Dukung Inovasi Hijau, Ini 7 Manfaat Kemasan Obat Ramah Lingkungan bagi Kesehatan

M. Reza Sulaiman

Rabu, 09 Oktober 2024 | 12:39 WIB
Dukung Inovasi Hijau, Ini 7 Manfaat Kemasan Obat Ramah Lingkungan bagi Kesehatan
Ilustrasi cairan infus (Pixabay/Stefan Schweihofer)

Suara.com - Kemasan ramah lingkungan semakin banyak diadopsi oleh industri farmasi modern. Selain membantu menjaga kesehatan pasien, kemasan ini juga berdampak positif pada lingkungan.

Dengan mengintegrasikan teknologi modern dan pendekatan ramah lingkungan, perusahaan obat tidak hanya berperan dalam memajukan industri farmasi, tetapi juga turut menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.

Berikut adalah beberapa manfaat utama dari kemasan obat yang berkelanjutan:

1. Mengurangi Limbah Medis

Kemasan ramah lingkungan menggunakan bahan-bahan yang lebih mudah terurai, seperti polietilen bebas PVC, DEHP, dan lateks. Hal ini membantu mengurangi jumlah limbah medis yang sulit didaur ulang, sehingga meringankan beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

2. Mengurangi Jejak Karbon

Proses produksi kemasan ini sering kali melibatkan energi terbarukan, seperti penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Dengan begitu, emisi karbon yang dihasilkan selama proses produksi dapat ditekan, membantu dalam upaya global untuk mengurangi perubahan iklim.

3. Meningkatkan Keamanan Produk

Kemasan bebas dari bahan kimia berbahaya seperti PVC dan DEHP, yang dapat memengaruhi kualitas obat dan kesehatan pasien. Dengan demikian, produk ini lebih aman digunakan, terutama bagi pasien yang sensitif terhadap bahan kimia tertentu.

baca juga

4. Kompatibel dengan Berbagai Jenis Obat

Karena tidak mengandung zat berbahaya, kemasan ini dapat digunakan dengan berbagai jenis obat tanpa risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan. Ini memudahkan tenaga kesehatan dalam penyimpanan dan pemberian obat.

5. Lebih Praktis dan Mudah Digunakan

Desain kemasan semi-rigid container memastikan kemudahan dalam penggunaan di lapangan. Tenaga kesehatan dapat menangani obat dengan lebih efisien dan cepat, terutama dalam situasi darurat, tanpa mengorbankan keamanan.

6. Mendukung Inisiatif Keberlanjutan Nasional

Adopsi kemasan ramah lingkungan mendukung target nasional untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Pengurangan emisi karbon dan limbah medis menjadi langkah penting dalam mendukung lingkungan yang lebih sehat di masa depan.

Proses pembuatan cairan infus analgesik-antipiretik ramah lingkungan di pabrik B. Braun Indonesia di Cikampek, Karawang, Jawa Barat. (Dok. B. Braun Indonesia)
Proses pembuatan cairan infus analgesik-antipiretik ramah lingkungan di pabrik B. Braun Indonesia di Cikampek, Karawang, Jawa Barat. (Dok. B. Braun Indonesia)

7. Mendorong Inovasi Teknologi Hijau

Penggunaan kemasan ini juga memacu perusahaan farmasi untuk terus berinovasi dalam memadukan teknologi modern dengan pendekatan ramah lingkungan. Ini tidak hanya berdampak pada produk yang lebih baik, tetapi juga memberi contoh bagi industri lain untuk mengikuti jejak keberlanjutan.

Pada tahun ini, B. Braun Indonesia meluncurkan cairan infus analgesik-antipiretik dengan kemasan semi-rigid container yang inovatif. Kemasan ini dirancang untuk memberikan solusi medis yang aman, praktis, dan efektif bagi tenaga kesehatan. Namun, yang membuatnya lebih menonjol adalah pendekatannya yang ramah lingkungan. Kemasan ini menggunakan material polietilen bebas PVC, DEHP, dan lateks, yang tidak hanya aman bagi kesehatan, tetapi juga ramah lingkungan karena lebih mudah terurai.

Inisiatif B. Braun Indonesia dalam memproduksi obat-obatan dengan kemasan ramah lingkungan merupakan bagian dari visi global perusahaan untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Langkah ini juga mendukung target nasional Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.

Selain itu, B. Braun Indonesia juga mendukung pengurangan jejak karbon melalui penggunaan energi terbarukan di fasilitas produksinya di Cikampek, Jawa Barat. Fasilitas ini dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang mampu menyuplai sekitar 20-30% kebutuhan listrik pabrik. Dalam empat bulan pertama operasinya, PLTS ini telah mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 705 ton, sebuah kontribusi besar bagi keberlanjutan lingkungan.

“Dengan meluncurkan cairan infus analgesik-antipiretik yang diproduksi sepenuhnya di dalam negeri, kami mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kemandirian industri farmasi dan memastikan ketersediaan obat esensial bagi masyarakat Indonesia," ujar Rainer Ruppel, President Director B. Braun Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat dan Pemerintah Berkolaborasi Aktif Wujudkan Perkembangan Moda Transportasi Ramah Lingkungan

Masyarakat dan Pemerintah Berkolaborasi Aktif Wujudkan Perkembangan Moda Transportasi Ramah Lingkungan

News | Rabu, 09 Oktober 2024 | 08:51 WIB

Gandeng Grab, Blibli Sediakan Layanan Pengiriman Ramah Lingkungan

Gandeng Grab, Blibli Sediakan Layanan Pengiriman Ramah Lingkungan

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2024 | 18:36 WIB

Transisi Energi Biofuel di Indonesia: Solusi atau Masalah?

Transisi Energi Biofuel di Indonesia: Solusi atau Masalah?

Your Say | Rabu, 02 Oktober 2024 | 13:17 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×