Dokter Tirta: Ini Penyebab Kenapa Indonesia Sulit Mengendalikan Pandemi Covid-19

Yasinta Rahmawati, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 12 Juli 2021 | 08:30 WIB
Dokter Tirta: Ini Penyebab Kenapa Indonesia Sulit Mengendalikan Pandemi Covid-19
Dokter Tirta Mandira Hudhi. [Instagram/@dr.tirta]

Suara.com - Banyak yang bertanya kapan Covid-19 akan selesai. Meski wabah ini sudah terjadi pada awal tahun 2020 kemarin, wabah tersebut telah membuat sebagian masyarakat kesulitan. Baik itu UMKM maupun pekerja.

Hal ini diungkap oleh dokter, influencer sekaligus pengusaha dr. Tirta. Ia mengatakan, Indonesia bisa selesai jika vaksinasi menyentuh 80 persen.

"Jawabannya simpel kalau pandemi ingin selesai, yakni kalau vaksinasi sudah menyentuh 80 persen. Kenapa? Karena itu syarat untuk herd immunity, sehingga virus ini kemampuan infeksinya akan menurun," ungkapnya pada acara Yuk Sehat Fisik dan Mental, baru-baru ini.

Dokter Tirta mengatakan, vaksinasi juga melambat dan bermasalah. Dikarenakan capaian vaksinasi pada bulan Mei lalu baru 3 persen. Sehingga dikebut sampai bulan Juni menjadi 10 persen.

"Akhirnya sekarang diprioritaskan, yang divaksin itu di area yang butuh perhatian lebih. Makanya PPKM diberlakukan," ungkapnya lebih lanjut.

Dokter Tirta di webinar "Yuk Sehat Fisik dan Mental"
Dokter Tirta di webinar "Yuk Sehat Fisik dan Mental"

Diharapkan PPKM yang dilakukan di Jakarta bisa meningkatkan herd immunity, di mana masyarakat sudah menjalankan program vaksinasi Covid-19.

Selain itu, jika Jakarta sudah terbentuknya herd immunity, dokter Tirta mengatakan herd immunity akan terjadi saat PPKM dilakukan di daerah.

Namun, PPKM juga sebagian masih bermasalah. Salah satunya angka kasus Covid-19 meningkat. Bahkan dokter Tirta mengatakan di hari keenam PPKM, malah belum bagus.

"Selama PPKM hari keenam malah nggak bagus. Sudah ekonominya tiarap, sekarang angka Covid-19 sudah di angka 30.000. Tentu ini harus jadi bahan evaluasi, kok bisa sih sudah PPKM Darurat, rakyat udah jadi korban kok tetap naik. Berarti kita harus teliti,” ungkapnya.

baca juga

"PPKM bisa nggak ditiadakan? Lho PPKM saja masih kayak gini gimana nggak. Kenapa seperti ini? Ini efek dari tahun lalu, dan kita terlalu menyepelekan, penanganan nggak bener, terlalu glorifikasi, sehingga dampaknya ke ekonomi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemakaman Khusus COVID-19 Penuh, Pemkot Cimahi Bidik 2 Tempat Ini

Pemakaman Khusus COVID-19 Penuh, Pemkot Cimahi Bidik 2 Tempat Ini

Jabar | Minggu, 11 Juli 2021 | 18:31 WIB

Foto Tenda Darurat RSUP Dr Sardjito Banjir Viral, Dapur Gendong Jogja Beri Pasien Donasi

Foto Tenda Darurat RSUP Dr Sardjito Banjir Viral, Dapur Gendong Jogja Beri Pasien Donasi

Jogja | Minggu, 11 Juli 2021 | 18:14 WIB

Aksi Pemotor Pengawal Ambulans: Kami Takut, Tapi Hati Kami Ingin Membantu

Aksi Pemotor Pengawal Ambulans: Kami Takut, Tapi Hati Kami Ingin Membantu

Video | Minggu, 11 Juli 2021 | 18:15 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×