Jangan Dianggap Remeh, Begini Penanganan Pertama Pasien Kanker Paru-paru

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 11 November 2022 | 10:30 WIB
Jangan Dianggap Remeh, Begini Penanganan Pertama Pasien Kanker Paru-paru
Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]

Suara.com - Penyakit kanker paru-paru adalah suatu kondisi ketika sel atau jaringan dari lapisan saluran nafas telah berubah menjadi sangat besar dan memperbanyak diri sehingga menyebabkan gangguan fungsi dari paru sebagai organ pertukaran udara di dalam tubuh.

Karenanya sangat penting untuk mengetahui penyebab kanker paru sekaligus mewaspadai gejala kanker paru dan menghindarinya bagi masyarakat yang mencintai hidup sehat.

Dalam keterangannya, Dokter Spesialis Paru-paru dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Dr. dr. Achmad Mulawarman J, Sp.P(K)., mengatakan bahwa kanker paru-paru bisa diobati dengan berbagai cara namun dengan meninjau dari kondisi penderita dan tingkat keparahan penyakit kanker.

Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)
Ilustrasi kanker paru. (Shutterstock)

Dijelaskan Achmad Mulawarman, penanganan utama terhadap kanker paru-paru stadium awal melalui tindakan operasi. Jika kanker telah mencapai stadium lanjut, maka penanganan dapat dilakukan dengan radioterapi dan kemoterapi.

"Keberadaan Kanker paru ini umum tidak memiliki gejala namun akan timbul jika sel kanker telah menyebar luas di jaringan organ paru dan sekitarnya. Pencegahan terbaik adalah berhenti merokok bagi yang merokok atau menghindari asap rokok bagi yang tidak merokok. Bagi seseorang yang berisiko terkena kanker paru-paru, pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan," kata dia dalam keterangannya baru baru ini.

Selain itu, disarankan untuk berolahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Sebagai infomrasi, secara global, kanker paru merupakan penyebab pertama kematian akibat kanker pada pria dan penyebab kedua kematian akibat kanker pada wanita.

Selain disebabkan oleh kebiasaan merokok aktif ataupun pasif yaitu terpapar senyawa beracun dari asap rokok atau zat kimia aktif dari lingkungan sekitar, timbulnya kanker paru dapat disebabkan oleh riwayat keluarga penderita kanker paru. Di Stadium awal, penyakit ini tidak memiliki gejala, namun keluhan dan rasa sakit mulai timbul saat sel kanker paru mulai bertambah besar dan menyebar di jaringan organ paru dan sekitarnya yang ditandai dengan batuk kronis, batuk berdarah, nyeri dada dan penurunan berat badan secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Sebabkan Kanker Paru, Bakar Sampah Sembarangan Bahayanya Sama Kayak Asap Rokok!

Bisa Sebabkan Kanker Paru, Bakar Sampah Sembarangan Bahayanya Sama Kayak Asap Rokok!

Health | Selasa, 08 November 2022 | 14:46 WIB

Vape Berisiko Picu Kanker Paru, Sama Bahayanya dengan Rokok Biasa!

Vape Berisiko Picu Kanker Paru, Sama Bahayanya dengan Rokok Biasa!

Sumbar | Selasa, 08 November 2022 | 16:15 WIB

Penyakit Kanker Paru Jadi Menakutkan, Ahli Sebut Pengobatan yang Optimal Bisa Memperpanjang Usia Pasien

Penyakit Kanker Paru Jadi Menakutkan, Ahli Sebut Pengobatan yang Optimal Bisa Memperpanjang Usia Pasien

Surakarta | Selasa, 08 November 2022 | 13:31 WIB

Terkini

Pemprov DKI Guyur Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Strategis: Bangun Rusun hingga Pengendali Banjir

Pemprov DKI Guyur Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Strategis: Bangun Rusun hingga Pengendali Banjir

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:30 WIB

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Pestapora 2026 Resmi Digelar, 330 Musisi Ramaikan Panggung JIExpo

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 17:21 WIB

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Koneksi vs Kualifikasi: Apa yang Sebenarnya Menentukan Peluang Kerja?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:20 WIB

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: 52 Napi dan 50 Pegawai Diperiksa, Kemenimipas Temukan Kejanggalan!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 17:17 WIB

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Sepatu Lari Lebih Baik Pas atau Longgar? Ini Tips Bebas Cedera dari Dokter Ortopedi

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 17:13 WIB

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 70 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 17:10 WIB

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisalunas Rilis Formula Pelunasan Pinjol Tanpa Utang Baru

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 17:09 WIB

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Ketangguhan UMKM dan Negara yang Terlalu Nyaman dengan Krisis

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 17:00 WIB

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Pengedar Sabu Asal Madura Dicokok di Surabaya Demi Nyabu Gratis

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Jangan Asal Empuk! Ini Beda Sneakers Olahraga dan Kasual yang Sering Salah Dianggap Sama

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:52 WIB

×