Waspada! Menghirup Asap Kebakaran Bisa Berdampak Pada Kesehatan Mental

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Rabu, 25 Agustus 2021 | 17:45 WIB
Waspada! Menghirup Asap Kebakaran Bisa Berdampak Pada Kesehatan Mental
Petugas berusaha memadamkan api dengan alat seadanya di hutan produksi Petak 42 E, KRPH Kendit, BKPH Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (24/8/2021). ANTARA FOTO

Suara.com - Asap yang dihasilkan dari suatu kebakaran tidak hanya berpengaruh pada paru-paru, tapi juga pada kesehatan mental. Asap bakaran ini biasa ditemukan lewat bakaran sampah, kebakaran hutan, hingga kebakaran rumah.

Melansir Very Well Mind, menghirup asap kebakaran diketahui bisa menyebabkan risiko kesehatan fisik, salah satunya adalah asma.

Namun, semakin banyak bukti yang menunjukkan, menghirup asap kebakaran juga berdampak pada kerusakan otak.

Selain asap yang berasal dari bakaran api, ada materi partikel atau potongan kecil bahan bakar yang mengandung karbon dioksida dan nitrogen dioksida. Oleh sebab itu, partikel inilah yang dapat merusak kesehatan manusia.

Kebakaran hutan di Yunani. (foto: AFP)
Kebakaran hutan di Yunani. (foto: AFP)

Para peneliti masih terus mencari jawaban terkait bagaimana polusi udara dari asap dapat mempengaruhi otak. Namun, beberapa bukti sudah menunjukkan masalah ini.

Seperti studi yang terbit pada tahun 2019 misalnya, menunjukkan bahwa paparan partikel di udara dikaitkan dengan masalah kesehatan mental. Mulai dari kecemasan, depresi, hingga kecenderungan bunuh diri.

Pada peningkatan bunuh diri misalnya, ditemukan ada hubungan yang saling terkait antara paparan polusi udara dengan kunjungan ruang gawat darurat untuk depresi dan bunuh diri.

Selain itu, asap yang berasal dari kebakaran hutan juga menimbulkan trauma serta beban emosional bagi korban.

Sebelumnya, sebuah studi tahun 2017 menunjukkan, mereka yang terpapar partikel asap memiliki tingkat hormon stres yang jauh lebih tinggi. Bahkan, keberadaan polusi udara tidak hanya membuat stres secara psikologis saja, melainkan juga mempengaruhi fungsi hormon normal.

Menurut Ahli Saraf Pediatrik dan Ahli Pengobatan Lingkungan Sarah Rahal, MD, menjelaskan bagaimana partikel asap tersebut masuk ke dalam tubuh.

Dia menjelaskan, partikel yang dihirup lewat paru-paru hingga masuk ke aliran darah, akan berkomunikasi langsung ke otak melalui saluran hidung.

“Partikel ini memang menyebabkan peradangan, sehingga ini bisa memicu sel-sel kekebalan otak yang merespons stres,” ungkap Sarah.

“Dengan begitu, Anda memiliki toksisitas langsung dari partikel ini ke neuron di sistem saraf Anda,” lanjutnya.

Hasilnya, lanjut Sarah, efek neurotoksik ini dapat mengubah struktur otak, sehingga ini bisa menyebabkan masalah neurologis terutama pada anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Anak Asuh Ashanty Kebakaran, Ijazah-Sepeda Pemberian Deddy Corbuzier Ludes

Rumah Anak Asuh Ashanty Kebakaran, Ijazah-Sepeda Pemberian Deddy Corbuzier Ludes

Jakarta | Rabu, 25 Agustus 2021 | 17:27 WIB

Kebakaran Hutan di Situbondo

Kebakaran Hutan di Situbondo

Foto | Rabu, 25 Agustus 2021 | 08:53 WIB

Duka Pedagang Pasar Dungingi yang Selalu Terbakar: Kami Sudah Lelah, Selalu Merugi

Duka Pedagang Pasar Dungingi yang Selalu Terbakar: Kami Sudah Lelah, Selalu Merugi

Bisnis | Selasa, 24 Agustus 2021 | 12:41 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB