Menkes Budi Ungkap Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Kutukan, Kenapa?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 26 Maret 2022 | 22:06 WIB
Menkes Budi Ungkap Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Kutukan, Kenapa?
Kemenkes Akan Bangun 6 RS Khusus Ibu dan Anak. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap ancaman kutukan bonus demografi Indonesia di 2022 mendatang. Hal ini karena bonus demografi yang seharusnya menguntungkan, malah jadi beban negara karena jumlah pemuda yang seharusnya sehat dan produktif membangun negara, malah mudah sakit karena saat usia bayi alami stunting atau terserang penyakit.

"Banyak orang berbicara kita bisa menjadi bonus demografi, tetapi juga bisa menjadi kutukan demografinya. Mengapa? Karena kita (angka) stunting 24 persen. Sekarang kita punya banyak bayi tapi IQ mereka hanya 80 persen di bawah standar, itu bukan bonus, itu kutukan," ujar Menkes Budi saat melakukan kunjungan di RS Kanker Dharmais, Sabtu (26/3/2022).

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak.

Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia, yang bahkan mempengaruhi kondisi otak dan kemampuan berpikirnya saat dewasa.

Meski begitu, kata Menkes Budi, Kemenkes terus melakukan perbaikan dari mulai lakukan skrining ibu hamil dan bayi baru lahir yang berisiko alami stunting, sehingga bisa langsung diintervensi jika kekurangan gizi setelah dilahirkan.

Namun, ia juga membenarkan bahwa Indonesia masih perlu melakukan perbaikan fasilitas layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk dengan membangun rumah sakit khusus ibu dan anak.

"Agar mereka bisa hidup sehat dan cerdas untuk menjadi lebih produktif dalam 20 atau 30 tahun ke depan, sangat penting untuk mengamankan perekonomian Indonesia di masa depan," jelas Menkes Budi.

Melalui cara ini, jika ibu hamil dan anak sudah diskrining sejak awal kehamilan dan sejak dilahirkan, setelahnya jika kedapatan ibu dan anak yang memiliki penyakit, maka bisa disembuhkan atau diminimalisir.

Alhasil, baik ibu dan anak, kualitas hidup keduanya bisa terjaga hingga dewasa dan bonus demografi Indonesia bisa dimaksimalkan di 2030 mendatang.

baca juga

Kabar baiknya, Indonesia baru saja mendapat bantuan dari investasi kesehatan pendanaan IsDB Group untuk pembangunan 6 rumah sakit khusus ibu dan anak di Indonesia.

Pembangunan 6 rumah sakit ibu dan anak ini, akan berada di dalam rumah sakit naungan Kemenkes RI, dan mulai akan dibangun pada 2022 dan diprediksi rampung 2023.

"Indonesia negara anggota terpenting di IsDB Group, dari puluhan negara, Indonesia jadi tujuan yang akan dikembangkan kesehatannya," jelas President of IsDB, Dr. Muhammad Sulaiman Al Jasser di acara yang sama.

Jasser melanjutkan, bahwa pemilihan fokus RS ibu dan anak, akan mengikuti tujuan pembangunan kesehatan di negara tersebut.

Perlu diketahui, penyakit ibu dan anak ini jadi satu dari sembilan penyakit yang jadi prioritas Indonesia, seperti stroke, jantung, kanker, diabetes melitus, hepatitis atau penyakit hati, ginjal, TBC dan penyakit infeksi emerging.

"Kita sangat fokus pada pengembangan dan mendukung yang jadi fokus pemerintah. IsDB dalam hal ini mengapresiasi Kemenkes yang sangat memperhatikan kesan awal project ini didesain dan sudah menganalisis ini dengan baik," lanjut Jasser.

Adapun fasilitas dan peralatan rumah sakit ibu dan anak dalam proyek ini, di antaranya meliputi:

  1. RS Kanker Dharmais, berupa pembangunan Tower C “Woman and Child Cancer Center”, terdiri dari 18 lantai dengan tig basement.
  2. RS Persahabatan, berupa pembangunan Gedung Respirasi ibu dan anak terdiri dari 8 dan 6 lantai.
  3. RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, berupa dibangunnya Gedung Mother and Child Healthcare Centre (MCHC) terdiri dari dari 8 lantai plus 1 basement.
  4. RS dr Sardjito, pengadaan bangunan Maternal and Pediatric Tower terdiri dari 8 lantai.
  5. RSUP Sanglah Denpasar, akan dibangun gedung ibu dan anak 4 lantai dan 1 basement .
  6. RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, akan dibuat gedung Pusat Layanan Ibu dan Anak terdiri dari 8 lantai dengan 1 unit perparkiran 5 lantai dan 1 basement.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Sebut Warga Indonesia Punya Super Immunity, Bikin Jadi Kebal Covid-19?

Menkes Sebut Warga Indonesia Punya Super Immunity, Bikin Jadi Kebal Covid-19?

Health | Kamis, 24 Maret 2022 | 17:10 WIB

Menkes Budi Ungkap Alasan Indonesia Lolos dari Lonjakan Kasus Covid-19 Varian BA.2

Menkes Budi Ungkap Alasan Indonesia Lolos dari Lonjakan Kasus Covid-19 Varian BA.2

Health | Kamis, 24 Maret 2022 | 12:04 WIB

Kesulitan Baca Materi Tak Detail di Rapat, Anggota DPR "Ngamuk" ke Menkes Budi Gunadi: Kami Bukan Akuntan Apalagi Staf!

Kesulitan Baca Materi Tak Detail di Rapat, Anggota DPR "Ngamuk" ke Menkes Budi Gunadi: Kami Bukan Akuntan Apalagi Staf!

News | Selasa, 22 Maret 2022 | 12:42 WIB

Terkini

Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas

Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Micellar Water Viva Ada Berapa Macam? Cek 4 Varian dan Kandungannya

Micellar Water Viva Ada Berapa Macam? Cek 4 Varian dan Kandungannya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Emiten BMHS Perkuat Diagnostik, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Double Digit

Emiten BMHS Perkuat Diagnostik, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Double Digit

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Antrean BBM di Riau Tak Kunjung Reda, SF Hariyanto Panggil Pertamina

Antrean BBM di Riau Tak Kunjung Reda, SF Hariyanto Panggil Pertamina

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Shin Tae-yong Blak-blakan Kondisi Marselino Ferdinan, Tampil di Piala Asia 2027 Masih Tanda Tanya

Shin Tae-yong Blak-blakan Kondisi Marselino Ferdinan, Tampil di Piala Asia 2027 Masih Tanda Tanya

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Akhir Era Naik Kelas Otomatis: Mendikdasmen Kaji Ulang Kebijakan Demi Cegah Fenomena RMS

Akhir Era Naik Kelas Otomatis: Mendikdasmen Kaji Ulang Kebijakan Demi Cegah Fenomena RMS

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Spesifikasi Khuzama Bola yang Bakal Dipakai di Piala Asia 2027, Terinspirasi dari Bunga Lavender

Spesifikasi Khuzama Bola yang Bakal Dipakai di Piala Asia 2027, Terinspirasi dari Bunga Lavender

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Rupiah Anjlok Hari Ini, Nyaris ke Level Rp 18.000 Lagi

Rupiah Anjlok Hari Ini, Nyaris ke Level Rp 18.000 Lagi

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Kenapa Bedak Tidak Mau Menempel di Wajah? Ini 8 Penyebabnya!

Kenapa Bedak Tidak Mau Menempel di Wajah? Ini 8 Penyebabnya!

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Dilema Sandwich Generation: Ketika Memilih Diri Sendiri Terasa Sangat Egois

Dilema Sandwich Generation: Ketika Memilih Diri Sendiri Terasa Sangat Egois

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×