Bahaya Menendang Leher, Bisa Menyebabkan Gangguan Saraf hingga Kematian

Rifan Aditya

Sabtu, 25 Februari 2023 | 11:39 WIB
Bahaya Menendang Leher, Bisa Menyebabkan Gangguan Saraf hingga Kematian
Ilustrasi leher - bahaya menendang leher (Pexels)

Suara.com - Baru-baru ini, ramai diperbincangkan di Twitter bahkan hingga trending topic tentang penganiayaan terhadap David yang berujung koma. Saat dianiaya, David mendapat banyak pukulan dan tendangan, salah satunya pada bagian leher. Tentu saja ada bahaya menendang leher.

Berkaca dari kasus penganiayaan yang dialami David tersebut, penting untuk mengetahui mengenai bahaya menendang leher. Kira-kira, apa dampak atau bahaya menendang leher? Untuk selengkapnya, berikut ini ulasannya yang dilansir dari berbagai sumber.

Bahaya Menendang atau memukul leher

Penting untuk diketahui, manusia memiliki tiga titik vital yang jika terkena pukulan, tendangan, dan benturan berdampak bahaya. Adapun salah satu titik vital tersebut yaitu leher.  

Cedera pada bagian leher akibat tendangan, pukulan, benturan atau jatuh dapat menyebabkan terjadinya whiplash. Whiplash sendiri yaitu cedera leher yang disebabkan oleh hentakan kepala secara tiba-tiba ke satu arah. Ini dapat mengakibatkan gangguan saraf hingga kematian.

Mengapa bisa demikian? Sebab, pada leher bagian samping memiliki carotyd sinus (percabangan pembuluh darah). Cedera pada bagian leher yang karena tendangan, pukulan atau benturan dapat memicu kelumpuhan bahkan kematian karana sistem saraf terganggu.
 
Beberapa titik pada bagian samping leher ada juga pembuluh darah yang fungsinya menyalurkan oksigen ke otak. Jika aliran pembuluh darah terhambat karena dampar dari cekikan atau pukulan, maka dapat mengakibatkan nyawa seseorang melayang.

Gejala cedera leher

Pukulan atau tendangan pada leher akan membuat leher cerdera. Ada beberapa gejala umum cedera leher yang perlu diketahui. Adapun beberapa gejala umumnya sebagai berikut:

- Leher jadi kaku dan susah untu digerakkan

baca juga

- Leher terasa nyeri

- Sakit kepala pada tengkorak belakang bagian bawah 

- Nyeri pada bagian bahu, lengan, dan punggung

- Pusing dan mata berkunang-kunang

- Penglihatan kabur

- Kelelahan konstan

Jika gejala seperti yang disebutkan di atas terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka cedera leher bisa menimbulkan gejala lebih serius. Adapun gejala serius tersebut yakni seperti berikut ini:

- Sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat

- Munculnya dengungan paga bagian telinga

- Kesulitan menelan

- Sulit tidur nyenyak

- Mudah marah

- Depresi

- Nyeri terus menerus pada bagian leher, bahu, serta kepala 

Demikian ulasan menyenai bahaya menendang leher dan gejala cedera leher yang disebabkan oleh tendangan, pukulan maupun benturan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Menendang Kepala, Bisa Gegar Otak hingga Meninggal Dunia, Gimana Kabar David?

Bahaya Menendang Kepala, Bisa Gegar Otak hingga Meninggal Dunia, Gimana Kabar David?

Health | Jum'at, 24 Februari 2023 | 15:46 WIB

4 Bahaya Obesitas pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

4 Bahaya Obesitas pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Your Say | Jum'at, 24 Februari 2023 | 14:29 WIB

Ketahui Penyakit Menular yang Rentan Serang Anak-anak, Bahaya Difteri!

Ketahui Penyakit Menular yang Rentan Serang Anak-anak, Bahaya Difteri!

Your Say | Kamis, 23 Februari 2023 | 09:42 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×