

Kutil kelamin berbentuk seperti kumpulan bintil-bintil kecil berwarna kulit di vagina, vulva, atau sekitar anus. Ini adalah infeksi menular seksual umum yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV).

Gejalanya bisa berupa gatal dan panas. Obat yang tersedia saat ini adalah untuk mengatasi gejalanya, bukan virus yang menginfeksi tubuh.

Karenanya, para remaja dan wanita muda dianjurkan untuk vaksin HPV untuk mencegah kanker dan kutil.

Komentar