Hindari, Inilah 5 Makanan yang Buruk untuk Otak Anda

Vania Rossa

Selasa, 26 Juli 2022 | 06:28 WIB
Hindari, Inilah 5 Makanan yang Buruk untuk Otak Anda
Ilustrasi otak. (Pixabay.com)

Suara.com - Tahukah Anda, beberapa makanan memiliki efek negatif pada otak, entah dengan cara memengaruhi memori dan suasana hati, atau bahkan meningkatkan risiko demensia.

Yuk, sayangi otak Anda dengan menghindari lima makanan berikut, seperti dilansir dari Healthline.

1. Karbohidrat olahan
Karbohidrat olahan termasuk gula dan biji-bijian yang diproses, seperti tepung putih. Karbohidrat jenis ini umumnya memiliki indeks glikemik yang tinggi. Ini berarti, tubuh Anda mencernanya dengan cepat, menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin.

Juga, ketika dimakan dalam jumlah besar, makanan ini sering memiliki beban glikemik yang tinggi. Beban glikemik mengacu pada seberapa banyak makanan tersebut meningkatkan kadar gula darah Anda, berdasarkan ukuran porsi.

Makanan yang memiliki indeks glikemik dan beban glikemik tinggi diketahui dapat merusak fungsi otak.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hanya satu kali makan makanan dengan beban glikemik tinggi dapat merusak memori pada anak-anak dan orang dewasa.

2. Makanan tinggi lemak trans
Lemak trans adalah jenis lemak tak jenuh yang dapat berdampak buruk pada kesehatan otak. Secara alami, lemak trans ada di dalam produk hewani seperti daging dan susu. Namun, bukan ini yang menjadi masalah. Yang berbahaya adalah lemak trans yang diproduksi pabrik, yang juga dikenal sebagai minyak nabati terhidrogenasi.

Lemak trans buatan ini dapat ditemukan dalam shortening, margarin, frosting, makanan ringan, kue, dan kue kering kemasan.

Studi telah menemukan bahwa ketika orang mengonsumsi lemak trans dalam jumlah yang lebih tinggi, mereka cenderung memiliki peningkatan risiko penyakit Alzheimer, memori yang lebih buruk, volume otak yang lebih rendah, dan penurunan fungsi kognitif.

baca juga

3. Makanan olahan
Makanan olahan cenderung tinggi gula, lemak, dan garam. Ini termasuk makanan seperti keripik, permen, mi instan, popcorn, saus yang dibeli di toko, dan makanan siap saji.

Makanan ini biasanya tinggi kalori dan rendah nutrisi lainnya, sehingga cenderung menyebabkan penambahan berat badan, yang dapat memiliki efek negatif pada kesehatan otak Anda.

Sebuah penelitian pada 243 orang menemukan peningkatan lemak di sekitar organ, atau lemak visceral, dikaitkan dengan kerusakan jaringan otak. Studi lain pada 130 orang menemukan ada penurunan terukur pada jaringan otak, bahkan pada tahap awal sindrom metabolik.

Studi lain pada 18.080 orang menemukan bahwa konsumsi makanan yang digoreng dan daging olahan dikaitkan dengan skor yang lebih rendah dalam pembelajaran dan memori.

4. Aspartam
Aspartam adalah pemanis buatan yang digunakan dalam banyak produk bebas gula. Orang sering memilih untuk menggunakannya ketika mencoba menurunkan berat badan atau menghindari gula ketika mereka menderita diabetes. Aspartam ditemukan di banyak produk komersial yang tidak secara khusus ditargetkan untuk penderita diabetes.

Namun, pemanis yang banyak digunakan ini juga dikaitkan dengan masalah perilaku dan kognitif, meskipun penelitiannya kontroversial.

Aspartam terbuat dari fenilalanin, metanol, dan asam aspartat. Fenilalanin dapat melewati sawar darah-otak dan dapat mengganggu produksi neurotransmiter. Selain itu, aspartam adalah pemicu stres kimiawi dan dapat meningkatkan kerentanan otak terhadap stres oksidatif.

Studi lain menemukan orang yang mengonsumsi minuman ringan dengan pemanis buatan memiliki peningkatan risiko stroke dan demensia, meskipun tidak disebutkan dengan jelas jenis pemanis yang digunakan.

5. Ikan tinggi merkuri
Merkuri adalah kontaminan logam berat dan racun saraf yang dapat disimpan dalam waktu lama di jaringan hewan. Ikan predator berumur panjang sangat rentan terhadap akumulasi merkuri.

Untuk alasan ini, sumber makanan utama merkuri pada manusia adalah makanan laut, terutama varietas liar.

Setelah seseorang menelan merkuri, merkuri menyebar ke seluruh tubuh mereka, terkonsentrasi di otak, hati, dan ginjal. Pada wanita hamil, juga terkonsentrasi di plasenta dan janin.

Efek toksisitas merkuri termasuk gangguan sistem saraf pusat dan neurotransmiter dan stimulasi neurotoksin, yang mengakibatkan kerusakan otak.

Untuk perkembangan janin dan anak kecil, merkuri dapat mengganggu perkembangan otak dan menyebabkan rusaknya komponen sel. Hal ini dapat menyebabkan cerebral palsy dan keterlambatan dan defisit perkembangan lainnya).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rutin Berhubungan Seks di Usia 50 Tahun Bermanfaat Untuk Mempertahankan Kerja Otak

Rutin Berhubungan Seks di Usia 50 Tahun Bermanfaat Untuk Mempertahankan Kerja Otak

Lifestyle | Senin, 25 Juli 2022 | 17:00 WIB

Viral Seorang Ibu Sengaja Beri MPASI pada Bayi Usia 3 Bulan, Amankah?

Viral Seorang Ibu Sengaja Beri MPASI pada Bayi Usia 3 Bulan, Amankah?

Health | Senin, 25 Juli 2022 | 17:15 WIB

Mesti Tahu, Begini Cara Menstimulus Otak Agar Tetap Sehat dan Berfungsi

Mesti Tahu, Begini Cara Menstimulus Otak Agar Tetap Sehat dan Berfungsi

Health | Sabtu, 23 Juli 2022 | 21:04 WIB

Terkini

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×