Mungkinkah Orang Muda Mengindap Hipertensi? Ini Faktanya

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 17 Mei 2022 | 19:30 WIB
Mungkinkah Orang Muda Mengindap Hipertensi? Ini Faktanya
Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

Suara.com - Hipertensi selama ini dianggap hanya akan terjadi pada orang dengan usia lanjut. Sehingga banyak orang di usia muda menganggap remeh risiko tersebut.

Lantas, bagaimana fakta sebenarnya? Mungkinkah anak muda terkena hipertensi? Faktanya hipertensi bukan hanya penyakit yang dapat diderita oleh orang tua. Hipertensi pada usia muda di Indonesia ini juga cukup mengkhawatirkan. 

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) diperkirakan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1 persen atau sekitar 63.309.620 orang di Indonesia terkena hipertensi.

Hipertensi terjadi pada kelompok usia produktif yaitu 31-44 tahun  sebesar 31,6 persen, usia 45-54 tahun sebesar 45,3 persen, dan usia 55-64 tahun sebesar 55,2 persen.

"Data American Heart Association Journals menyebutkan bahwa tingginya tekanan darah di usia muda sangat berbahaya karena diketahui berperan besar terhadap munculnya kasus penyakit jantung koroner, gagal jantung, serangan jantung, dan stroke pada usia lebih dini," ujar Noviana Halim, Brand Manager Tropicana, dalam keterangannya, Selasa, (17/5/2022). 

Prof. dr. Rully M.A. Roesli, Sp.PD-KGH, PhD, Advisory Board Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia mengatakan “Hipertensi dapat dicegah dengan beberapa cara seperti menjalani pola makan sehat seperti pembatasan asupan garam, serta rutin melakukan pengecekan tekanan darah.”

Faktanya, 29.7 persen orang Indonesia mengonsumsi makanan tinggi garam ≥1 kali per hari. Tingginya asupan garam sudah terbukti berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan risiko terkena hipertensi.

Anjuran batas asupan garam harian dari Kementerian Kesehatan RI adalah maksimal 5 gram/hari (1 sendok teh garam). Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan label makanan sebelum membeli produk makanan serta hindari produk dengan kandungan garam atau sodium yang tinggi seperti makanan kaleng, daging olahan, dan mie instan. 

“Selain memperhatikan label makanan, memasak sendiri juga merupakan salah satu alternatif untuk mendukung pola makan sehat, termasuk pengendalian asupan garam. Namun, hal ini tentunya bergantung pada jumlah dan jenis bahan yang digunakan, terutama penggunaan saus dan kecap," kata dia.

baca juga

Penambahan saus dan kecap saat memasak perlu diperhatikan karena kandungan garam yang relatif tinggi pada saus dan kecap. Data Wiley Online Library menunjukkan bahwa sumber utama konsumsi garam di negara-negara Asia adalah dari penambahan saat memasak dan makan yaitu mencapai 72-76 persen total asupan garam harian, dimana salah satunya berasal dari kecap asin.4 Sebagai alternatif, produk kecap dan saus rendah garam juga dapat bermanfaat membantu membatasi asupan garam harian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usia Makin Tua Risiko Hipertensi Meningkat, Dokter Sarankan Rutin Periksa Mulai Umur 18 Tahun

Usia Makin Tua Risiko Hipertensi Meningkat, Dokter Sarankan Rutin Periksa Mulai Umur 18 Tahun

Jogja | Selasa, 17 Mei 2022 | 15:31 WIB

7 Cara yang Bisa Dilakukan Untuk Mengurangi Hipertensi

7 Cara yang Bisa Dilakukan Untuk Mengurangi Hipertensi

Health | Minggu, 15 Mei 2022 | 18:55 WIB

Ketahui Cara Mengukur Tekanan Darah yang Benar di Rumah Serta Manfaatnya Dibanding Melakukan di Klinik

Ketahui Cara Mengukur Tekanan Darah yang Benar di Rumah Serta Manfaatnya Dibanding Melakukan di Klinik

Health | Kamis, 12 Mei 2022 | 14:46 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×