Covid-19 dari India Mulai Menyebar, Negara Tetangga Tutup Perbatasan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 06 Mei 2021 | 13:37 WIB
Covid-19 dari India Mulai Menyebar, Negara Tetangga Tutup Perbatasan
Tingginya angka kematian per hari akibat Covid-19 di India. [Sanjay Kanojia/AFP]

Suara.com - Ribuan migran Nepal yang bekerja di India sudah terinfeksi dan kasus telah meningkat pesat. Tidak hanya di Himalaya, tetapi juga di tetangga India lainnya, seperti Pakistan dan Bangladesh.

Di tengah kekhawatiran bencana gelombang kedua virus corona di India, dan varian baru virus corona yang lebih menular, negara-negara tetangga India telah membatalkan penerbangan serta menutup perbatasan, berusaha melindungi diri dari kejadian serupa.

Negara tetangga yang tampaknya paling terpukul hingga kini adalah Nepal, yang telah mencatat peningkatan infeksi hingga tujuh ribu dalam tiga hari berturut-turut.

Salah satu varian yang menyebar di negara tersebut adalah strain virus corona dengan mutasi ganda, yang pertama kali terdeteksi di India dan di varian Inggris, lapor The Guardian.

"Situasinya benar-benar menakutkan," kata Prakash Thapa, dokter di rumah sakit Bheri di Nepalgunj, sebuah kota di dataran barat daya yang berbatasan dengan India.

Sejumlah pasien COVID-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India mencatat lebih dari 400.000 kasus COVID-19 baru untuk pertama kalinya saat gelombang kedua virus corona melanda negara tersebut. Upaya vaksinasi besar-besaran negara itu terhambat di beberapa daerah karena kekurangan pasokan vaksin. ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/pras.
Sejumlah pasien COVID-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India mencatat lebih dari 400.000 kasus COVID-19 baru untuk pertama kalinya saat gelombang kedua virus corona melanda negara tersebut. Upaya vaksinasi besar-besaran negara itu terhambat di beberapa daerah karena kekurangan pasokan vaksin. ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/pras.

Adegan di India dalam beberapa pekan terakhir terjadi juga di Ibu kota Nepal, Kahtmandu. Banyak rumah sakit melaporkan bahwa mereka hampir kewalahan dan pekerja di krematorium di kuil Pashupatinath mengatakan ada peningkatan kematian.

Nepal juga sedang berjuang mengatasi kekurangan vaksin Covid-19.

"Orang yang sudah mendapat dosis pertama akan kesulitan jika tidak mendapat dosis kedua dalam waktu yang ditentukan," ujar Samir Adhikari, pejabat Kementerian Kesehatan Nepal.

Hal itu membuat Perdana Menteri KP Sharma Oli mendesak penyumbang asing untuk memasok vaksin Covid-19 dan obat-obatan perawatan kritis untuk mencegah runtuhnya infrastruktur kesehatan negara yang rusak.

baca juga

Pakistan juga telah menghadapi puncak krisis dalam beberapa hari terakhir. Ada kekhawatiran bahwa festival keagamaan Idul Fitri mendatang dapat memicu lonjakan infeksi baru, seperti tahun lalu.

Awal minggu ini, Pakistan mengumumkan pengurangan jumlah penerbangan internasional masuk sebanyak 20 persen dari layanan normal sejak lima Mei kemarin, dan akan diperpanjang hingga liburan hari raya.

"Situasinya sangat buruk. Kami menghabiskan sumber daya kami. Sebagian besar bangsal non-Covid telah diubah menjadi bangsal Covid, tetapi kami tidak memiliki tempat untuk pasien yang masuk," kata seorang dokter Pakistan, yang enggan disebutkan identitasnya.

Ia menambahkan bahwa rumah sakitnya membutuhkan lebih banyak perawat, obat-obatan, serta ruang untuk pasien. Mereka juga membutuhkan ahli dan dokter perawatan kritis.

Penyebaran infeksi yang cepat dari India juga menimbulkan kekhawatiran di Bangladesh. Pihak berwenang negara tersebut telah menutup perbatasan, mengimbau untuk tidak membukanya sampai situasi tetangganya membaik.

Lonjakan infeksi di Bangladesh dimulai pada waktu yang sama dengan gelombang kedua di India, yakni pada pertengahan Maret.

Bangladesh telah meningkatkan pengujian, tetapi mereka sedang berjuang dengan pasokan vaksin. Awalnya mereka mengandalkan vaksin Covid-19 buatan Serum Institute of India (SII), yang telah mengalihkan dosis vaksin untuk digunakan di India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Serpong Utara Positif Corona B1617 India Dirawat di RS Hermina

Warga Serpong Utara Positif Corona B1617 India Dirawat di RS Hermina

Banten | Kamis, 06 Mei 2021 | 13:10 WIB

Warga Tangsel Positif Corona B1617 India Ada di Serpong Utara

Warga Tangsel Positif Corona B1617 India Ada di Serpong Utara

Jakarta | Kamis, 06 Mei 2021 | 12:59 WIB

6 Warga Serpong Positif COVID-19 India, Tertular di Jakarta

6 Warga Serpong Positif COVID-19 India, Tertular di Jakarta

Jakarta | Kamis, 06 Mei 2021 | 12:10 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×