Penjualan Dilarang Sementara karena Dugaan Pemicu Gagal Ginjal, Begini Sejarah Obat Sirup

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 17:30 WIB
Penjualan Dilarang Sementara karena Dugaan Pemicu Gagal Ginjal, Begini Sejarah Obat Sirup
Ilustrasi Obat Sirup (Freepik.com/user18526052)

Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) telah memerintahkan seluruh apotek dan toko obat untuk menghentikan sementara penjualan obat dalam bentuk obat sirup. Hal tersebut muncul sebagai tanggapan atas temuan serta dugaan penggunaan obat sirup yang mengandung bahan berbahaya, seperti Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) sehingga disinyalir menjadi penyebab penyakit gangguan ginjal akut misterius pada anak-anak.

Larangan penggunaan dan penjualan obat sirup tersebut menjadi perhatian publik, karena jenis obat sirup memang cukup umum digunakan oleh orang tua untuk mengobati anaknya yang sakit. Jika kini penggunaan obat sirup dilarang, mengapa obat ini sudah digunakan sejak beberapa abad lalu? Yuk simak penjelasan tentang sejarah penggunaan obat sirup berikut ini.

Sejarah Obat Sirup

Pada awal tahun 1800-an, orang di Amerika Serikat (AS) berobat dengan mengunjungi apotek setempat. Petugas apotek kemudian akan meramu bahan obat dari tumbuhan dan mineral. Dikutip dari laman The United States Pharmacopeial Convention, orang yang berobat melihat prosesnya seperti menonton barista mencampur bahan minuman kopi. 

Namun, salah satu risiko dari obat cair ini yakni air yang tercemar dan dosis tidak tepat, baik terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Ketika itu masyarakat mencoba pengobatan alternatif ke dukun.

Akibatnya kepercayaan khasiat obat-obatan tradisional pun mulai tidak dipercaya. Sampai akhirnya dosen dan dokter Lyman Spalding dari New York, Amerika Serikat membentuk US Pharmacopeia untuk menetapkan standar kualitas obat sehingga dapat melindungi kesehatan masyarakat pada Januari 1820. 

Obat Batuk dengan Kandungan Candu

Pada akhir tahun 1800-an, orang Amerika pada umumnya menggunakan obat sirup untuk meredakan batuk. Tapi obat sirup yang digunakan itu mengandung opium atau candu. Diketahui, opium adalah obat yang dihasilkan dari tanaman opium poppy yang membuat ketergantungan atau kecanduan.

Dikutip dari Healthline, di akhir 1800-an beredar One Night Cough Syrup yakni obat batuk yang mengandung alkohol, ganja, kloroform, dan morfin. Obat termasuk obat over-the-counter (OTC) atau obat yang dijual bebas di pasaran. 

baca juga

Obat tersebut menjanjikan batuk berkurang dalam satu malam sehingga pasien bisa tidur nyenyak. Namun dengan bahan dan kandungannya, tak heran obat itu membuat pengonsumsinya cepat hilang kesadaran.

Obat Batuk dengan Kandungan Pereda Nyeri

Di samping opium, obat-obat batuk di tahun 1800-an juga mengandung morfin yang merupakan opiat turunan dari tumbuhan poppy. Opiat sendiri adalah senyawa narkotika yang ada di tiap kandungan obat sebagai penghilang rasa nyeri.

Awalnya morfin dipakai untuk meredakan nyeri, terutama bagi veteran American Civil War (Perang Saudara). Selain itu morfin juga dijadikan bahan tambahan di obat batuk sirup sebagai pereda batuk (cough suppressant).

Perusahaan Jerman Bayer kemudian membuat heroin, obat-obatan yang terbuat dari morfin dan memasukkannya pada sirup batuk sebagai pereda batuk pada 1895. Obat-obatan itu di-branding lebih aman daripada kandungan morfin walau ternyata sama-sama berbahaya.

Kandungan Obat Sirup Batuk saat Ini

Obat batuk sirup saat ini masih beredar tapi dengan bahan-bahan yang diriset lebih jauh dan kemasan berlabel. Kekinian kandungan obat batuk sirup antara lain pereda batuk dextromethorphan (DXM), codeine, benzonatate, menthol, camphor, minyak eucalyptus, madu, dan ekspektoran dahak guaifenesin.

Obat sirup batuk yang dijual bebas tetap punya risiko berbahaya jika dikonsumsi tidak sesuai anjuran menurut kutipan dari Healthline. Oleh karenanya pengguna perlu mengetahui cara kerja, dosis, dan resepnya serta disarankan tetap berkonsultasi dengan dokter.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apotek RSUD Waluyo Jati Probolinggo Stop Penggunaan Obat Sirup

Apotek RSUD Waluyo Jati Probolinggo Stop Penggunaan Obat Sirup

Malang | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 17:22 WIB

Obat Sirup Dilarang Dijual, Orangtua Perlu Ajarkan Anak Minum Obat Tablet: Begini Caranya

Obat Sirup Dilarang Dijual, Orangtua Perlu Ajarkan Anak Minum Obat Tablet: Begini Caranya

Health | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 17:20 WIB

Polresta Tanjungpinang Sidak Apotek yang Masih Jual Obat Sirup

Polresta Tanjungpinang Sidak Apotek yang Masih Jual Obat Sirup

Batam | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 16:16 WIB

Tidak Ada Kejelasan dari Kemenkes Terkait Obat Sirup, Pedagang Obat Pasar Pramuka Menjerit

Tidak Ada Kejelasan dari Kemenkes Terkait Obat Sirup, Pedagang Obat Pasar Pramuka Menjerit

News | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 16:04 WIB

Terlanjur Minum Obat Sirup Terlarang, Cek Gejala Keracunan Etilen Glikol Ini!

Terlanjur Minum Obat Sirup Terlarang, Cek Gejala Keracunan Etilen Glikol Ini!

Health | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 16:02 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

×