Campuran Vaksin AstraZeneca dan Vaksin Pfizer Bisa Picu Efek Lebih Banyak

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 12 Mei 2021 | 08:17 WIB
Campuran Vaksin AstraZeneca dan Vaksin Pfizer Bisa Picu Efek Lebih Banyak
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Campuran vaksin AstraZeneca dan vaksin Pfizer untuk virus corona Covid-19 dinilai tidak aman. Seseorang bisa mengalami lebih banyak efek samping bila mencampurkan kedua vaksin Covid-19 tersebut.

Menurut penelitian yang menilai dari jenisnya, mendapatkan satu dosis suntikan vaksin AstraZeneca maupun Pfizer pun sudah bisa membuat orang merasa seolah tidak sehat, meskipun baru suntikan pertama.

Tetapi, para ilmuwan di Universitas Oxford meyakinkan bahwa efek samping setelah suntik kedua vaksin Covid-19 itu hanya bertahan singkat dan tidak bisa bertahan lebih dari 48 jam.

Kebanyakan cara kerja vaksin Covid-19 membutuhkan dua kali suntikan yang berjarak 21 hari. Suntikan pertama vaksin Covid-19 biasanya disebut sebagai "primer" dan suntikan kedua disebut "penguat".

Studi Com-CoV pun berusaha mencaritahu kedua jenis vaksin Covid-19 yang bekerja dengan cara yang sangat berbeda bisa bekerja bersama-sama atau tidak.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Ia melibatkan 830 orang yang berusia 50 tahun ke atas di seluruh Inggris untuk melihat 4 rejimen dosis vaksin Covid-19 yang berbeda, antara lain:

  1. Dosis pertama vaksin Oxford-AstraZeneca yang diikuti vaksin Pfizer untuk suntikan dosis kedua.
  2. Dosis pertama vaksin Pfizer yang diikuti vaksin AstraZeneca sebagai suntikan dosis kedua.

Para sukarelawan penelitian dibagi menjadi dua kelompok dan diminta melaporkan efek sampingnya setelah 7 hari. Sekitar 41 persen yang mendapatkan suntikan pertama vaksin Pfizer dan suntikan kedua vaksin AstraZeneca mengalami demam.

Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak bila dibandingkan orang yang menerima dua kai suntikan vaksin Pfizer saja, yakni hanya 21 persen yang mengalami demam.

Sedangkan orang yang mendapatkan suntikan pertama dari vaksin AstraZeneca dan suntikan kedua dari vaksin Pfizer, 34 persen mengalami demam yang juga jauh lebih banyak dibandingkan orang yang hanya menerima suntikan vaksin AstraZeneca saja.

baca juga

Selain demam, jumlah orang yang mengalami efek samping menggigil, kelelahan, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot dan tidak enak badan juga lebih meningkat setelah menerima suntikan kombinasi kedua vaksin Covid-19 tersebut.

Para peneliti juga memperkirakan orang yang lebih muda akan cenderung mengalami peningkatan efek samping. Efek samping yang lebih kuat itu adalah hasil dari reaksi kekebalan tubuh yang lebih kuat.

"Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa campuran dari kedua jenis vaksin Covid-19 yang berbeda bisa mengakibatkan peningkatan efek samping," kata Prof Matthew Snape, Kepala Penyelidik dalam uji coba tersebut dikutip dari The Sun.

Menurut Prof Matthew, uji coba ini perlu dilakukan untuk merencanakan vaksinasi ke depannya, terlebih persediaan vaksin Covid-19 mulai berkurang.

"Kami berharap bisa melaporkan dataini dalam beberapa bulan mendapat. Sementara itu, kami juga meneliti penggunaan parasetamol bisa meredakan efek sampingnya atau tidak," kata Prof Matthew.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KIPI Investigasi Kasus Trio Tewas Usai Divaksin, Keluarga Minta Dilibatkan

KIPI Investigasi Kasus Trio Tewas Usai Divaksin, Keluarga Minta Dilibatkan

Jakarta | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:47 WIB

Meninggal usai Divaksin AstraZenec, Jasad Trio Dikubur di Belakang Rumah

Meninggal usai Divaksin AstraZenec, Jasad Trio Dikubur di Belakang Rumah

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 15:07 WIB

Meninggal usai Divaksin AstraZeneca, Trio Sempat Kejang hingga Pingsan

Meninggal usai Divaksin AstraZeneca, Trio Sempat Kejang hingga Pingsan

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 14:29 WIB

Terkini

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

×