Menpan RB Tjahjo Kumolo Jalani Rawat Intensif karena Infeksi Paru-Paru, Begini Perawatan dan Pengobatannya

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 28 Juni 2022 | 12:58 WIB
Menpan RB Tjahjo Kumolo Jalani Rawat Intensif karena Infeksi Paru-Paru, Begini Perawatan dan Pengobatannya
MenPAN RB Tjahjo Kumolo bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Suara.com - Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD untuk menggantikan Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) sementara waktu.

Diketahui, hal tersebut dilakukan karena Tjahjo Kumolo saat ini sedang mengalami sakit. Tjahjo Kumolo dikabarkan mengalami infeksi paru-paru yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif untuk sementara waktu.

Infeksi paru-paru sendiri bukan penyakit yang dapat dianggap remeh. Pada beberapa kasus yang parah, kondisi ini bisa menyebabkan kematian pada seseorang.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo (dok. istimewa)
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo (dok. istimewa)

Untuk itu, penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus ini membutuhkan perawatan yang baik. Melansir laman Verywellheath, berikut beberapa cara pengobatan untuk seseorang yang menderita infeksi paru-paru.

Perawatan untuk penyakit yang satu ini juga harus disesuaikan dengan jenis organisme yang menyebabkan infeksi pada paru-paru. Biasanya jenis organisme yang menyerang tersebut membutuhkan perawatan dan pengobatan yang berbeda-beda.

Pengobatan Rumahan

Infeksi paru-paru dapat diobati dengan obat-obatan yang ada di rumah. Biasanya pengobatan ini dilakukan pada infeksi paru-paru yang masih ringan. Perawatan yang sering digunakan untuk mengobati infeksi ini di antaranya.

  • Mengonsumsi Tylenol (acetaminophen) atau ibuprofen untuk mengobati berbagai gejala seperti demam, sakit kepala, dan influenza.
  • Istirahat dan minum air putih yang cukup
  • Menggunakan alat penguap kabut dingin

Selain itu, seseorang juga bisa juga mengonsumsi obat batuk atau pilek untuk mengurangi gejala yang timbul. Mengonsumsi teh madu juga baik untuk masalah pernapasan.

Resep atau Perawatan Rumah Sakit

baca juga

Jika melakukan pengobatan rumah tidak cukup, seseorang bisa meminta resep dan melakukan perawatan di rumah sakit. Dokter akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi sesuai dengan penyebabnya.

Untuk penderita yang mengalami penyempitan di saluran udara, dokter akan memberikan inhaler. Selain itu, dokter juga akan memberikan kortikosteroid, yaitu yang menghambat peradangan dalam tubuh.

Untuk orang yang mengalami hipoksia (kadar oksigen yang rendah), dokter biasanya akan memberikan terapi oksigen, bahkan membutuhkan bantuan pernapasan jika diperlukan.

Obat untuk infeksi virus

Infeksi paru-paru sendiri bisa disebabkan oleh virus. Pada orang yang mengalami influenza, dapat memgonsumsi Tamiflu (oseltamivir) untuk mengurangi gejala agar tidak semakin parah. Dalam kasus yang parah, khususnya pada anak-anak dengan risiko bronkiolitis, dapat mengonsumsi antibodi monoklonal

Selain itu, di era pandemi Covid 19, infeksi paru-paru juga kerap kali diobati dengan steroid, untuk mengurangi peradangan.

Obat untuk infeksi bakteri

Untuk infeksi paru-paru akibat bakteri, biasanya dapat menggunakan antibiotik. Dokter akan memberikan antibiotik sesuai dengan organisme yang menyebabkan infeksi tersebut.

Pemberian antibiotik tersebut dapat melalui obat mulut atau dengan infus yang dilakukan tergantung dengan tingkat parahnya infeksi.

Pada kasus orang dengan pneumonia, antibiotik sangat perlu diberikan secepat mungkin. Hal tersebut karena infeksi dapat semakin parah jika terlambat diberikan antibiotik.

Obat untuk infeksi jamur dan parasit

Pada infeksi paru-paru terdapat kasus yang disebabkan jamur dan parasit. Untuk mengobati kasus ini, biasnya dokter memberikan berbagai obat antijamur seperti seperti Diflucan (fluconazole), Nizoral (ketoconazole), atau Ancobon (flucytosine).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menpan RB Tjahjo Kumolo Dirawat Karena Sakit Paru-Paru, Kenali Jenis-jenisnya Infeksinya

Menpan RB Tjahjo Kumolo Dirawat Karena Sakit Paru-Paru, Kenali Jenis-jenisnya Infeksinya

Health | Selasa, 28 Juni 2022 | 11:53 WIB

Menpan RB Tjahjo Kumolo Sakit Infeksi Paru-Paru, ini Penyebab dan Gejalanya

Menpan RB Tjahjo Kumolo Sakit Infeksi Paru-Paru, ini Penyebab dan Gejalanya

Health | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:56 WIB

Menteri Tjahjo Kumolo Dirawat Karena Infeksi Paru-Paru, JK Turut Mendoakan: Beliau, Orang yang Baik

Menteri Tjahjo Kumolo Dirawat Karena Infeksi Paru-Paru, JK Turut Mendoakan: Beliau, Orang yang Baik

Sumsel | Senin, 27 Juni 2022 | 10:05 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×