Kemenkes Keluarkan Edaran Baru Soal Kasus Gagal Ginjal Akut, Minta Dinkes Pantau Penggunaan Obat Sirup

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Senin, 20 Februari 2023 | 11:42 WIB
Kemenkes Keluarkan Edaran Baru Soal Kasus Gagal Ginjal Akut, Minta Dinkes Pantau Penggunaan Obat Sirup
Ilustrasi gangguan ginjal akut. [Antara]

Suara.com - Munculnya kasus baru Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/ Atypical Progressive Acute Kidney Injury (GGAPA) atau dikenal gagal ginjal akut baru-baru ini kembali tuai perhatian dunia kesehatan. Pasalnya gangguan ginjal akut sendiri sempat tidak ada kasus tambahan sejak Desember 2022 lalu.

Melihat adanya penemuan kasus baru, dalam surat edaran resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Azhar Jaya, menekankan agar Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) dan toko obat tidak menggunakan obat sirup yang dilarang serta belum dicek keamanannya oleh BPOM.

Selain itu, PSEF dan toko obat juga harus membuat pemantauan terhadap daftar obat yang diedarkan ke masyarakat. Jika terdapat obat yang dilarang, diharapkan untuk melakukan penarikan segera. Tidak hanya itu, PSEF dan toko obat juga harus membuat daftar list obat aman sebagai panduan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan.

Di sisi lain, dari pihak Kemenkes dan BPOM juga masih terus melakukan penelusuran terkait obat sirup. Bahkan, jika obat sirup tersebut dikatakan aman, akan terus diawasi demi keamanan penggunaannya di masyarakat.

"Kementerian Kesehatan bersama BPOM terus melakukan penelusuran obat sirup yangbsudah dinyatakan aman dan dapat digunakan, Fasilitas Pelayanan Kesehatan, PSEF dan toko obat harus melakukan pemutakhiran daftar obat yang aman digunakan dalam pelayanan kesehatan," keterangan surat edaran Kemenkes yang disampaikan oleh dr. Azhar Jaya, Jumat (17/2/2023).

Untuk Dinas Kesehatan juga diminta untuk selalu aktif dalam memantau penggunaan obat sirup, serta adanya kasus-kasus kecurigaan pasien gangguan ginjal akut. Dengan begitu, jika pasien mengalami gejala gangguan ginjal akut dapat segera di bawah ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan cepat.

Dinas Kesehatan juga diminta untuk melakukan penarikan jika fasyankes, SPEF, dan toko obat jika masih adanya penggunaan obat sirup yang dilarang. Untuk fasyankes diminta turut aktif dalam menanyakan gejala gangguan ginjal akut kepada pasien.

Ilustrasi gagal ginjal akut. (unsplash)
Ilustrasi gagal ginjal akut. (unsplash)

"Semua fasyankes di wilayah kerjanya untuk selalu menanyakan gejala utama GGAPA (anuria/oliguria) serta riwayat konsumsi obat cair kepada semua kasus yang bergejala," terang dr. Azhar Jaya tertera dari keterangan surat edaran.

Sebab penambahan baru-baru ini, setelah tidak adanya kasus dari Desembee 2022, tenaga kesehatan ditekan untuk selalu waspada terhadap pasien-pasien yang memiliki gejala.

baca juga

"Kewaspadaan dini terhadap adanya Gangguan Ginjal Akut pada anak apapun penyebabnya, salah satu gejalanya adalah berkurangnya produksi urin hingga tidak adanya produksi urin dalam 8-12 jam. Apabila terdapat gejala tersebut agar segera dirujuk ke Rumah Sakit Rujukan untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi XI Minta Kemenkes Cari Strategi Penanganan TBC, HIV dan Diabetes Pada Anak

Komisi XI Minta Kemenkes Cari Strategi Penanganan TBC, HIV dan Diabetes Pada Anak

DPR | Rabu, 15 Februari 2023 | 14:15 WIB

Waspada Gagal Ginjal Akut pada Anak, Diskes Kaltim Rajin Pantau Sebaran Obat

Waspada Gagal Ginjal Akut pada Anak, Diskes Kaltim Rajin Pantau Sebaran Obat

Kaltim | Selasa, 14 Februari 2023 | 18:02 WIB

Pharos Indonesia Lakukan 2 Uji Laboratorium Independen Terhadap Sirup Obat Praxion, Bagaimana Hasilnya?

Pharos Indonesia Lakukan 2 Uji Laboratorium Independen Terhadap Sirup Obat Praxion, Bagaimana Hasilnya?

Health | Selasa, 14 Februari 2023 | 16:12 WIB

Terkini

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

Jogja | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

×