Mengenal Retrograde Intrarenal Surgery: Pendekatan Minimal Invasif Bagi Pengobatan Batu Ginjal

Dinda Rachmawati

Rabu, 31 Januari 2024 | 11:16 WIB
Mengenal Retrograde Intrarenal Surgery: Pendekatan Minimal Invasif Bagi Pengobatan Batu Ginjal
Ilustrasi gambar ciri-ciri batu ginjal. (freepik)

Suara.com - Batu ginjal dan saluran kencing adalah salah satu masalah utama urologi yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Untuk mengatasinya, Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K), yang merupakan salah satu dokter spesialis di RS Siloam ASRI menjelaskan ada beberapa jenis pengobatan atau tindakan medis yang bisa menjadi pilihan.

Salah satunya adalah metode RIRS (Retrograde Intrarenal Surgery) yang kini telah menjadi terobosan dalam dunia bedah untuk pengobatan batu ginjal. Metode minimal invasif ini tidak hanya efektif mengatasi masalah batu ginjal, tetapi juga memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan metode bedah lainnya. 

"Pengobatan dengan metode RIRS dilakukan dengan memasukkan alat endoskopi kecil dari saluran kemih bawah (kandung kemih) lalu naik ke saluran kemih bagian atas kemudian ke saluran di dalam ginjal, alat ini bisa mencapai semua saluran di ginjal karena fleksibel," jelas dia dalam siaran pers yang Suara.com terima baru-baru ini.

Manfaat dan Keunggulan Metode RIRS

Ilustrasi batu ginjal. Sumber: (Twitter/@Sapiens Medicus)
Ilustrasi batu ginjal. Sumber: (Twitter/@Sapiens Medicus)

Dalam wawancaranya, Guru Besar Universitas Indonesia ini menjelaskan jika RIRS bermanfaat untuk melakukan diagnosis sekaligus tindakan pengobatan kelainan di saluran kencing mulai ureter hingga ke ginjal. 

Beberapa keunggulan yang didapat ketika seorang pasien memilih untuk menggunakan metode RIRS pada penanganan penyakit batu ginjal, diantaranya yaitu:

1. Metode Minimal Invasif

RIRS merupakan prosedur yang tidak ada sayatan pada tubuh. Oleh karena itu, pasien mengalami waktu pemulihan yang lebih singkat, nyeri yang berkurang, dan risiko infeksi yang lebih rendah dibandingkan dengan metode bedah terbuka.

2. Membersihkan Batu Ginjal Lebih Efektif

baca juga

RIRS memungkinkan menghabiskan batu ginjal dengan akurasi yang lebih tinggi. Dengan menggunakan teknologi ureteroskop fleksibel dan sinar laser, batu ginjal yang sulit dijangkau dapat dipecahkan menjadi fragmen kecil, pasir, hingga debu dan dikeluarkan selama prosedur dan Sebagian kecil melalui saluran kemih secara alami.

3. Mengatasi Batu Ginjal dengan Ukuran Tertentu

RIRS dapat digunakan untuk mengatasi batu ginjal berukuran kurang lebih hingga 2 cm yang sulit diangkat menggunakan metode bedah lainnya. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mencapai lokasi sulit dijangkau dalam saluran kemih atas dan ginjal dengan presisi tinggi.

RIRS memungkinkan penanganan yang disesuaikan dengan setiap pasien. Dokter spesialis yang melakukan tindakan dapat merancang strategi yang tepat berdasarkan ukuran, lokasi, dan karakteristik batu ginjal pasien.

Prinsip RIRS

Ilustrasi batu ginjal. (Shutterstock)
Ilustrasi batu ginjal. (Shutterstock)

Secara prinsip, metode ini dilakukan dengan memasukkan teropong kecil melalui saluran kemih bagian bawah hingga ke kandung kemih. Selanjutnya, teropong kecil akan terus masuk melalui saluran kemih bagian atas (ureter) dan masuk ke ginjal. 

"Dokter urologi dapat menggunakan laser untuk memecah batu ginjal menjadi fragmen kecil bahkan sampai menjadi pasir dan debu, kemudian alat penghisap dengan mudah mengeluarkannya atau bisa sisanya melalui urine", ujar dokter yang pernah meraih Best Poster Presentation in WCE (World Congress EndoUrology) 2010 di Barcelona tersebut.

Prinsip yang digunakan dalam metode RIRS ini terbilang menguntungkan karena pendekatan minimal invasif dapat mengurangi risiko komplikasi dan mempersingkat waktu pemulihan pasien. Prosedur ini juga memungkinkan dokter untuk memvisualisasikan dan mengobati batu ginjal bahkan lokasi yang sulit dijangkau dalam sistem kemih tanpa harus melakukan sayatan atau operasi terbuka.

Sebelum melakukan metode ini, pastikan pasien sudah menjalani laboratorium apakah mengalami infeksi, apabila diperlukan maka harus diobati infeksinya terlebih dahulu dan toleransi operasi untuk memastikan aman selama prosedur. Dengan CT Scan dipastikan lokasi, ukuran dan kekerasan batu pada Ginjal & saluran kemih lainnya, lanjut Prof. Nur Rasyid.

Perkiraan waktu yang diperlukan adalah kurang dari atau maksimal 2 jam guna menghindari risiko terjadinya komplikasi seperti sepsis atau pengaruh panas dari Laser yang berlebihan. Biasanya dokter spesilais urologi yang menangani pasien batu ginjal ini akan melakukan penjadwalan lagi, jika diperlukan penanganan lebih lanjut.

Bisa satu minggu, sebulan, maksimal sebelum 3 bulan untuk melakukan tindakan selanjutnya apabila dipasang selang DJ stent.

Tetap Rutin Konsultasi ke Dokter Urologi

Penting bagi pasien untuk tetap melakukan konsultasi ke dokter urologi setelah menjalani RIRS. Meskipun RIRS bisa berhasil dalam menghilangkan batu ginjal, tetapi pemantauan dan perawatan setelah prosedur juga menjadi penting. Beberapa alasan mengapa pasien perlu berkonsultasi dengan dokter urologi setelah RIRS antara lain.

1. Pemantauan Pemulihan

Dokter akan memantau kemajuan pemulihan pasien setelah RIRS. Dokter akan memeriksa apakah semua batu hilang atau mungkin memerlukan tindakan lanjutan. Jika pasien dalam kondisi baik, konsultasi tidak wajib dilakukan setiap bulan, tetapi maksimal satu tahun pasien wajib melakukan pemeriksaan USG.

2. Penilaian Kondisi Ginjal

Dokter akan mengevaluasi kondisi ginjal pasien setelah RIRS untuk memastikan ada komplikasi yang muncul pasca tindakan, seperti perdarahan, infeksi, atau penyumbatan saluran kemih. Dokter juga akan memeriksa fungsi ginjal untuk memastikan tidak terjadi kerusakan atau penurunan fungsi setelah prosedur.

3. Penentuan Pengobatan Lanjutan

Setelah RIRS, mungkin ada kebutuhan untuk pengobatan lanjutan. Dokter spesialis urologi akan merencanakan tindak lanjut, termasuk pengawasan untuk mencegah pembentukan batu baru dan menjaga pola makan atau gaya hidup pasien.

4. Edukasi dan Konseling

Dokter spesialis urologi akan memberikan edukasi pasien tentang langkah-langkah yang perlu diambil selama masa pemulihan dan memberikan konseling pencegahan batu ginjal dan pentingnya perawatan ginjal yang baik.

Jika Anda, kerabat, maupun teman di lingkungan Anda memerlukan bantuan dalam mengatasi permasalahan ginjal seperti di atas, RS Siloam ASRI telah menyediakan layanan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penanganan Terkini Stroke, Vaskular dan Urologi

Penanganan Terkini Stroke, Vaskular dan Urologi

Health | Sabtu, 27 Januari 2024 | 00:01 WIB

Ini Kelebihan Radioterapi Untuk Pengobatan Pasien Kanker

Ini Kelebihan Radioterapi Untuk Pengobatan Pasien Kanker

Health | Jum'at, 12 Januari 2024 | 07:33 WIB

Manfaatkan Artificial Intelligence, Teknologi Canggih Ini Bakal Bantu Pengobatan Jantung Jadi Lebih Singkat

Manfaatkan Artificial Intelligence, Teknologi Canggih Ini Bakal Bantu Pengobatan Jantung Jadi Lebih Singkat

Health | Kamis, 21 Desember 2023 | 07:57 WIB

Terkini

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

BYD Makin Perkasa: Ekspansi Raksasa Otomotif Tiongkok Kini Rambah Kereta Listrik Industri

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:56 WIB

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:50 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 09:40 WIB

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

BEI Hapus Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Besok Harga Minimum Saham Jadi Rp1

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 09:35 WIB

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Jalan Aroepala Dibuka Penuh, Gubernur Sulsel: Akses Gowa-Makassar Makin Lancar

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:26 WIB

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Komunitas Otomotif Jajal Pengecekan Spooring Instan di Automechanika Jakarta 2026

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:20 WIB

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Rekor Dunia Pecah! Begini Reaksi Presiden Prabowo ke Lifter Rahmat Erwin

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 09:15 WIB

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

×