Dokter Ungkap Sebab Pasien Stroke Perlu Ditangani Dengan Cepat dan Tepat

Bimo Aria Fundrika
Dokter Ungkap Sebab Pasien Stroke Perlu Ditangani Dengan Cepat dan Tepat
Ilustrasi gambar stroke ringan. (freepik)

Prevalensi stroke di Indonesia tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia diatas 15 tahun sebesar (10,9 persen) atau diperkirakan sebesar 2.120.362 orang.

Suara.com - Penanganan stroke dengan cepat dan tepat menjadi kunci agar pasien bisa cepat pulih. Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia stroke merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi kedua didunia pada tahun 2015 dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014.

Prevalensi stroke di Indonesia tahun 2018 berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia diatas 15 tahun sebesar (10,9 persen) atau diperkirakan sebesar 2.120.362 orang.

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, baru-baru ini, ketua tim Stroke Unit Rumah Sakit Premier Jatinegara (RSPJ) dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.N mengatakan bahwa faktor waktu sangat penting untuk penanganan stroke, waktu yang berlarut pada penanganan stroke akan mengakibatkan makin banyak kerusakan yang akan di jumpai pada stroke.

"Jika makin banyak kerusakan yang dijumpai akibat stroke maka otomatis akan meningkatkan kecacatan akibat stroke. Pada stroke jenis sumbatan, jika dapat ditangani dibawah 4,5 jam dari saat serangan akan baik sekali hasilnya sehingga kecacatan seminimal mungkin atau bahkan bisa sembuh secara sempurna," ujar Sukono.

Baca Juga: 3 Pemicu Stroke Dini yang Bisa Dicegah dari Sekarang, Salah Satunya Stres!

Ia melanjutkan bahwa dalam penanganan stroke dibutuhkan faktor penunjang diagnostik radiologis yaitu CT scan atau MRI untuk dapat membedakan jenis stroke sumbatan atau pendarahan, karena penanggulangannya berbeda.

"Di RSPJ kami telah memiliki fasilitas lebih canggih dengan pemeriksaan CT angiography dan tindakan trombektomi dengan menggunakan teknik DSA (Digital Substracting Angiography). Ruangan stroke kami dilengkapi dengan monitoring dan perawat mahir stroke. Tim kami bekerja tanpa henti 24 jam dan 7 hari dalam seminggu,” ungkap dr. Sukono.

Atas langkah dan komitmen itu kemudian mereka tahun ini mendapatkan penghargaan tertinggi yaitu Diamond Award dari World Stroke Organization (WSO) Dr. Susan Ananda selaku CEO dari RSPJ mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan sebuah kesunguhan yang telah secara berulang dibuktikan oleh tim dari Stroke Unit RSPJ.

"Kami sangat bangga dan tentunya berterimakasih atas penghargaan ini dan akan terus berupaya meningkatkan pelayanan maupun fasilitas dari Stroke Unit RSPJ agar terus dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi keberhasilan penanganan stroke di RSPJ.”

Baca Juga: Dituding Sok Tau Soal Diagnosis Stroke Telinga, Begini Klarifikasi Kiky Saputri