- Hingga akhir 2025, Palembang mencatat kasus dengue tertinggi di Sumsel, menjadikan anak sekolah kelompok paling rentan.
- Dinas Kesehatan Palembang dan FK Unsri melaksanakan pemantauan aktif vaksinasi dengue pada 7.500 siswa SD.
- Upaya ini merupakan kolaborasi lintas sektor didukung pemerintah dan swasta untuk mencapai target nol kematian dengue 2030.
Suara.com - Sepanjang tahun, ancaman dengue terus membayangi masyarakat Kota Palembang. Bukan lagi sekadar penyakit musiman yang datang saat musim hujan, dengue telah menjadi persoalan kesehatan publik yang memerlukan respons terencana, berbasis data, dan berkelanjutan.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan bahwa hingga 31 Desember 2025 tercatat 4.437 kasus dengue di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan dengan 22 kematian. Kota Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 968 kasus dan 3 kematian.
Dalam lima tahun terakhir, kelompok usia 15–44 tahun menyumbang 42 persen dari total kasus. Sementara dalam tujuh tahun terakhir, kematian akibat dengue paling banyak terjadi pada anak usia 5–14 tahun, yakni 41 persen dari total kematian.
Angka-angka tersebut menegaskan satu hal: anak usia sekolah merupakan kelompok yang sangat rentan. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak boleh surut.
“Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue. Berdasarkan data tersebut, anak usia sekolah menjadi kelompok rentan terkena dengue. Sebagai pemerintah provinsi, kami terus mendorong penguatan upaya pencegahan dengue secara berkelanjutan melalui penerapan 3M Plus, edukasi masyarakat, penguatan peran jumantik, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi seperti Ovitrap,” ujarnya.
Namun ia juga menegaskan bahwa tantangan dengue yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.
Mengapa Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Penting?
Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan Kota Palembang bersama Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya melaksanakan program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue.
Program ini menyasar 7.500 anak di 60 Sekolah Dasar pada wilayah kerja 10 puskesmas dengan laporan kejadian dengue tertinggi di Palembang. Sebanyak 5.000 anak di antaranya mendapatkan vaksinasi.
Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Sumatera Selatan, dr. Ariesti Karmila, Sp.A(K)., M.Kes., menjelaskan bahwa pemantauan aktif bukan hanya soal pemberian vaksin, tetapi juga pengawasan kesehatan jangka panjang.
“Dengue merupakan penyakit endemis di Indonesia yang sering kali dianggap ringan, padahal pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi berat dan berisiko menyebabkan kematian. Pencegahan perlu dilakukan secara konsisten melalui PSN dengan 3M Plus. Metode inovatif, termasuk vaksinasi, hadir sebagai pelengkap untuk memperkuat upaya tersebut sehingga pencegahan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh,” tegasnya.
Pemantauan aktif memungkinkan tenaga kesehatan memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi anak-anak di wilayah dengan beban dengue tinggi. Dengan data yang terstruktur, kebijakan kesehatan ke depan dapat dirumuskan lebih tepat sasaran.
Program ini merupakan bagian dari Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue multinegara yang juga berlangsung di Thailand dan Malaysia. Di Indonesia, selain Palembang, program serupa dilaksanakan di Jakarta dan Banjarmasin selama periode tiga tahun.
Penanggung jawab nasional kegiatan ini, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), menegaskan bahwa vaksinasi adalah inovasi kesehatan yang aman dan efektif dalam mencegah penyakit infeksi berbahaya.
“Melalui pemantauan yang terstruktur, kami berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kesehatan anak-anak di wilayah dengan beban dengue tinggi, sekaligus memperkuat upaya pencegahan ke depan secara berkelanjutan. Hasil pemantauan aktif ini sangat dinantikan sebagai dasar pemberian vaksinasi dengue dalam program nasional untuk menyongsong ‘Zero dengue death’ di tahun 2030,” jelasnya.