Penis Tak Disunat Hingga Dewasa, Ternyata Begini Dampaknya Bagi Kesehatan

Selasa, 28 Juni 2022 | 17:45 WIB
Penis Tak Disunat Hingga Dewasa, Ternyata Begini Dampaknya Bagi Kesehatan
Seorang anak mengikuti sunat massal di Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta, Kamis (2/12/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Sunat atau proses pelepasan kulup maupun kulit yang menyelubungi ujung penis, sudah sangat umum dilakukan di Indonesia terhadap anak lelaki usia 8 hingga 10 tahun.

Menurut pandangan medis, sunat baik untuk kesehatan kelamin lelaki, karena menurunkan risiko infeksi penyakit di penis. 

Lalu yang jadi pertanyaan apa dampak ketika lelaki tidak disunat hingga ia dewasa?

Dokter Bedah Umum Primaya Hospital Tangerang, Dr. Richard M.Kes Sp.B mengatakan sunat sangat efektif membuat penis lelaki lebih mudah dibersihkan dari kuman maupun bakteri yang masuk ke celah kulup.

"Akan berbahaya terhadap laki laki jika terjadi infeksi dan masuk ke infeksi saluran kencing baik di kantung kencing maupun infeksi menyeluruh," ujar Dr. Richard saat memimpin koordinasi puluhan nakes Bakti Sosial Sunat Massal Primaya Hospital Group di Kebayoran Baru, Jakarta beberapa waktu lalu.

Tenaga kesehatan mempersiapkan alat untuk melakukan operasi sunat di Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta, Kamis (2/12/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Tenaga kesehatan mempersiapkan alat untuk melakukan operasi sunat di Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta, Kamis (2/12/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ia menjelaskan, bahwa tidak masalah jika seorang lelaki tidak ingin melakukan sunat, selama masih bisa memastikan kebersihan alat kelaminnya, yang bisa meminimalisir risiko infeksi.

"Oleh karena itu tidak dianggap bahaya karena dia telah mampu menjaga kebersihan dan kesehatannya, tetapi jika sebaliknya maka akan menjadi risiko tinggi," jelas Dr. Richard.

Risiko bila penis tidak bersih dan tidak sunat di antaranya seperti infeksi saluran kemih (ISK), penyakit menular seksual (IMS), peradangan atau infeksi penis, hingga kanker prostat dan sebagainya.

"Ini akan terus terjadi dan infeksi yang terus berulang. Maka dari itu jika memungkinkan sunat dan jika tidak ya tidak apa," tutup Dr. Richard.

Baca Juga: Dokter Perkenalkan Teknologi Sunat Terbaru, Hasil Presisi Hanya 3 Menit

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI