Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.831

Meski 4 Pasar Rusak, Pemerintah Jamin Warga NTT Tak Kelaparan

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:09 WIB
Meski 4 Pasar Rusak, Pemerintah Jamin Warga NTT Tak Kelaparan
Menteri Perdagangan Budi Santoso. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Mendag Budi Santoso menyatakan gempa di Nusa Tenggara Timur merusak empat pasar dan mengganggu distribusi bahan pokok.
  • Pemerintah menutup sementara Pasar Inpres Ruteng di Manggarai demi keselamatan karena mengalami kerusakan tiang yang parah.
  • Kementerian Perdagangan menjaga ketersediaan pangan melalui koordinasi distributor wilayah terdekat serta menerapkan skema *business matching*.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan empat pasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan akibat gempa. Kondisi ini berpotensi mengganggu distribusi dan pasokan bahan pokok ke masyarakat.

Budi mengatakan salah satu pasar yang mengalami kerusakan cukup parah yakni Pasar Inpres Ruteng di Manggarai. Sejumlah tiang di pasar tersebut rusak sehingga pemerintah daerah diminta untuk tidak menggunakan pasar tersebut sementara waktu.

"Jadi setelah kita identifikasi memang ada empat pasar yang mengalami rusak, tapi yang rusak itu ada satu pasar Inpres Ruteng di Manggarai ya, jadi kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah untuk karena banyak tiangnya yang rusak ya jadi kita minta untuk tidak digunakan dulu," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz
ilustrasi gempat NTT. [ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz]

Menurut Budi, aktivitas perdagangan di sejumlah pasar yang terdampak belum kembali normal. Saat ini pemerintah dan masyarakat masih fokus pada penanganan darurat pascabencana.

Saat ini, pihaknya terus memantau kebutuhan bahan pokok untuk memastikan kerusakan pasar tidak sampai mengganggu distribusi pangan.

"Nah, yang kedua kami terus akan memonitor mengenai kebutuhan bahan pokok ya jangan sampai distribusinya terganggu," ujarnya.

Untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, Kemendag telah berkoordinasi dengan distributor di wilayah sekitar NTT, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB). Kemendag juga berkoordinasi dengan pelaku usaha dari daerah lain untuk memastikan pasokan tetap tersedia.

"Kami juga sudah koordinasi dengan para distributor terutama distributor yang ada di wilayah lain yang di provinsi terdekat berarti di NTB misalnya ya, kita sudah koordinasi untuk dengan pelaku usaha agar tetap menjaga pasokan-pasokan terutama pascabencana ini di NTT," kata Budi.

Budi mengatakan Kemendag juga membentuk tim yang dipimpin Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.

baca juga

Di sisi lain, pasokan bahan pokok melalui ritel modern disebut masih aman. Namun, kondisi pedagang di pasar tradisional belum sepenuhnya pulih.

"Yang di pasar-pasar ini kan biasanya pedagang-pedagang kan belum pulih semua ya, kalau ritel kan sebagian sudah," ucapnya.

Kemendag juga menyiapkan skema business matching antarwilayah apabila terjadi kenaikan harga atau kekurangan pasokan di NTT. Salah satu pasokan yang dapat didorong berasal dari Jawa Timur.

Budi mencontohkan pasokan telur dari Blitar, Jawa Timur, yang dapat disalurkan ke wilayah timur ketika terjadi kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan.

"Kita itu ya ketika daerah-daerah lain itu harganya naik, kita membuat namanya business matching antarwilayah. Jadi mau nggak mau kita fasilitasi ya dengan dinas dan pelaku usahanya agar ketemu antara supplier dan pembeli yang ada di wilayah timur yang harganya mahal. Ya seperti yang di Jawa Timur, di Blitar kan suplainya banyak," pungkas Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun

RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Harga Pangan Rata-rata Naik di HUT RI, Cabai Rawit Hampir Rp100 Ribu/Kg

Harga Pangan Rata-rata Naik di HUT RI, Cabai Rawit Hampir Rp100 Ribu/Kg

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Pidato Prabowo! Harga Pangan Bergejolak, Cabai dan Ayam Naik

Pidato Prabowo! Harga Pangan Bergejolak, Cabai dan Ayam Naik

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Terkini

Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan

Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:07 WIB

HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat

HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:03 WIB

Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib

Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib

Sumut | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi

Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi

Bali | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun

RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia

Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:55 WIB

HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri

HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri

Bogor | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Wajah Berubah Jadi Kusam? Ini 6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Tidak Gampang Oksidasi

Wajah Berubah Jadi Kusam? Ini 6 Cara Memilih Shade Skin Tint yang Tidak Gampang Oksidasi

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Pertanian RI Paling Produktif, Nomor Dua di Dunia

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:48 WIB

×