facebook

Hepatitis Akut Bisa Sembuh Sendiri, Tapi Juga Bisa Menjadi Kanker Hati

Ruth Meliana Dwi Indriani
Hepatitis Akut Bisa Sembuh Sendiri, Tapi Juga Bisa Menjadi Kanker Hati
ilustrasi hepatitis akut. (pixabay.com)

"Kondisi ini bervariasi, dapat sembuh sendiri (self-limiting) atau menjadi fibrosis (scarring), sirosis atau kanker hati, beber BRIN.

Suara.com - Penyebaran hepatitis akut memang semakin meresahkan karena telah menyebar di beberapa negara. Penyakit misterius yang menyerang anak-anak ini disebut bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi juga bisa berubah menjadi kanker hati.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Harimat Hendarwan. Ia menjelaskan orang yang terserang hepatitis akut memiliki kondisi yang bervariasi.

Kondisi ini meliputi bisa sembuh dengan sendirinya hingga berubah menjadi kanker hati.

"Kondisi ini bervariasi, dapat sembuh sendiri (self-limiting) atau menjadi fibrosis (scarring), sirosis atau kanker hati,” kata Harimat dalam Sapa Media BRIN secara virtual dengan tema Mengenal Lebih Jauh Hepatitis Akut di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga: Menemukan Gejala Awal Hepatitis pada Anak, Dokter Ingatkan Orang Tua Tidak Panik

Harimat menjelaskan, hepatitis adalah bentuk peradangan pada hati sebagai organ vital di dalam tubuh manusia yang antara lain berfungsi untuk memproses nutrisi, menyaring darah, detoksifikasi dan sintesa protein.

Ketika kondisi hati mengalami peradangan atau kerusakan, maka fungsi hati tersebut dapat terganggu. Sejauh ini terdapat lima jenis virus hepatitis utama yang dikenal sebagai tipe A, B, C, D dan E.

Kelima jenis virus tersebut mendapat perhatian yang besar karena berpengaruh terhadap beban penyakit dan kematian, serta potensinya untuk menjadi wabah dan penyebaran epidemi.

Bentuk umum dari penularan penyakit tersebut dapat melalui transfusi darah atau menerima darah/produk darah yang terkontaminasi. Penularan juga terjadi jika ada tindakan medis invasif menggunakan peralatan yang telah terkontaminasi, serta dan transmisi hepatitis B dari ibu pada bayi saat persalinan.

"Infeksi akut mungkin akan muncul dengan gejala minimal atau tanpa gejala, atau dengan sejumlah gejala seperti kulit dan mata berwarna kuning (jaundice), urin berwarna pekat, kelelahan ekstrem, mual, muntah dan nyeri abdomen," jelas Harimat.

Baca Juga: Bagaimana Asal Usul Hepatitis Akut? Menkes Budi Gunadi Temukan Titik Terang Ini

Sementara itu, hepatitis akut merupakan kondisi peradangan atau inflamasi akut yang menyerang parenkim atau sel hepatosit pada hati, dengan masa inflamasi atau kerusakan sel hati berlangsung selama kurang dari enam bulan.

Hepatitis akut dapat disebabkan oleh infeksi yang disebabkan virus hepatitis (Hepatitis A, B, C, D, dan E), virus non hepatitis seperti virus Epstein-Barr (EBV), Cytomegalovirus (CMV), Herpes simplex virus (HSV), Coxsackievirus, Adenovirus, Dengue dan COVID-19, serta oleh bakteri, jamur dan parasit.

Penyebab hepatitis akut juga dapat bersifat non infeksi virus, seperti karena konsumsi alkohol, obat atau racun, autoimun, penyakit saluran hati dan turunan kehamilan. [ANTARA]

Komentar