Kesulitan Baca Materi Tak Detail di Rapat, Anggota DPR "Ngamuk" ke Menkes Budi Gunadi: Kami Bukan Akuntan Apalagi Staf!

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Selasa, 22 Maret 2022 | 12:42 WIB
Kesulitan Baca Materi Tak Detail di Rapat, Anggota DPR "Ngamuk" ke Menkes Budi Gunadi: Kami Bukan Akuntan Apalagi Staf!
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI. Gegara Sulit Baca Materi Tak Detail dari Menkes, Anggota DPR "Ngamuk" ke Budi Gunadi: Kami Bukan Akuntan Apalagi Staf! (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin lagi-lagi mendapat sorotan dari anggota Komisi IX DPR dalam rapat kerja. Sebelumnya Menkes mendapat teguran lantaran tidak dianggap menghargai anggota DPR di raker pada Selasa (25/1).

Kekinian Budi kembali mendapat sorotan lantaran membagikan materi rapat kerja pada hari ini yang dinilai tidak detail sehingga menyulitkan untuk dipahami. 

Adapun materi tersebut berkaitan dengan raker membahas pergeseran pagu alokasi Kemenkes tahun anggaran 2022 sesuai perubahan struktur organisasi dan tata kerja Kemenkes.

Sorotan pun datang dari Anggota Komisi IX Dewi Asmara. Dewi menilai materi rapat yang diberikan Menkes seperti rencana bisnis dalam ringkasan eksekutif atau executive summary. Hal itu yang membuat materi sulit untuk dipahami. Padahal raker hari ini merupakan rapat resmi, terlebih membahas perubahan anggaran.

Dewi meminta agar Kemenkes terutma tidak menyamakan cara pandang anggota DPR dengan staf atau pegawai mereka.

"Kan ini rapat resmi, kemudian bahan itu kan ada persyaratan layaknya bahan, bukan executive summary mirip ke siapa gitu. Kita bahas anggaran masak cuma kayak eksekutif summary kayak gini. Rasa-rasanya juga nggak seperti ini kalau pemerintah memberikan bahan di Badan Anggaran," kata Dewi.

"Jadi kami enggak bisa bahas seperti executive summary, terus dianggap kami udah ngerti kayak pegawai, kami staf di Kemenkes. Enggak lah. Jadi saya minta kepada pimpinan kami keberatan seperti itu karena apa yang mau dibahas kalau enggak ada apa-apa kenapa enggak detail," ujar Dewi.

Karena itu, Dewi meminta agar materi rapat diperbaiki kembali.

"Silakan saja eselon satu perbaiki dulu, kan ini bukan bahan baru, enggak ada yang berubah, apa susahnya. Ya ga niat kasih yang bener saja," kata Dewi.

baca juga

Kritik Materi Rapat

Sementara itu, anggota Komisi IX Fraksi PAN Saleh Daula, mengkritik soal materi rapat yang baru dikirimkan Kemenkes ke Komisi IX pada Senin malam. Padahal sebelumnya Kemenkes sendiri yang meminta ada agenda rapat pada hari ini, bahkan jauh hari sebelum DPR memasuki masa reses kemarin.

Saleh juga menyoroti jawaban Budi terkait agenda rapat pada hari ini. Saleh tidak puas dengan Budi karena dianggap tidak menjawab semua pertanyaan.

"Kesan saya dari jawaban pak menteri yang barusan saja tadi dijelakan, ini sebetulnya ngga ada perubahaan ya kan. Substansi program sama. Lalu kenapa pak menteri minta ini rapat? Sudah nggak usah rapat saja, saya minta ditutup saja rapat ini," kata Saleh.

Senada dengan Dewi, Saleh juga mengeluhkan materi rapat yang dianggap susah dibaca oleh para anggota DPR lantaran tidak bersifat detail. 

"Ini kan soal angka. Kami ini kan bukan akuntan, kami ini hanya anggota DPR biasa yang baca ini gak seperti pak menteri membaca yang memang sudah orang keuangan," kata Saleh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegas! Anggota DPR Minta Mendag Lutfi Tak Asal Bicara soal Minyak Goreng

Tegas! Anggota DPR Minta Mendag Lutfi Tak Asal Bicara soal Minyak Goreng

Jabar | Selasa, 22 Maret 2022 | 11:32 WIB

Kecewa Berat Ingkari soal Minyak Goreng, Anggota DPR Minta Mendag Lutfi Jangan Asal Bicara Lagi: Janjinya Palsu!

Kecewa Berat Ingkari soal Minyak Goreng, Anggota DPR Minta Mendag Lutfi Jangan Asal Bicara Lagi: Janjinya Palsu!

News | Selasa, 22 Maret 2022 | 11:11 WIB

Di IPU-144, Puan Maharani Suarakan Harapan Generasi Muda yang Ingin Perubahan Iklim Segera Ditanggulangi

Di IPU-144, Puan Maharani Suarakan Harapan Generasi Muda yang Ingin Perubahan Iklim Segera Ditanggulangi

DPR | Senin, 21 Maret 2022 | 15:38 WIB

Bikin Gaduh, Alasan PKB Tolak Usulan PKS soal Hak Angket Minyak Goreng

Bikin Gaduh, Alasan PKB Tolak Usulan PKS soal Hak Angket Minyak Goreng

News | Senin, 21 Maret 2022 | 11:54 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×