Cegah Penyakit Campak dengan Imunisasi

Iman Firmansyah

Kamis, 27 Juli 2023 | 10:00 WIB
Cegah Penyakit Campak dengan Imunisasi
Ilustrasi Anak dengan orangtua. (Istimewa)

Suara.com - Setelah gelombang pandemi Covid-19, cakupan vaksinasi anak terus menurun hingga mencapai rekor tertinggi di tahun 2021 yakni 40 juta anak melewatkan dosis vaksin campak.

Kondisi ini juga tentu membuat jutaan anak rentan terhadap infeksi. Bahkan, diperkirakan 128.000 orang meninggal akibat campak pada tahun 2021. Kasus ini didominasi oleh anak di bawah usia lima tahun.

Jika dibandingkan dengan kasus campak 2021 lalu, peningkatan kasus campak di Indonesia kini cukup signifikan, yakni kurang lebih 32 kali lipat.

Sementara itu, ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi di Indonesia yang belum mendapatkan vaksin dasar selama periode 2019-2021.

Gejala campak muncul 7 hingga 14 hari setelah kontak dengan virus dan biasanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, dan mata berair. Ruam campak muncul 3 sampai 5 hari setelah gejala pertama.

Berikut merupakan tanda dan gejala campak yang perlu diketahui dan diwaspadai oleh orangtua terhadap anak:

7 – 14 hari setelah infeksi campak: gejala pertama muncul demam tinggi, batuk, pilek, mata merah dan berair (konjungtivitis)
2-3 hari setelah gejala muncul: Muncul bintik putih (bintik kolpik) di dalam mulut
3-5 hari setelah gejala muncul: Muncul ruam campak (bintik merah datar) yang menyebar pada tubuh, benjolan kecil-kecil dapat muncul di atas bitnik merah yang rata, bintik-bintik pada kulit dapat menyatu saat menyebar ke seluruh tubuh, serta demam tinggi yang melonjak sampai suhu 40oC.

Saat ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menargetkan eliminasi campak dan rubella secepatnya untuk tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atas tingginya penularan campak di Indonesia.

Dari hasil laporan, kasus penularan campak ada di 31 provinsi hingga Desember 2022 lalu. Campak merupakan salah satu penyakit dalam golongan Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Campak juga adalah salah satu virus manusia yang paling menular dan hampir seluruhnya dapat dicegah melalui vaksinasi. Oleh karena itu, kesadaran orang tua terhadap program vaksin anak pada saat ini sangatlah penting.

baca juga

Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou mengatakan, memperingati Hari Anak Nasional, MSD Indonesia memperkuat dukungan terhadap kampanye vaksin campak yang telah difokuskan oleh pemerintah Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa vaksinasi adalah tindakan preventif, oleh sebab itu orangtua diharapkan memberikan vaksin secara bertahap kepada anak sehingga anak-anak tumbuh sehat.

“Imunisasi rutin seperti vaksinasi campak, gondongan dan rubella penting dilakukan dalam mencegah wabah, sakit berat, cacat dan kematian bayi dan anak,” ucapnya.

Lebih lanjut George Stylianou menambahkan, peningkatan kesehatan anak melalui imunisasi menjadi salah satu tujuan yang paling utama untuk menciptakan generasi muda yang produktif ke depannya.

Salah satu tujuan MSD Indonesia adalah untuk memberikan pengobatan yang inovatif dan bermanfaat termasuk produk pada bidang vaksin dan penyakit menular. Sampai saat ini semua profesi di lembaga penelitian resmi nasional dan internasional juga menyatakan bahwa imunisasi terbukti aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat dan kematian.

Ada dua jenis vaksin yang tersedia, yaitu MR (measles, rubella) dan MMR (measles, mumps, dan rubella). M-M-R II® diindikasikan untuk imunisasi aktif dalam pencegahan campak, gondok, dan rubella pada individu berusia 12 bulan atau lebih dan menerima persetujuan FDA pada tahun 1978. Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian vaksin campak rubella (MR) diberikan saat anak berusia 9 bulan. Jika sampai berusia 12 bulan anak belum mendapatkan vaksin MR dapat diberikan MMR mulai usia 12-15 bulan, dosis kedua 5-7 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Lumpuh dan Otak Rusak, 4 Vaksin Booster Ini Perlu Diberikan untuk Anak Sebelum Masuk Sekolah

Cegah Lumpuh dan Otak Rusak, 4 Vaksin Booster Ini Perlu Diberikan untuk Anak Sebelum Masuk Sekolah

Health | Sabtu, 24 Juni 2023 | 21:11 WIB

Tidak Cuma Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh, Dokter Ungkap Imunisasi Lengkap Bantu Anak Jadi Lebih Cerdas

Tidak Cuma Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh, Dokter Ungkap Imunisasi Lengkap Bantu Anak Jadi Lebih Cerdas

Health | Senin, 29 Mei 2023 | 16:02 WIB

Alert! Indonesia Terancam KLB Akibat Imunisasi anak Rendah

Alert! Indonesia Terancam KLB Akibat Imunisasi anak Rendah

Health | Kamis, 25 Mei 2023 | 08:21 WIB

Jadwal Vaksin Anak Terlewat, Ini Cara Lakukan Imunisasi Kejar Cegah Sakit Parah

Jadwal Vaksin Anak Terlewat, Ini Cara Lakukan Imunisasi Kejar Cegah Sakit Parah

Health | Selasa, 09 Mei 2023 | 09:04 WIB

Jangan Diabaikan! Inilah 3 Manfaat Pemberian Vaksin Campak pada Anak

Jangan Diabaikan! Inilah 3 Manfaat Pemberian Vaksin Campak pada Anak

Your Say | Sabtu, 06 Mei 2023 | 13:30 WIB

Kemenkes Ungkap Dampak Jika Telat Imunisasi Anak, Bahayakah?

Kemenkes Ungkap Dampak Jika Telat Imunisasi Anak, Bahayakah?

Health | Selasa, 28 Maret 2023 | 09:50 WIB

Terkini

Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Alarm Darurat Krisis Iklim yang Kian Mengimpit Rakyat

Aksi Greenpeace di Bundaran HI: Alarm Darurat Krisis Iklim yang Kian Mengimpit Rakyat

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:12 WIB

Urutan Skincare Malam Wondermis Milik Nagita Slavina untuk Atasi Noda Hitam Wajah

Urutan Skincare Malam Wondermis Milik Nagita Slavina untuk Atasi Noda Hitam Wajah

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Massa Demo di Patung Kuda Tuntut Prabowo Stop MBG, Dananya Kasih ke Korban Karhutla!

Massa Demo di Patung Kuda Tuntut Prabowo Stop MBG, Dananya Kasih ke Korban Karhutla!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Sirkus Istana: Saat Pemimpin Negara Kehilangan Esensi Gaya Kepresidenan

Sirkus Istana: Saat Pemimpin Negara Kehilangan Esensi Gaya Kepresidenan

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Ketika Kendaraan Listrik Melesat Lebih Cepat daripada Ekosistemnya

Ketika Kendaraan Listrik Melesat Lebih Cepat daripada Ekosistemnya

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:43 WIB

10 Arti Mimpi Menangkap Burung dengan Tangan Kosong Menurut Primbon dan Psikologi

10 Arti Mimpi Menangkap Burung dengan Tangan Kosong Menurut Primbon dan Psikologi

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Mulai dari Rumah, Ini Kebiasaan Sederhana untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat

Mulai dari Rumah, Ini Kebiasaan Sederhana untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Latih Pemuda Masjid Kuasai Coding dan Konten Kreatif

Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Latih Pemuda Masjid Kuasai Coding dan Konten Kreatif

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Lahan Bekas Karhutla Tak Boleh Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit, Pelanggar Bakal Dipidana!

Lahan Bekas Karhutla Tak Boleh Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit, Pelanggar Bakal Dipidana!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih

Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:28 WIB

×