Selain Ruam, Cacar Monyet Bisa Sebabkan Pseudo-Pustula yang Mirip Bisul

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:00 WIB
Selain Ruam, Cacar Monyet Bisa Sebabkan Pseudo-Pustula yang Mirip Bisul
 Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay)

Suara.com - Kasus cacar monyet terus meningkat secara global dan dua kasus kematian terkait penyakit tersebut telah ditemukan di Eropa.

Secara umum, gejala cacar monyet ini termasuk ruam, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Tapi, studi yang diterbitkan dalam British Journal Dermatology dengan meninjau 185 kasus cacar monyet telah mengidentifikasi masalah kulit baru yang mungkin merupakan gejala baru penyakit tersebut.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa gejala cacar monyet sekarang ini tidak biasa dan ada bukti bahwa penularan penyakit ini disebabkan oleh kontak kulit ke kulit ketika berhubungan seks," kata Dr Ignacio García Doval, koordinator penelitian dari Akademi Dermatologi Spanyol dikutip dari Mirror UK.

Pada kasus cacar monyet baru-baru ini, penderita cenderung mengembangkan lesi kulit yang jauh lebih sedikit dan sering kali berada di satu lokasi.

cacar monyet (freepik)
cacar monyet (freepik)

Tapi sekarang, para ahli mengidentifikasi gejala cacar monyet baru pada kulit yang berupa pseudo-pustula.

Cacar monyet atau monkeypox yang berasal dari keluarga virus yang sama yang menyebabkan cacar bisa memicu gejala berupa pustula, yakni lesi berisi nanah yang mirip bisul.

Tapi, petugas medis telah menemukan gejala baru cacar monyet berupa pseudo pustula pada beberapa pasien baru. Pseudo-pustula mirip dengan pustula, tetapi berwarna putih dan padat yang tidak bernanah.

Bila lapisan atas pustula tipikal bisa dikerok atau mengandung nanah, lesi pseudo pustula lebih menyerupai bisul. Gejala kulit ini harus diwaspadai untuk mencegah penularan dan penyebaran cacar monyet atau monkeypox.

baca juga

Orang yang telah terinfeksi cacar monyet biasanya mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, dan berkeringat.

Ruam yang berbeda pecah antara satu sampai empat hari infeksi, dengan lesi berkembang sebagian besar di wajah serta di atas telapak tangan, telapak kaki dan mukosa (lapisan dalam hidung dan mulut yang lembab).

Lesi ini umumnya berkeropeng dan akan sembuh dalam waktu 2 sampai 4 minggu. Tapi, jaringan parut sekunder akibat ruam pustula ini bisa terasa sangat gatal.

Namun, komplikasi dapat terjadi pada beberapa orang dengan cacar monyet termasuk ensefalitis, pneumonia, infeksi kulit bakteri sekunder, serta kehilangan penglihatan.

Bayi, anak-anak, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah memiliki risiko lebih besar terkena komplikasi cacar monyet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO: 98 Persen Kasus Cacar Monyet Menyerang Pria Gay

WHO: 98 Persen Kasus Cacar Monyet Menyerang Pria Gay

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:09 WIB

Infeksi Cacar Monyet pada Anak Bisa Lebih Parah, Ini Lho Risikonya!

Infeksi Cacar Monyet pada Anak Bisa Lebih Parah, Ini Lho Risikonya!

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 08:39 WIB

Suspek Cacar Monyet di Jateng Dites PCR, Bagaimana Cara Pemeriksaannya?

Suspek Cacar Monyet di Jateng Dites PCR, Bagaimana Cara Pemeriksaannya?

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

Bekaci | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:15 WIB

BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay

BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay

Surakarta | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?

Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok

Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok

Malang | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Gempa Guncang Flores, BRI Peduli Sigap Bantu Warga dan Dukung Pemulihan Pascabencana

Gempa Guncang Flores, BRI Peduli Sigap Bantu Warga dan Dukung Pemulihan Pascabencana

Jatim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi

Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:00 WIB

SBY Minta Maaf, Ungkap Alasan Absen Upacara HUT RI ke-81

SBY Minta Maaf, Ungkap Alasan Absen Upacara HUT RI ke-81

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:59 WIB

BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi Flores NTT

BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi Flores NTT

Bogor | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:57 WIB

×