Kemenkes Ingatkan Cuaca Panas Bikin Nyamuk Makin Agresif, Waspada DBD Hingga Malaria!

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 02 Mei 2023 | 19:13 WIB
Kemenkes Ingatkan Cuaca Panas Bikin Nyamuk Makin Agresif, Waspada DBD Hingga Malaria!
Ilustrasi dbd - perbedaan DBD dan tipes. (Pixabay/wikiImages)

Suara.com - Suhu panas ekstrem masih terjadi di wilayah Indonesia. Selain ancaman dehidrasi akibat cuaca kering, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga meminta masyarakat untuk waspada terhadap penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes dr. Imran Pambudi menjelaskan bahwa cuaca yang lebih panas juga mempengaruhi sifat nyamuk jadi lebih agresif mengigit.

"Denga kenaikan suhu seperti sekarang, telah ada studinya, nyamuk itu kalau semakin panas (suhunya), semakin aktif menggigit. Mungkin karena dia haus juga," jelas dokter Imran dalam konferensi pers virtual Hari Malaria, Selasa (2/5/2023).

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat hati-hati dan lakukan pencegahan terkait risiko penyakit akibat gigitan nyamuk, seperti demam berdarah dan malaria. 

Gejala Demam Berdarah Dengue dan Cara Mengatasinya (Pexels.com)
Gejala Demam Berdarah Dengue dan Cara Mengatasinya (Pexels.com)

"Kita harus hati-hati terkait penyakit disebabkan gigitan nyamuk, karena nyamuk semakin panas suhu makin aktif menggigit," imbuhnya.

Kemenkes mencatat kalau masih ada daerah yang memiliki banyak kasus malaria, terutama di bagian timur Indonesia. Data Kemenkes, sebanyak 89 persen kasus Malaria terjadi di daerah Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. 

Malaria termasuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit itu dapat hidup dan berkembang biak di dalam sel darah merah manusia ditularkan melalui nyamuk anopheles betina. 

Dokter Imran menyampaikan kalau nyamuk anopheles bisa aktif pada pukul 6 sore hingga 6 pagi. Sehingga baiknya lakukan tindakan pencegahan agar tidak terkena penyakit tersebut.

"Harus kendalikam vektor penyakitnya, kita basmi milai dari pengeringan, lakukan larvalidasi atau bila itu tidak bisa dilakukan, lakukan pencegahan agar tidak tergigit seperti pakai baju panjang dan tidur pakai kelambu," sarannya.

baca juga

Dokter Imran menegaskan bahwa penyakit malaria tidak bisa dianggap sepele karena risiko terberat bisa menyebabkan kematian. Terutama penyakit malaria jenis falsiparum yang disebut menjadi yang terganas di antara empat jenis malaria.

"Malaria Falsiparum ini yang paling berat, karena bisa menyebabkan kematian. Bahkan, bisa sampai menyerang otak," ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi yang Pertama di Papua, Kabupaten Sorong Selatan Berhasil Eliminasi Penyakit Malaria

Jadi yang Pertama di Papua, Kabupaten Sorong Selatan Berhasil Eliminasi Penyakit Malaria

Health | Selasa, 02 Mei 2023 | 14:40 WIB

Apa saja Penyakit Musim Hujan? Ketahui 7 Jenisnya

Apa saja Penyakit Musim Hujan? Ketahui 7 Jenisnya

Health | Sabtu, 11 Februari 2023 | 17:16 WIB

Vaksin Jadi Cara Ampuh Turunkan Angka Demam Berdarah, Kalau Pencegahan Di Rumah Bagaimana?

Vaksin Jadi Cara Ampuh Turunkan Angka Demam Berdarah, Kalau Pencegahan Di Rumah Bagaimana?

Health | Senin, 06 Februari 2023 | 08:13 WIB

Terkini

Transaksi Digital RI Tembus USD6,11 Miliar, AI Bakal Ubah Cara Perusahaan Bertransaksi

Transaksi Digital RI Tembus USD6,11 Miliar, AI Bakal Ubah Cara Perusahaan Bertransaksi

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Pembunuhan Sadis Remaja di Pinang Ranti: Pelaku Kuras Harta Korban Buat Bayar Utang

Pembunuhan Sadis Remaja di Pinang Ranti: Pelaku Kuras Harta Korban Buat Bayar Utang

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Dugaan Pasal 'Selundupan' PKPU Terkait Ijazah Gibran, Eks Komisi II DPR Bakal Bedah Dokumen Rapat

Dugaan Pasal 'Selundupan' PKPU Terkait Ijazah Gibran, Eks Komisi II DPR Bakal Bedah Dokumen Rapat

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Gusar Biaya Transfer Mahal? Saatnya QRIS 'Menembus Piramida' Mesir!

Gusar Biaya Transfer Mahal? Saatnya QRIS 'Menembus Piramida' Mesir!

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Polisi Beberkan Kronologi Begal Taksi Online di Pamulang

Polisi Beberkan Kronologi Begal Taksi Online di Pamulang

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×