Waspada! Wanita dengan Pasangan ADHD Berisiko Depresi, Ini Faktanya

Riki Chandra Suara.Com
Rabu, 25 September 2024 | 18:25 WIB
Waspada! Wanita dengan Pasangan ADHD Berisiko Depresi, Ini Faktanya
ilustrasi depresi (freepik.com/mrmohock)

Suara.com - Gangguan defisit perhatian atau hiperaktivitas (ADHD) pada orang dewasa tidak hanya berdampak pada penderitanya, tetapi juga membawa pengaruh besar terhadap kesehatan mental pasangan mereka.

Menurut sebuah studi terbaru, wanita yang memiliki pasangan dengan ADHD berisiko lebih tinggi mengalami depresi, dengan gejala yang bervariasi dari ringan hingga berat.

Studi yang dipublikasikan dalam "Journal of Attention Disorders" mengungkapkan bahwa sekitar 59 persen wanita yang pasangannya memiliki ADHD melaporkan mengalami depresi.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas hidup mereka cenderung menurun secara signifikan dibandingkan dengan pasangan yang tidak mengalami kondisi tersebut.

Penelitian tersebut melibatkan survei terhadap 100 pasangan heteroseksual di Israel, di mana pasangan pria didiagnosis dengan ADHD.

Hasilnya menunjukkan hubungan yang jelas antara tingkat keparahan gejala ADHD pria dan meningkatnya gejala depresi pada pasangannya. Semakin parah gejala ADHD, semakin tinggi risiko depresi yang dialami wanita.

“Temuan kami menyoroti pentingnya melihat ADHD sebagai kondisi yang mempengaruhi bukan hanya individu, tetapi juga hubungan mereka secara keseluruhan," ungkap para peneliti, dikutip dari Antara, Rabu (25/9/2024).

Mereka menambahkan bahwa pengobatan yang holistik, yang memperhatikan baik penderita ADHD maupun pasangan mereka, dapat meningkatkan kualitas hidup keduanya.

Lebih lanjut, studi ini juga menemukan bahwa wanita yang pasangannya secara teratur mengonsumsi obat ADHD melaporkan kualitas hidup yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa pengobatan farmakologis tidak hanya berdampak positif pada individu dengan ADHD, tetapi juga bisa membawa manfaat bagi pasangannya.

Penelitian ini menyarankan wanita yang memiliki pasangan dengan ADHD untuk memprioritaskan perawatan diri. Hal ini termasuk berolahraga, menghabiskan waktu dengan teman, dan mengambil waktu pribadi.
Wanita yang fokus pada kesejahteraan mereka sendiri dilaporkan memiliki peluang lebih kecil untuk mengalami depresi, meskipun pasangan mereka terus berjuang dengan ADHD.

Meski begitu, penelitian ini tidak secara langsung membuktikan hubungan sebab-akibat antara ADHD dan depresi pada pasangan.

Para peneliti merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk memeriksa arah hubungan ini dan merancang intervensi yang lebih tepat bagi penderita ADHD dan pasangan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI