Orangtua, Ini Faktor yang Menyebabkan Anak Rentan Alami Stres saat Ujian Sekolah

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 11 Januari 2022 | 16:56 WIB
Orangtua, Ini Faktor yang Menyebabkan Anak Rentan Alami Stres saat Ujian Sekolah
Ilustrasi Ujian (Pixabay.com/MoteOo)

Suara.com - Ujian sekolah kerap menjadi momok bagi anak. Terlebih jika anak harus menghadapi ujian mata pelajaran yang tidak mereka sukai. Baik ujian harian di sekolah maupun persiapan tes tertulis masuk universitas, ujian bisa memicu stres pada anak.

Hal yang perlu dikathui orangtua adalah, kondisi stres setiap anak bisa berbeda. Namun pemicunya bukan selalu dipengaruhi kemampuan anak mengerjakan soal ujian.

Menurut psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana, stres ujian pada anak biasanya dipengaruhi kepribadian dan kebiasaan anak itu sendiri.

"Ada polanya sebetulnya, tapi saya tidak bilang fix karena ini berangkat dari pengalaman praktik. Saya melihat bukan siswa yang berprestasi, bukan siswa yang biasa-biasa saja (yang mudah stres saat ujian)."

"Saya justru banyak ketemu siswa yang biasa saja, mereka lebih santai," kata Vera dalam webinar bersama Ruang Guru, Selasa (11/1/2022)

Selama menjalani praktik sebagai psikolog, Vera sering menemukan kasus stres akibat ujian sekolah pada anak dengan tingkat kemandirian rendah. Baik tidak mandiri dalam mengerjakan sesuatu, maupun dalam memutuskan hal tertentu.

"Kemudian remaja yang selama ini selalu mudah jalan hidupnya, apa-apa dapat tersedia, itu yang sepertinya jadi orang tidak tangguh. Dan satu lagi, tidak terbiasa untuk punya backup plan," imbuhnya.

Selain karena faktor kemandirian, secara fisik remaja memang belum bisa maksimal mengontrol emosi layaknya orang dewasa.

Oleh sebab itu, sering kali mereka mudah berekspresi berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya sederhana. "Kita orang dewasa mungkin melihatnya lebay. Tapi tidak untuk mereka," kata Vera.

Ia menjelaskan bahwa secara biologis, kemampuan hormon dalam tubuh remaja sedikit berbeda dengan orang dewasa. Salah satunya pada fungsi hormon Hipotalamus Pituitary Adrenal (HPA) pada tubuh remaja justru berfungsi sebaliknya.

baca juga

"Hormon HPA yang tugasnya membantu untuk meredakan cemas. Tapi di remaja, entah kenapa belum ada yang tahu penyebabnya, hormon ini bekerja sebaliknya. Jadi ketika mereka cemas, stres, hormon ini melipatgandakannya," jelas Vera.

Ia menyarankan, orangtua jangan langsung memarahi atau memberikan anak nasihat panjang lebar. Karena dalam situasi stres dan cemas, sebenarnya anak hanya ingin didengarkan keluh kesahnya oleh orangtua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Tanda Kesehatan Mental Terguncang Akibat Stres Berlebihan

4 Tanda Kesehatan Mental Terguncang Akibat Stres Berlebihan

Health | Selasa, 11 Januari 2022 | 12:27 WIB

Manfaat Memiliki Kucing yang Berperan Penting Menjaga Kesehatan Mental

Manfaat Memiliki Kucing yang Berperan Penting Menjaga Kesehatan Mental

Your Say | Senin, 10 Januari 2022 | 16:10 WIB

Kenapa Kucing Tidur Terus dan Lemas? Berikut 7 Penyebabnya

Kenapa Kucing Tidur Terus dan Lemas? Berikut 7 Penyebabnya

Lifestyle | Senin, 10 Januari 2022 | 13:31 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×