Viral Cuitan Warganet Tentang Senior Untirta Lakukan Pelecehan Verbal ke Maba, Ketahui Dampak Negatifnya di Sini

Risna Halidi, Fajar Ramadhan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:38 WIB
Viral Cuitan Warganet Tentang Senior Untirta Lakukan Pelecehan Verbal ke Maba, Ketahui Dampak Negatifnya di Sini
Tangkapan layar cuitan akun @aimenasalma soal ospek Untirta. [Twitter]

Suara.com - Baru-baru ini nama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau Untirta ramai menjadi perbincangan warganet. Nama universitas trending setelah ramai isu adanya tindakan ospek kampus berlebihan yang dilakukan para senior.

Hal ini lantas ramai setelah viralnya tangkapan layar cuitan akun twitter @aimenasalma pada Rabu (10/8/2022). Dalam tangkapan layar tersebut, terlihat cuitannya yang menceritakan adiknya mengalami ospek yang cukup parah.

Pemilik akun tersebut menulis, para mahasiswa baru dilarang untuk minum dari pagi hingga sore. Tidak hanya itu, mereka juga hanya diizinkan minum pada satu botol yang sama di tengah wabah pandemi yang sedang melanda.

"JUJUR Untirta parah banget ospeknya, belum ospek padahal baru TM. Adek gue bilang shalat bener-bener diburu-buruin, gaboleh minum dari pagi sampe sore."

"Yang bawain minum mentor kelompoknya DAN itupun satu botol diminum ramean. At least mikir lah sekarang masih ada covid, cacar monyet," tulis lanjutan pemilik akun @aimenasalma.

Berdasarkan cuitan lanjutan, kejadian tersebut menyebabkan adiknya mengalami sakit hingga harus dilarikan ke IGD. Bahkan, adiknya juga sempat mengalami pelecehan secara verbal oleh seniornya.

"Katingnya ada yang ngelecehin secara verbal sampe bilang semacam "ngapain sih dek, takut belang ya? Ngapain pake make up? mau godain dosen?" Gila aja adek gue digituin," ujarnya.

Cuitan itu lantas membuat warganet menjadi geram. Sementara itu, pelecehan verbal bukanlah suatu hal yang bisa dianggap remeh bahkan bisa mengganggu kesehatan mental seseorang.

Melansir laman Healthyplace, berikut terdapat beberapa dampak dari pelecehan verbal pada seseorang.

baca juga

Depresi
Pelecehan verbal sangat berisiko untuk membuat seseorang menjadi depresi. Hal ini karena pelecehan verbal akan membuat seseorang kepikiran akan ucapan pelaku.

Gejala depresi yang dialami korban ini sendiri bisa berupa kesedihan berlarut, gangguan tidur, putus asa, dan lain-lain. Depresi yang dialaminya juga bisa terjadi dalam berminggu-minggu bahkan setahun hingga lebih.

Perubahan Suasana Hati
Pelecehan secara verbal juga dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Hal ini akan membuat seseorang sulit mengontrol emosi yang dimilikinya.

Hal ini juga dapat memengaruhi aktivitas fisiknya hingga hubungannya dengan orang lain. Bahkan, kondisi ini juga bisa memengaruhi kepercayaannya terhadap diri sendiri.

Menurunkan Harga Diri
Pelecehan verbal yang dilakukan seseorang akan membuat korban merasa tidak berharga. Hal tersebut akan memengaruhi harga dirinya.

Apalagi, pelecehan verbal ini sendiri biasanya berhubungan dengan pelaku yang merendahkan dan meremehkan korban. Kondisi ini sendiri juga bisa membuuat korban tertekan dan merasa tidak memiliki harga diri.

Rasa Bersalah yang Tidak Tepat
Pelecehan verbal dapat memunculkan rasa bersalah yang tidak tepat. Hal ini biasanya akan membuat korban merasa bersalah jika mengalami sesuatu.

Padahal saat itu dirinya tidak melakukan kesalahan. Namun, karena sering mendapat ucapan serta pelecehan dari orang lain, ia akan merasa bersalah.

Mengisolasi Diri
Pelecehan verbal juga dapat membuat seseorang takut untuk berhubungan sosial. Hal tersebut membuatnya mengasingkan diri dari orang-orang.

Korban juga akan takut mengalami pelecehan dari orang lainnya. Oleh karena itu, biasanya mereka akan mengisolasi dan menutup diri untuk berhubungan sosial.

Merasa Kesepian
Ketika mengalami pelecehan verbal korban akan mengisolasi diri. Akibat dari mengisolasi diri itu yang membuatnya merasa kesepian.

Ia juga akan merasa tidak ada yang menemaninya, bahkan orang-orang terdekatya. Hal ini sendiri akan sangat memengaruhi kondisi mentalnya karena merasa terasingkan.

Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)
Hal lain yang disebabkan pelecehan verbal yaitu gangguan stres pascratrauma (PTSD). Kondisi ini akan membuat korban merasa trauma berat terhadap peristiwa yang dialaminya.

Lebih parahnya, pada beberapa orang PTSD juga akan membuat korban mengalami gangguan pada komunikasi, serta ketakutan yang berlebih.

Korban juga akan terus terbayang-bayang dari pelecehan yang dialaminya tersebut. Oleh karena itu, mentalnya sendiri juga akan terganggu dan berisiko mengalami gangguan jiwa akibat pelecehan verbal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Mahasiswa Tidur Saat Ospek Online, Jadi Tontonan Satu Angkatan

Viral Video Mahasiswa Tidur Saat Ospek Online, Jadi Tontonan Satu Angkatan

Lifestyle | Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:19 WIB

Ulang Tahun ke-35, Arema FC Trending Topik di Twitter

Ulang Tahun ke-35, Arema FC Trending Topik di Twitter

Malang | Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Viral di TikTok, 5 Momen Lawas Krisdayanti Juarai Asia Bagus

Viral di TikTok, 5 Momen Lawas Krisdayanti Juarai Asia Bagus

Banten | Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:10 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×