Waspadai Gejala Diabetes, Seberapa Sering Anda Buang Air Kecil?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 15 Desember 2021 | 20:33 WIB
Waspadai Gejala Diabetes, Seberapa Sering Anda Buang Air Kecil?
Ilustrasi Buang Air Kecil (Pexels/Miriam Alonso)

Suara.com - Diabetes adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan sejumlah komplikasi bila tidak terdiagnosis cepat dan segera ditangani.

Sekitar 90 persen dari semua kasus diabetes disebabkan oleh diabetes tipe 2. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang berjuang untuk memproduksi cukup hormon insulin atau tubuh tidak bereaksi terhadap insulin.

Insulin membantu mengubah gula dalam darah menjadi energi yang dapat digunakan. Tapi, cukup sulit untuk mengetahui diri kita rentan menderita diabetes atau tidak, sehingga perlu mengenali tanda-tandanya.

Salah satu gejala diabetes yang paling umum adalah rasa haus. Akibatnya, pasien mungkin mulai minum lebih banyak cairan daripada biasanya yang mengakibatkan penderita lebih sering buang air kecil di toilet.

Orang dalam kondisi ini mungkin saja buang air kecil lebih dari 5 liter urine dalam satu hari. Kondisi ini disebabkan oleh rasa haus berlebihan yang dikenal sebagai polidipsia.

Ilustrasi diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]
Ilustrasi diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Rata-rata orang dewasa mengeluarkan urine antara 250 dan 400 ml dalam sekali buang air kecil di toilet. Jumlah ini setara dengan 2 cangkir penuh.

Polidipsia adalah istilah yang menggambarkan rasa haus berlebihan dan salah satu gejala awal diabetes.

"Jika Anda merasa haus sepanjang waktu atau rasa haus Anda lebih kuat dari biasanya dan tetap terasa meskipun sudah minum air cukup banyak, itu bisa menjadi tanda diabetes," kata Diabetes UK dikutip dari Express.

Tapi, Anda tidak bisa menyimpulkan diri sendiri menderita diabetes hanya karena mengalami sensasi rasa haus. Karena, sensasi ini juga bisa disebabkan oleh banyak hal lainnya.

Gejala polidipsia lebih terlihat seperti rasa haus terus-menerus yang sulit dijelaskan dan tetap terasa ketika sudah minum air. Seseorang dalam kondisi ini juga lebih sering buang air kecil sekitar 5 liter per hari.

Jika Anda menderita diabetes dan mulai merasa haus yang luar biasa, ada baiknya Anda memeriksakan kadar gula darah Anda.

Rasa haus terus-menerus yang berlangsung selama beberapa hari harus dikonsultasikan dengan dokter. Polidipsia kemungkinan besar disertai dengan buang air kecil lebih banyak dari biasanya dan rasa lapar yang terus-menerus.

Sementara itu, gejala diabetes lainnya termasuk kelelahan tanpa alasan, luka yang susah sembuh atau membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan penglihatan kabur.

Anda bisa menurunkan risiko diabetes dengan mengonsumsi makanan sehat dan olahraga rutin setidaknya 150 menit setiap minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Kopi bagi Kesehatan Tubuh, Dipercaya Bisa Meningkatkan Aktivitas Otak

5 Manfaat Kopi bagi Kesehatan Tubuh, Dipercaya Bisa Meningkatkan Aktivitas Otak

Your Say | Rabu, 15 Desember 2021 | 20:01 WIB

Sering Haus dan Bolak-balik ke Kamar Mandi, Bisa Jadi Gejala Diabaetes

Sering Haus dan Bolak-balik ke Kamar Mandi, Bisa Jadi Gejala Diabaetes

Health | Rabu, 15 Desember 2021 | 12:13 WIB

Hati-Hati, Suplemen Ini Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes

Hati-Hati, Suplemen Ini Bisa Tingkatkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes

Health | Selasa, 14 Desember 2021 | 08:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB