Politisi India Sebut Virus Corona Organisme yang Punya Hak Untuk Hidup

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:59 WIB
Politisi India Sebut Virus Corona Organisme yang Punya Hak Untuk Hidup
Ilustrasi virus covid 19. Di Sumsel, dua daerah masih ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus ini.

Suara.com - Seorang politisi India telah menjadi sorotan karena argumentasinya baru-baru ini. Ia mengklaim bahwa virus corona atau Covid-19 memiliki 'hak untuk hidup' karena itu adalah 'makhluk hidup'.

Sontak komentar itu memicu ejekan dari para pemimpin oposisi di negara tersebut. Seperti dilansir Hindustan Times, Trivendra Singh Rawat, yang juga mantan Menteri Utama negara bagian Uttarakhand, membuat pernyataan itu pada Kamis (13 Mei 2021) yang mengejutkan banyak orang, terutama mengingat bagaimana virus tersebut telah melanda India saat ini.

“Kalau kita bicara filosofis, maka virus Covid-19 juga merupakan organisme hidup yang ingin hidup dan berhak hidup layaknya manusia.”

“Namun, kami menganggap diri kami lebih cerdas daripada organisme hidup lainnya. Kami sekarang mengejarnya dan untuk melarikan diri, virus terus berubah bentuknya, "

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Uttarakhand, sebuah negara bagian di India utara, sama seperti bagian lain negara itu, telah mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang telah menyebabkan sistem perawatan kesehatannya berada di ambang kehancuran. Pada 15 Mei, lebih dari 4.100 orang telah terbunuh karena virus di Uttarakhand saja.

Dapat dimengerti bahwa Kongres Uttarakhand tidak terkesan dengan klaim Rawat dan menembaknya. Wakil presiden Kongres Uttarakhand Suryakant Dhasmana berkata, bahwa yang dikatakan Rawat, yang adalah CM negara bagian, tidak lain adalah bodoh dan tidak masuk akal. Dia sudah gila dan tidak punya penglihatan karena itu dia tiba-tiba digantikan oleh partainya, "

Sementara itu, sekretaris negara bagian Uttarakhand dari Indian Medical Association (IMA) Dr Ajay Khanna mengecam Rawat, mengatakan,

“Itu memalukan dan menghina semua orang yang kehilangan nyawanya karena virus mematikan ini.”

Rawat tidak asing dengan kontroversi. Pada tahun 2019 lalu, seperti dilansir The Hindustan Times, dia mengejutkan orang-orang dengan mengklaim bahwa sapi adalah satu-satunya hewan yang menghirup dan menghembuskan oksigen.

baca juga

Pada bulan Maret tahun ini, partai yang berkuasa di India, Partai Bharatiya Janata (BJP) mengeluarkannya dari partai tersebut, yang diyakini secara luas karena tindakannya yang gegabah dan kontroversial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah 13,7 Juta Warga Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19

Sudah 13,7 Juta Warga Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19

Malang | Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:51 WIB

Hari Ketiga Lebaran, 2.385 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Hari Ketiga Lebaran, 2.385 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19

News | Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:32 WIB

Birgaldo Sinaga Punya Komorbid Covid-19, Ini Tips Aman Selam Pandemi

Birgaldo Sinaga Punya Komorbid Covid-19, Ini Tips Aman Selam Pandemi

Health | Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:50 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×