Konsumsi Kacang Kenari Tiap Hari, Tingkatkan Kesehatan Jantung

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 02 September 2021 | 09:35 WIB
Konsumsi Kacang Kenari Tiap Hari, Tingkatkan Kesehatan Jantung
Ilustrasi kacang kenari (dok: Pixabay)

Suara.com - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa makan kacang kenari setiap hari menurunkan kolesterol jahat atau LDL. Dengan begitu, konsumsi ini juga bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Melansir dari Healthshoots, menurut sebuah penelitian baru, orang dewasa sehat yang makan segenggam kenari (sekitar 1/2 cangkir) sehari selama dua tahun secara sederhana menurunkan tingkat lipoprotein densitas rendah atau kadar kolesterol LDL.

Mengkonsumsi kenari setiap hari juga mengurangi jumlah partikel LDL, prediktor risiko penyakit kardiovaskular. Temuan penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal American Heart Association 'Circulation'.

Kenari adalah sumber yang kaya asam lemak omega-3 (asam alfa-linolenat), yang telah terbukti memiliki efek menguntungkan untuk kesehatan jantung.

Seorang perempuan sedang menikmati kacang kenari. [Shutterstock]
Seorang perempuan sedang menikmati kacang kenari. [Shutterstock]


“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kacang-kacangan pada umumnya dan kenari pada khususnya, dikaitkan dengan tingkat penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah," ujar rekan penulis studi Emilio Ros, MD, PhD, direktur Klinik Lipid di Endokrinologi dan Layanan Gizi Klinik Rumah Sakit Barcelona di Spanyol.

“Partikel LDL datang dalam berbagai ukuran. Penelitian telah menunjukkan bahwa partikel LDL kecil dan padat lebih sering dikaitkan dengan aterosklerosis, plak atau timbunan lemak yang menumpuk di arteri,” jelas Ros.

Studi ini mendapatkan gambaran lengkap tentang semua lipoprotein dan dampak makan kenari setiap hari pada potensinya untuk menurunkan risiko kardiovaskular.

Penelitian ini dilakukan dari Mei 2012 hingga Mei 2016 dan melibatkan 708 peserta berusia antara 63 hingga 79 (68 persen wanita) yang sehat. Berikut hasil utama penelitian ini, antara lain:

1. Pada 2 tahun, peserta dalam kelompok kenari memiliki kadar kolesterol LDL yang lebih rendah rata-rata 4,3 mg/dL dan kolesterol total diturunkan rata-rata 8,5 mg/dL.

2. Konsumsi kenari setiap hari mengurangi jumlah partikel LDL total sebesar 4,3 persen dan partikel LDL kecil sebesar 6,1 persen. Perubahan konsentrasi dan komposisi partikel LDL ini dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

3. Kolesterol Intermediate Density Lipoprotein (IDL) juga menurun. Diketahui bahwa kolesterol IDL adalah prekursor LDL dan mengacu pada kepadatan antara lipoprotein densitas rendah dan lipoprotein densitas sangat rendah. Dalam dekade terakhir, kolesterol IDL telah muncul sebagai faktor risiko kardiovaskular lipid yang relevan terlepas dari kolesterol LDL.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinggal di Desa dan Belum Menikah Tingkatkan Putus Asa pada Pasien Penyakit  Jantung

Tinggal di Desa dan Belum Menikah Tingkatkan Putus Asa pada Pasien Penyakit Jantung

Health | Kamis, 02 September 2021 | 08:30 WIB

Hina Kristen, Kondisi Terkini Yahya Waloni Usai Dilarikan ke Rumah Sakit karena Jantung

Hina Kristen, Kondisi Terkini Yahya Waloni Usai Dilarikan ke Rumah Sakit karena Jantung

Bali | Rabu, 01 September 2021 | 15:45 WIB

7 Makanan Enak untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat: Cokelat Hingga Buah Alpukat

7 Makanan Enak untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat: Cokelat Hingga Buah Alpukat

Health | Rabu, 01 September 2021 | 14:55 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB