Studi: Suntikan Tambahan Vaksin Covid-19 Bisa Lindungi Pasien Transplantasi Organ

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 16 Juni 2021 | 16:31 WIB
Studi: Suntikan Tambahan Vaksin Covid-19 Bisa Lindungi Pasien Transplantasi Organ
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Sebuah penelitian kecil memberikan petunjuk bahwa dosis ekstra vaksin Covid-19 mungkin bisa memberikan perlindungan pada orang yang sudah menerima transplantasi organ.

Saat sebagian besar orang dalam kondisi normal bisa menjalani vaksinasi, jutaan orang yang menggunakan obat penekan kekebalan karena transplantasi organ, kanker atau gangguan kesehatan lainnya. Maka, vaksin Covid-19 akan lebih sulit untuk meningkatkan sistem kekebalan yang lemah.

Studi ini telah melacak sekitar 30 pasien transplantasi organ yang merupakan langkah penting untuk membuktikan seberapa penting dan berfungsinya dosis tambahan vaksin Covid-19.

Dosis tambahan vaksin Covid-19 ini memang tidak membantu semua orang. Tapi, 24 pasien nampaknya tidak memiliki perlindungan lebih setelah suntik vaksin dua kali.

Para peneliti dari Universitas Johns Hopkins melaporkan dalam Annals of Internal Medicine mengatakan 8 pasien di antaranya mengembangkan beberapa antibodi penangkal virus setelah mendapatkan suntikan tambahan. Lalu, 6 orang lainnya hanya memiliki antibodi minimal setelah dosis tambahan vaksin Covid-19.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

"Kabar ini sangat menggembirakan," kata Dr Dorry Segev, ahli bedah transplantasi Hopkins yang membantu memimpin penelitian dikutip dari Fox News.

Selanjutnya, tim Segev yang bekerja dengan National Institutes of Health ingin memulai tes yang lebih ketat dari vaksinasi ketiga pada 200 orang penerima transplantasi organ.

Pada pasien transplantasi organ, obat penekan kekebalan yang kuat membuat tubuh menolak transplantasi organ dan rentan terhadap virus corona Covid-19.

Sebelumnya, orang dalam kategori ini dikeluarkan dari tahap awal pengujian vaksin Covid-19. Tapi, dokter mendesak agar mereka divaksinasi dengan harapan bisa mendapatkan perlindungan yang sama.

baca juga

Baru-baru ini, tim Hopkins menguji lebih dari 650 penerima transplantasi organ dan menemukan sekitar 54 persen orang memiliki antibodi penangkal virus setelah menerima dua dosis vaksin Pfizer dan vaksin Moderna. Meskipun, umumnya lebih sedikit daripada orang sehat dan vaksinasi.

Jadi, ini bukan hanya kekhawatiran setelah transplantasi organ. Dr Alfred Kim dari Washington University di St Louis melalui sebuah studi pada pasien dengan rheumatoid arthritis, lupus dan gangguan autoimun lainnya menemukan 85 persen orang mengembangkan antibodi.

Namun, orang yang menggunakan obat penekan kekebalan tubuh tertentu menghasilkan tingkat antibodi yang lebih rendah dan menjadi perhatian.

Terkadang, dokter memberikan dosis tambahan dari vaksin lainnya, seperti hepatitis B kepada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pedoman yang dikeluarkan di Prancis merekomendasikan suntikan vaksin Covid-19 ketiga untuk orang-orang tertentu yang kekebalannya lemah, termasuk penerima transplantasi organ.

AS memang belum mengizinkan vaksinasi Covid-19 tambahan. Tapi, Hopkins mengatakan bahwa semakin banyak pasien dengan gangguan kekebalan mencari sendiri dosis tambahan vaksin Covid-19.

Di San Francisco, Gillian Ladd menyetujui tes darah sebelum dan sesudah menerima dosis tambahan vaksin Covid-19. Pasien penerima transplantasi ginjal dan pankreas, Ladd, sangat ketakutan untuk meninggalkan rumahnya setelah mengetahui bahwa dia tidak memiliki antibodi yang kuat meskipun telah suntik vaksin Pfizer 2 kali.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan suntikan vaksin dosis ketiga benar-benar membantu atau tidak. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk mencari kandidat vaksin Covid-19 terbaik dan perbedaan merek vaksin Covid-19.

Selain itu, para peneliti juga perlu mencari tahu suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau kekebalan ekstra bisa meningkatkan risiko tubuh orang menolak transplantasi organ baru atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Nusantara Disebut Buatan Amerika, Terawan: Enggak Perlu Dijawab, Saya Buktikan

Vaksin Nusantara Disebut Buatan Amerika, Terawan: Enggak Perlu Dijawab, Saya Buktikan

News | Rabu, 16 Juni 2021 | 15:46 WIB

Bocah di Medan Tewas Digigit Anjing, Pihak Kelurahan Akan Vaksin Hewan Peliharaan

Bocah di Medan Tewas Digigit Anjing, Pihak Kelurahan Akan Vaksin Hewan Peliharaan

Sumut | Rabu, 16 Juni 2021 | 15:35 WIB

Warga Pulau di Karimun Antusias Vaksinasi, Petugas Kehabisan Stok Vaksin Covid-19

Warga Pulau di Karimun Antusias Vaksinasi, Petugas Kehabisan Stok Vaksin Covid-19

Batam | Rabu, 16 Juni 2021 | 15:04 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×