Sering Nyeri Haid karena Endrometriosis Juga Sebabkan Masalah Mental, Mengapa?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 30 Maret 2022 | 10:01 WIB
Sering Nyeri Haid karena Endrometriosis Juga Sebabkan Masalah Mental, Mengapa?
Ilustrasi Endometriosis (Pexels/Andrea Piacquadio).

Suara.com - Tidak melulu masalah fisik, perempuan dengan endometriosis juga dihadapkan pada sakit mental, karena mendapatkan tekanan psikologi dari berbagai pihak.

Dikatakan Psikolog, Rika Vira Zwagery kerap menemukan perempuan dengan endometriosis menderita kecemasan, gangguan suasana hati, kehilangan kontrol diri, ketakutan, merasa tidak berdaya, pesimis, hingga depresi.

Ilustrasi pramenstruasi (Pixabay.com/@nastya_gepp)
Ilustrasi Endometriosis (Pixabay.com/@nastya_gepp)

Endometriosis  adalah kondisi di mana jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim atau endometrium, tumbuh dan menumpuk di luar rahim.

Alih-alih endometrium menumpuk di dalam rahim sebagai tempat janin menempel, tapi malah tubuh di luar rahim. Ini jugalah yang menyebabkan endometriosis kerap menyebabkan infertilitas atau gangguan kesuburan.

“Di tengah tekanan-tekanan yang mungkin mereka rasakan, dan pada saat bersamaan mereka harus menjalani pengobatan dalam waktu yang panjang, maka mereka akan cenderung mengalami stress bahkan depresi," ujar Rika dalam acara diskusi #DontLiveWithPain, Selasa (29/3/2022).

Rika lantas menganalogikan kondisi mental pasien endometriosis sebagai pendulum, yaitu kondisi fisik seseorang yang berdampak pada kesehatan mental. Alhasil, kondisi mental inilah yang akhirnya memperparah gejala endometriosis,

Tekanan yang menyebabkan sakit mental ini, karena perempuan endometriosis umumnya dipandang sebagai orang lemah, mudah sakit, dan kerap merepotkan karena harus izin saat gejalanya timbul, khususnya gejala nyeri saat haid yang sangat mengganggu aktivitas.

Inilah sebabnya, kata Rika perempuan penderita endometriosis harus didukung dengan support system yang kuat.

Support system tersebut terdiri dari pasangan, keluarga, rekan kerja, dokter, psikolog dan komunitas pasien yang bekerjasama dan saling memberikan dukungan untuk mengoptimalkan kondisi pasien.

“Penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan yang baik antara pasien dengan support system-nya merupakan faktor protektif bagi kesehatan mental pasien endometriosis sehingga dapat memperbaiki kondisi mereka," tutup Rika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Poin Peers-Pressure, Fakta yang Bikin Para Remaja Malas Bersosialisasi

3 Poin Peers-Pressure, Fakta yang Bikin Para Remaja Malas Bersosialisasi

Your Say | Selasa, 29 Maret 2022 | 18:12 WIB

Kaum Hawa Jangan Remehkan Nyeri Haid yang Memberat, Kenali Tanda Endometriosis

Kaum Hawa Jangan Remehkan Nyeri Haid yang Memberat, Kenali Tanda Endometriosis

Jogja | Selasa, 29 Maret 2022 | 14:45 WIB

4 Tips Menguatkan Mental dalam Menjalani Pekerjaan, Wajib Dicoba!

4 Tips Menguatkan Mental dalam Menjalani Pekerjaan, Wajib Dicoba!

Your Say | Selasa, 29 Maret 2022 | 12:56 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB