Array

Kanker Bukan Sepenuhnya Penyakit Genetik, Tetapi Ada Faktor Lain yang Meningkatkan Perkembangannya

Minggu, 24 April 2022 | 21:24 WIB
Kanker Bukan Sepenuhnya Penyakit Genetik, Tetapi Ada Faktor Lain yang Meningkatkan Perkembangannya
Ilustrasi pasien kanker. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah tinjauan baru menemukan bahwa kanker tidak sepenuhnya penyakit genetik, tetapi juga perlu mempertimbangkan faktor lingkungan dan metabolisme.

"Hampir setiap teori tentang penyebab kanker diurutkan ke dalam tiga kelompok yang lebih besar," kata ahli biologi David Wishart dari University of Alberta, Kanada.

Tiga penyebab utama kanker tersebut yaitu pertama genetik, yang berfokus pada genom, kedua lingkungan, yang berfokus pada paparan, dan terakhir adalah metabolik, berfokus pada metabolisme.

Genom, exposome (paparan), dan metabolom beroperasi bersama dalam lingkaran umpan balik saat kanker berkembang dan menyebar.

Menurut data, kanker yang diturunkan (genetik) hanya menyumbang 5 hingga 10 persen dari semua kanker. Sementara 90 hingga 95 persen lainnya disebabkan oleh faktor-faktor dalam paparan, yang dapat memicu mutasi genetik.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

“Itu hal penting untuk dipertimbangkan, karena dikatakan bahwa kanker tidak bisa dihindari," sambungnya, dilansir Eurekalert.

Metabolom juga sangat penting dalam proses tersebut, karena sel kanker yang bermutasi secara genetik ditopang oleh metabolisme spesifik kanker.

Wishart mengatakan hanya ada empat jenis metabolisme utama. Menentukan jenis metabolisme kanker pasien dapat segera memandu dokter dalam memutuskan pengobatan terbaik.

"Tidak ada bedanya di mana kanker itu berada, itu adalah sesuatu yang harus disingkirkan. Yang penting adalah bagaimana sel kanker tumbuh atau berkembang, 'apa bahan bakar yang menggerakkan mesin ini'," imbuhnya.

Baca Juga: Cegah Kanker Serviks, Pemerintah Wajibkan Vaksin HPV

Menurutnya, pemahaman yang lebih dalam tentang metabolome dan perannya dalam perkembangan sel kanker juga penting untuk mencegahnya.

“Dari sisi pencegahan, mengubah metabolisme kita melalui penyesuaian gaya hidup akan membuat perbedaan besar dalam kejadian kanker," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI