Satgas Covid-19: CT Value Tak Bisa Jadi Acuan Kesembuhan dan Keparahan Pasien Virus Corona

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 23 Februari 2022 | 16:45 WIB
Satgas Covid-19: CT Value Tak Bisa Jadi Acuan Kesembuhan dan Keparahan Pasien Virus Corona
tes PCR di Bandara Radin Inten II Lampung. [ANTARA]

Suara.com - Selama ini masyarakat masih sering mempertanyakan nilai CT Cycle Threshold) pada tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk menentukan kesembuhan dan keparahan seseorang. Menanggapi hal tersebut, Satgas menegaskan bahwa CT value tidak dapat dipakai untuk menentukan derajat keparahan gejala maupun kesembuhan.

"Banyak orang yang memahami bahwa nilai CT tinggi itu berarti aman, sebentar lagi sembuh, salah besar. Nilai CT yang tinggi bisa terjadi pada saat tahap awal dan infeksi, dan kemudian bisa berkembang menjadi turun nilai CT-nya," ujar Panel Ahli Satgas Penanganan Budiman Bela seperti dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan, pasien dengan hasil PCR positif harus tetap berhati - hati saat nilai CT tinggi dan segera melapor ke puskesmas setempat.

"Ingat, kalau sekarang tidak sesak, jangan kira nanti tidak bisa berkembang jadi sesak. Atau kalau tidak pernah sesak, jangan kira itu tidak bahaya, bisa saja happy hypoxia, di mana pasien tidak tahu bahwa dia sedang sesak," tuturnya.

Seorang siswa peserta PTM di Kota Cimahi mengikuti tes PCR acak. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Seorang siswa peserta PTM di Kota Cimahi mengikuti tes PCR acak. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Demikian pula jika hasil tes PCR negatif, ia meminta masyarakat juga tetap waspada, mengingat hasil tes PCR tidak 100 persen akurat.

"Sebagus-bagusnya hasil pemeriksaan, hasil pemeriksaan tersebut tidak 100 persen akurat, masih di sekitar 95 persen, berarti masih ada lima persen yang berpotensi terjadi kenapa-kenapa," paparnya.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan agar tidak terpapar . Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan tidak ada tes PCR yang hasilnya 100 persen sempurna.

"Tidak ada tes PCR yang 100 persen sempurna, karena dari sensitivitas maupun spesifikasinya kisarannya antara 95-99 persen. Jadi kalau tes kita kemarin sampai 500.000, sehari ada 5.000 yang bisa 'missed'," ujar dia.

Dia mengatakan tidak ada tes PCR di manapun di dunia yang tingkat akurasinya 100 persen.

baca juga

Oleh karena itu, dia menyampaikan, berkaitan dengan kedatangan orang dari luar negeri yang sering kali ramai, Kementerian Kesehatan telah mengizinkan untuk melakukan tes pembanding.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! 589 Tenaga Kesehatan di Kota Solo Dikabarkan Terpapar Covid-19

Duh! 589 Tenaga Kesehatan di Kota Solo Dikabarkan Terpapar Covid-19

Surakarta | Rabu, 23 Februari 2022 | 16:17 WIB

Dinkes DKI Jakarta: Pasien Demam Berdarah Disertai Covid-19 Bisa Dirawat di RS Rujukan Covid-19

Dinkes DKI Jakarta: Pasien Demam Berdarah Disertai Covid-19 Bisa Dirawat di RS Rujukan Covid-19

Jakarta | Rabu, 23 Februari 2022 | 16:16 WIB

Suasana Haru Iringi Upacara Pelepasan Jenazah Nakes di Wisma Atlet

Suasana Haru Iringi Upacara Pelepasan Jenazah Nakes di Wisma Atlet

Foto | Rabu, 23 Februari 2022 | 15:50 WIB

Terkini

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 10:25 WIB

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Riau | Senin, 28 September 2026 | 10:23 WIB

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:22 WIB

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:20 WIB

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:19 WIB

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:09 WIB

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Banten | Senin, 28 September 2026 | 10:08 WIB

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 10:07 WIB

×