Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Vania Rossa

Selasa, 22 April 2025 | 15:53 WIB
Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung
MitraClip untuk Penderita Kebocoran Katup Jantung. (dok. Heartology Cardiovascular Hospital)

Suara.com - Penyakit katup jantung, termasuk regurgitasi mitral, hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama gagal jantung di dunia. Data global menunjukkan bahwa lebih dari 24 juta orang mengalami gangguan katup mitral. Salah satunya bahkan tokoh terkenal seperti BJ Habibie yang mengalami regurgitasi mitral atau kebocoran katup mitral.

Banyak di antara penderita baru terdiagnosis ketika sudah dalam kondisi berat. Di Indonesia, kesadaran akan penyakit ini masih rendah, sehingga banyak pasien datang dalam keadaan severe, dengan risiko komplikasi yang tinggi.

Regurgitasi mitral terjadi ketika katup mitral tidak menutup sempurna, menyebabkan darah yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh malah kembali ke jantung. Seperti pintu air yang bocor, seharusnya air mengalir satu arah, namun justru kembali ke belakang. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras, memicu gejala seperti sesak napas, mudah lelah, hingga pembengkakan di kaki. Jika dibiarkan, ini bisa berujung pada gagal jantung.

MitraClip: Teknologi Inovatif untuk Regurgitasi Mitral

Beruntung, perkembangan teknologi medis kini memungkinkan perbaikan katup mitral tanpa harus menjalani operasi terbuka. Prosedur MitraClip menjadi pilihan utama bagi pasien dengan risiko tinggi yang tidak memungkinkan untuk operasi bedah jantung konvensional. Tanpa perlu membuka dada, tanpa harus menghentikan jantung, dan dengan pemulihan yang jauh lebih cepat.

Dengan metode ini, kateter kecil dimasukkan melalui pembuluh darah di pangkal paha menuju jantung. Alat klip khusus kemudian ditempatkan di katup mitral untuk memastikan darah kembali mengalir dengan normal. Berdasarkan studi EXPAND G4, MitraClip telah terbukti efektif dengan tingkat keberhasilan 93% dalam mengurangi kebocoran katup hingga level minimal dalam satu tahun.

MitraClip secara signifikan mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup, bahkan bagi pasien usia lanjut atau dengan kondisi kompleks. Sebagian besar pasien bisa pulang dalam dua hari setelah prosedur dan kembali beraktivitas dalam waktu singkat.

Dibandingkan dengan operasi katup mitral terbuka, MitraClip memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Minim risiko: Tanpa sayatan besar dan tanpa bypass jantung.
  • Pemulihan lebih cepat: Pasien bisa kembali beraktivitas dalam hitungan hari.
  • Efektivitas tinggi: Terbukti dalam berbagai studi global.

MitraClip bukan hanya memberikan harapan baru, tetapi juga telah terbukti memberikan peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Hasil studi bahkan menunjukkan:

baca juga
  • 96,2% pasien mengalami acute procedural success, artinya kebocoran katup berkurang secara signifikan segera setelah prosedur.
  • 82,1% pasien yang sebelumnya mengalami keterbatasan aktivitas fisik kini bisa kembali menjalani hidup lebih normal.
  • Risiko rawat inap akibat gagal jantung berkurang hingga 47% dalam 5 tahun setelah tindakan.
  • Tingkat keberhasilan akut dalam prosedur ini sangat tinggi, menjadikannya solusi yang aman dan efektif

Kabar baiknya, kini tidak perlu ke luar negeri untuk melakukan prosedur MitraClip, karena dengan dukungan tim dokter spesialis dan teknologi imaging yang lengkap, Heartology Cardiovascular Hospital telah mampu menangani sejumlah kasus regurgitasi mitral dengan pendekatan minimal invasif ini secara efektif.

"Sebagian besar pasien yang datang ke kami sudah berada dalam kondisi severe, di mana operasi terbuka memiliki risiko tinggi bagi mereka. Contohnya seperti salah seorang pria berusia 66 tahun dengan kebocoran katup mitral kategori severe (+4). Karena usianya yang lanjut dan risiko tinggi, operasi jantung terbuka bukanlah pilihan yang aman. Namun, dengan MitraClip, tim dokter Heartology berhasil memperbaiki katup jantungnya hanya dalam waktu 3-4 jam," ujar dr. Dafsah Arifa Juzar, Sp.JP(K), spesialis intervensi kardiologi.

Selain itu, dr. Ario S. Kuncoro, Sp.JP(K), echocardiologist di Heartology, menambahkan, "Peran echocardiologist dalam prosedur MitraClip juga sangat penting. Kami memastikan bahwa pasien yang menjalani prosedur ini mendapatkan evaluasi menyeluruh melalui pencitraan ekokardiografi sebelum, selama, dan setelah tindakan. Dengan bantuan imaging canggih seperti transesophageal echocardiography (TEE), kami memastikan bahwa klip ditempatkan secara optimal, sehingga pasien mendapatkan manfaat maksimal dari tindakan ini.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Makanan Pencegah Sakit Jantung

Daftar Makanan Pencegah Sakit Jantung

Lifestyle | Kamis, 17 April 2025 | 08:38 WIB

Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Utama, Penting Tahu Cara Mencegahnya

Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Utama, Penting Tahu Cara Mencegahnya

Health | Senin, 07 April 2025 | 12:09 WIB

Pasien Jantung Tipe Ini Dilarang Mudik Lebaran Naik Pesawat, Apa Alasannya?

Pasien Jantung Tipe Ini Dilarang Mudik Lebaran Naik Pesawat, Apa Alasannya?

Lifestyle | Rabu, 26 Maret 2025 | 16:12 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×