Cara Kerja Obat: Benarkah Bisa Langsung Menargetkan Bagian Tubuh yang Sakit?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 20 Juni 2022 | 20:15 WIB
Cara Kerja Obat: Benarkah Bisa Langsung Menargetkan Bagian Tubuh yang Sakit?
Ilustrasi obat(Foto oleh Pixabay dari Pexels)

Suara.com - Obat mengandung bahan aktif dan tidak aktif, molekul yang meningkatkan stabilitas penyerapan, rasa dan kualitas lain yang penting agar obat menjalankan fungsinya.

Para peneliti memodifikasi molekul obat secara kimiawi untuk memastikan bahwa obat mengikat kuat ke tempat yang dituju, sesuai fungsinya, dan secara lemah ke organ atau jaringan yang tidak diinginkan.

Tablet yang ditelan awalnya akan larut di perut dan usus, sebelum molekul obat diserap ke dalam aliran darah. Begitu di dalam darah, obat dapat beredar ke seluruh tubuh untuk mengakses berbagai organ dan jaringan.

Molekul obat memengaruhi tubuh dengan mengikat reseptor-reseptor pada sel, yang dapat memicu respons tertentu, menurut Science Alert.

Meski obat dirancang untuk menargetkan reseptor spesifik untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan, tidak mungkin mencegahnya terus beredar dalam darah dan mengikat tempat yang bukan targetnya.

Ilustrasi obat-obatan. (Pixabay.com/stevepb)
Ilustrasi obat-obatan. (Pixabay.com/stevepb)

Molekul obat yang beredar dalam darah juga terdegradasi dari waktu ke waktu dan akhirnya meninggalkan tubuh bersama dengan urin.

Hal itu bisa diketahui dari bau atau warna urin setelah minum obat tertentu.

Demikian pula multivitamin, yang biasanya mengandung riboflavin, atau vitamin B2, menyebabkan urin menjadi kuning cerah.

Seberapa efisien molekul obat dapat melewati lapisan usus dapat bervariasi, tergantung pada sifat kimia pbat. Beberapa obat yang ditelan tidak pernah diserap dan dikeluarkan melalui feses.

Karena tidak semua obat diserap, inilah mengapa beberapa obat, seperti obat untuk tekanan darah tinggi dan alergi, diminum berulang kali untuk menggantikan molekul obat yang terbuang dan mempertahankan kdar obat yang cukup tinggi dalam darah agar efeknya ada.

Di sisi lain, beberapa molekul obat juga pada akhirnya akan diserap ke dalam aliran darah. Molekul ini cukup encer sehingga jumlah obat yang mencapai tempat lain (bukan yang ditargetkan) sangat rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanaman Kratom, Obat-obatan Tradisional Kalimantan yang Diusulkan BNN sebagai Narkotika

Tanaman Kratom, Obat-obatan Tradisional Kalimantan yang Diusulkan BNN sebagai Narkotika

Lampung | Senin, 20 Juni 2022 | 09:25 WIB

3 Anak Penerima Transplantasi Ginjal Berhasil Pulih Tanpa Minum Obat Imunosupresan

3 Anak Penerima Transplantasi Ginjal Berhasil Pulih Tanpa Minum Obat Imunosupresan

Health | Minggu, 19 Juni 2022 | 19:45 WIB

BPOM AS Menyetujui Obat Injeksi Diabetes Tipe 2 Baru, Digunakan Seminggu Sekali!

BPOM AS Menyetujui Obat Injeksi Diabetes Tipe 2 Baru, Digunakan Seminggu Sekali!

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 18:22 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB