WHO: Ada Ratusan Kasus Hepatitis Akut yang Menyerang Anak-anak, Penyebab Tidak Diketahui

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 24 April 2022 | 22:05 WIB
WHO: Ada Ratusan Kasus Hepatitis Akut yang Menyerang Anak-anak, Penyebab Tidak Diketahui
Hepatitis A. (shutterstock)

Suara.com - Sebuah penyakit hati misterius kini sedang menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penyakit hati misterius ini menyerang anak-anak di beberapa bagian Amerika Serikat dan Eropa, terutama Inggris.

Penyakit yang diidentifikasi sebagai hepatitis akut ini telah menyebabkan satu kematian pada anak, dan sudah terdeteksi di 12 negara.

Menurut badan kesehatan PBB tersebut, ada 169 insiden terkait hepatitis akut tersebut di antara anak-anak. Sebanyak 17 dari mereka mengalami sakit parah sehingga harus mendapatkan transplantasi hati.

Dilansir The Health Site, ada 114 infeksi dilaporkan di Inggris, 13 kasus di Spanyol, dan 12 di Israel. Sisanya tersebar di Amerika Serikat, Denmark, Irlandia, Belanda, Italia, Prancis, Norwegia, Rumania, hingga Belgia.

Para ahli mengatakan hepatitis pediatrik ringan tidak pernah terdengar, dan hepatitis berat pada anak-anak sehat jarang terjadi.

Mata kuning, salah satu gejala Hepatitis B.
Mata kuning, salah satu gejala Hepatitis B.

Sejauh ini, penyakit hati menyerang anak berusia satu hingga 6 tahun di Amerika Serikat dan Inggris.

Gejala penyakitnya mirip dengan hepatitis lainnya seperti penyakit kuning, diare, dan sakit perut. Tetapi penyebabnya belum diketahui karena virus umum penyebab hepatitis (virus hepatitis A, B, C, D dan E) tidak terdeteksi pada pasien.

Namun, peneliti menemukan infeksi adenovirus pada 74 kasus, 18 kasus diidentifikasi sebagai tipe F 41. Selain itu, mereka juga menemukan infeksi SARS-CoV-2 pada 20 kasus serta 19 kasus merupakan koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

WHO menyarankan untuk terus mengidentifikasi kasus tambahan, baik di negara yang sudah terdampak maupun di wilayah lain.

"Prioritasnya adalah untuk menentukan penyebab kasus-kasus ini untuk lebih menyempurnakan tindakan pengendalian dan pencegahan," tulis WHO dalam laporannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Soal Peningkatan Kasus Hepatitis pada Anak, Waspadai Gejalanya!

Heboh Soal Peningkatan Kasus Hepatitis pada Anak, Waspadai Gejalanya!

Health | Sabtu, 23 April 2022 | 14:56 WIB

Hepatitis Pada Anak Meningkat, Ilmuwan Sebut Imunitas Rendah Karena Pembatasan Sosial

Hepatitis Pada Anak Meningkat, Ilmuwan Sebut Imunitas Rendah Karena Pembatasan Sosial

Health | Sabtu, 23 April 2022 | 12:59 WIB

Kasus Hepatitis Pada Anak Meningkat di Seluruh Dunia, Ilmuwan Cari Tahu Penyebabnya

Kasus Hepatitis Pada Anak Meningkat di Seluruh Dunia, Ilmuwan Cari Tahu Penyebabnya

Health | Sabtu, 23 April 2022 | 11:47 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB