Obat Molnupiravir dan Paxlovid Jadi Pengobatan Penting Bagi Penderita Covid-19 di Rumah

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 20 November 2021 | 11:17 WIB
Obat Molnupiravir dan Paxlovid Jadi Pengobatan Penting Bagi Penderita Covid-19 di Rumah
Ilustrasi Obat. (istockphoto.com)

Suara.com - Para ilmuwan sudah mengembangkan dua obat antivirus yang diyakini efektif menyembuhkan Covid-19, yakni molnupiravir dari Merck dan Ridgeback Therapeutics, serta paxlovid dari Pfizer.

Jika disahkan dalam beberapa minggu mendatang, obat-obatan ini bisa menjadi pilihan pengobatan baru yang penting bagi penderita Covid-19, terutama yang beriskiko tinggi terkena infeksi.

The Conversation melaporkan bahwa hingga saat ini pengobatan Covid-19 di rumah sakit mengandalkan terapi antibodi monoklonal.

Namun, terapi antibodi ini hanya bekerja dengan menghalangi virus memasuki sel. Selain itu, obat juga harus diberikan dalam pengaturan yang dipantau oleh dokter.

Sayangnya, banyak pasien yang seharusnya bisa sembuh dengan antibodi monoklonal tidak memiliki akses karena fasilitas kesehatan terdekat tidak memilikinya.

Sementara itu, molnupiravir dan Paxlovid merupakan obat oral yang dapat dikonsumsi di rumah untuk mencegah komplikasi Covid-19.

Ilustrasi obat dan apotek. (Dok: Istimewa)
Ilustrasi obat dan apotek. (Dok: Istimewa)

Molnupiravir mengurangi risiko rawat inap atau kematian hingga 50% pada pasien dewasa yang mengalami gejala Covid-19 ringan hingga sedang.

Paxlovid juga mengurangi risiko tersebut hingga 89% untuk orang yang mengonsumsinya pada hari ketiga setelah terifeksi. Angkanya menurun hingga 85% pada orang yang sudah terinfeksi dalam lima hari.

Hal terpenting adalah tidak ada pasien meninggal setelah mengonsumsi kedua obat antivirus tersebut dalam penelitian.

baca juga

Kemungkinan, kedua obat tidak membantu pasien untuk pulih lebih cepat pada pasien Covid-19 yang sudah dirawat di rumah sakit. Sebab, sebagian besar pasien yang dirawat sudah mengalami peradangan parah, bukan karena virus masih bereplikasi di dalam tubuh mereka. Sementara kedua obat itu bekerja dengan menahan virus bereplikasi.

Obat antivirus lain yang sedang dalam pengembangan adalah remdesivir, yang dikembangkan menjadi bentuk oral, dan antibodi monoklonal suntik bekerja tahan lama.

Ilmuwan juga mencoba menggunakan obat-obatan yang ada untuk mengobati Covid-19, seperti steroid budesonide dan antidepresan fluvoxamine.

Meski obat sudah dikembangkan, pencegahan masih merupakan strategi terbaik. Vaksin Covid-19 terus menjadi 'alat' paling efektif untuk membantu mengakhiri pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pfizer Izinkan Indonesia dan 94 Negara Berkembang Produksi Pil Antivirus

Pfizer Izinkan Indonesia dan 94 Negara Berkembang Produksi Pil Antivirus

News | Rabu, 17 November 2021 | 13:15 WIB

Pil Antivirus Paxlovid Diklaim Turunkan Risiko Kematian Akibat Covid-19

Pil Antivirus Paxlovid Diklaim Turunkan Risiko Kematian Akibat Covid-19

Health | Sabtu, 06 November 2021 | 13:28 WIB

Pesan Wamenkes: Obat Antivirus Bukan Kunci Berakhirnya Pandemi

Pesan Wamenkes: Obat Antivirus Bukan Kunci Berakhirnya Pandemi

Health | Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:31 WIB

Terkini

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:48 WIB

×