alexametrics

Bukti Baru: Virus Corona Ternyata Bukan Berasal dari Kebocoran Laboratorium

Vania Rossa
Bukti Baru: Virus Corona Ternyata Bukan Berasal dari Kebocoran Laboratorium
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Sebuah studi baru memberikan bukti kuat yang mendukung teori asal mula Covid-19.

Suara.com - Perdebatan soal asal-usul virus corona tampaknya mulai mendapat titik terang. Sebuah studi baru memberikan bukti yang mematahkan teori bahwa virus penyebab Covid-19 berasal dari kebocoran laboratorium.

Laporan pracetak studi tersebut yang dirilis via internet, "memberikan bukti kuat yang mendukung teori asal mula Covid-19, dengan hasil yang sulit disamakan dengan teori kebocoran laboratorium," kata Hamish McCallum, direktur Center for Planetary Health and Food Security di Universitas Griffith, dalam artikel The Conversation pada Jumat (24/9/2021).

Menurut artikel itu, studi tersebut didasarkan pada pemeriksaan pengurutan genetika secara teliti dari dua garis keturunan awal dari orang-orang yang terinfeksi pada akhir 2019 hingga awal 2020.

Kedua garis keturunan itu dibedakan oleh dua nukleotida di dua tempat utama yang berbeda dalam pengurutan gen.

Baca Juga: Virus Corona Memengaruhi Otak, Inilah Alasan Penyintas Covid-19 Jadi Lebih Lambat Berpikir

"Seandainya terjadi peristiwa kebocoran laboratorium tunggal, pemisahan menjadi garis keturunan A dan B pasti sudah terjadi setelah kebocoran laboratorium," kata artikel tersebut, seperti dikutip dari Antara.

"Oleh karenanya kami berharap dapat menemukan sejumlah substansi dari garis keturunan perantara, dengan garis keturunan nukleotida A berada di satu tempat dan garis keturunan nukleotida B berada di tempat lain."

"Namun, jika hampir semua pengurutan gen yang diperoleh dari manusia adalah murni garis keturunan A atau murni garis keturunan B, maka ini menunjukkan bahwa terdapat sedikitnya dua peristiwa limpahan berbeda, baik dari kelelawar langsung atau melalui inang perantara," kata artikel itu.

"Dan evolusi dari dua garis keturunan terjadi sebelum manusia terinfeksi."

"Karena itu, bukti genetik dengan sangat kuat memperlihatkan bahwa terdapat sedikitnya dua peristiwa limpahan berbeda pada populasi manusia," kata artikel tersebut.

Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Kemunculan Varian Virus Corona R.1 Terdeteksi Pertama Kali di Jepang

Komentar