Ini Daerah Dengan Tingkat Vaksinasi Covid-19 Pertama Tertinggi Indonesia

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 22 Desember 2021 | 16:55 WIB
Ini Daerah Dengan Tingkat Vaksinasi Covid-19 Pertama Tertinggi Indonesia
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Pemerinta Indonesia hingga kini masih terus mempercepat dan memperluas pemberian vaksinasi Covid-19. Dari seluruh daerah, Jawa Barat disebut memiliki tingkat vaksinasi Covid-19 dosis pertama terttinggi.

Hingga 21 Desember, lebih dari 26 juta warga Jawa Barat sudah melakukan vaksinasi dosis pertama. Sementara posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan jumlah 23 juta warga lalu Jawa Tengah dengan 21 juta warga serta DKI Jakarta dengan jumlah 11 juta warga.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengakselerasi program vaksinasi dosis 1 dan 2. Hingga 21 Desember, angka vaksinasi dosis 1 di Jawa Barat sudah mencapai 70 persen dan dosis 2 mencapai 50 persen lebih.

Ridwan Kamil mengatakan, laju peningkatan vaksinasi sebesar 1 persen dalam dua hari. Karena itu, Kang Emil – panggilan Ridwan Kamil – optimistis angka vaksinasi bisa tembus 75 persen hingga 31 Desember 2021.

“Kami melakukan sejumlah inovasi untuk mengakselerasi angka vaksinasi dosis pertama dan kedua. Contohnya, para penerima bantuan sosial diwajibkan untuk melakukan vaksinasi dulu sebelum menerima bansos,” kata Kang Emil dikutip dari keterangannya, Rabu, (22/12/2021). 

Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Foto: Antara]

Kang Emil menambahkan, Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia yaitu 50 juta. Jadi, kata Kang Emil, Jawa Barat akan selalu kesulitan apabila terjadi krisis.

Meski mempunyai jumlah penduduk yang besar, Jawa Barat mampu mengakselerasi vaksinasi dosis pertama dan kedua. Salah satu caranya dengan cara jemput bola yaitu puskesmas mendatangi perumahan penduduk untuk melakukan vaksinasi.

“Di Jawa Barat, jumlah puskesmas itu sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk. Karena itu, puskesmas yang keliling mendatangi masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Selain itu, Pemprov Jabar juga terus menyempurnakan sistem terkait pengendalian Covid-19,” jelas Kang Emil.

Sekretaris Pemerintah Kota Cirebon Agus Mulyadi mengatakan, pemkot melakukan sinergi dengan berbagai pihak termasuk TNI/Polri dalam melakukan vaksinasi. Selain itu, kolaborasi dengan pentahelix seperti akademisi juga sudah dilakukan.

baca juga

“Keinginan kami adalah pada akhir tahun nanti seluruh warga kota Cirebon sudah melakukan vaksinasi. Kami terus melakukan sinergi dengan sejumlah pihak agar angka vaksinasi dosis pertama bisa mencapai 100 persen,” jelas Agus Mulyadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Harun Al Rasyid mengatakan, ada banyak kendala yang dialami Pemkab dalam melakukan vaksinasi. Kata dia, tidak semua warga bisa divaksinasi pada pagi dan siang hari.

“Kami melakukan strategi dengan menggelar vaksinasi pada malam hari. Dengan cara ini kami berharap angka vaksinasi dosis pertama bisa mencapai 75 persen pada akhir tahun. Saat ini, vaksinasi dosis pertama baru mencapai 67 persen,” ujar Harun.

Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengapresiasi keberhasilan Jawa Barat dalam menjalankan vaksinasi dosis pertama dan juga kedua. Namun, kata Siti Nadia, Pemprov Jawa Barat masih harus bekerja keras untuk meredam laju kasus positif Covid-19.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Barat termasuk provinsi dengan peningkatan jumlah angka kasus positif yang tinggi sehingga masuk kategori risiko tinggi.

“Ini mungkin karena mobilitas yang dilakukan warga Jawa Barat. Jadi saya mohon perhatian Pak Gubernur terkait penambahan kasus di Jawa Barat ini,” jelas Siti Nadia.

Siti Nadia menambahkan, Jawa Barat masuk 5 besar provinsi dengan angka kematian terendah di Indonesia yaitu 2,2 persen. Jawa Barat. Posisi pertama hingga keempat ditempati Papua Barat, Bengkulu, Banten dan Sulawesi Selatan.

Manajer Riset Katadata Insight Center Vivi Zabkie menjelaskan, masih banyak warga yang tidak mau divaksinasi. Berdasarkan survei yang dilakukan Katadata Insight Center bersama change.or, 38 persen responden tidak mau divaksinasi.

“Alasan paling banyak adalah asal imun kuat sehingga tidak perlu divaksinasi lalu alasan berikutnya adalah tidak percaya dengan Covid-19 serta pernah positif Covid-19,” jelas Vivi.

Kata Vivi, respon juga banyak yang tidak percaya dengan vaksin Covid-19. Salah satu alasannya adalah masih bisa kena Covid-19 setelah divaksinasi. Ini membuat responden merasa tidak ada gunanya divaksinasi.

Vivi menambahkan, pemerintah pusat dan daerah mempunyai pekerjaan rumah yang cukup berat untuk terus mengakselerasi angka vaksinasi khususnya dosis 2. Karena, vaksin booster belum bisa diterapkan apabila masih banyak warga yang belum melakukan vaksinasi kedua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun, Ini yang Perlu Orangtua Persiapkan dan Ketahui

Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun, Ini yang Perlu Orangtua Persiapkan dan Ketahui

Health | Rabu, 22 Desember 2021 | 16:45 WIB

16 Kali Suntik, Joki Vaksin asal Pinrang Sebut Atasi Efek Samping Pakai Air Kelapa

16 Kali Suntik, Joki Vaksin asal Pinrang Sebut Atasi Efek Samping Pakai Air Kelapa

Health | Rabu, 22 Desember 2021 | 16:21 WIB

Takut Jarum Suntik tapi Mau Ikut Liburan, Bocah Ini Akhirnya Mau Disuntik Vaksin COVID-19

Takut Jarum Suntik tapi Mau Ikut Liburan, Bocah Ini Akhirnya Mau Disuntik Vaksin COVID-19

Jabar | Rabu, 22 Desember 2021 | 16:16 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×